Kamis, 21 Mei 2026 - 01:30 WIB
banner ucapan Sekda revs

Layanan Kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi Raih Penghargaan Kemenkes

Senin, 19 Oktober 2020
289 views
0
089739300_1602565795-IMG-20201013-WA0022

Liputan6.com, Banyuwangi Program kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI. Program pemberian terapi kerja bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini dinobatkan sebagai pemenang lomba inovasi layanan kesehatan jiwa.

Penghargaan ini diserahkan secara virtual oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Achmad Yurianto bertepatan dengan acara puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober 2020.  Teropong Jiwa akronim dari Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono menjelaskan bahwa Teropong Jiwa adalah program pemberian terapi kerja bagi ODGJ yang diinisiasi oleh Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi. Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan, dilatih berbagai keterampilan kerajinan tangan.

"Terapi kerja ini bertujuan agar pasien ODGJ tidak mengalami kekambuhan. Mereka bisa lebih fokus dan tidak mudah emosional, dan yang pasti tujuannya agar mereka bisa mandiri ke depan. Program ini berjalan sejak 2017," terang Rio, sapaan akrab Widji Lestariono, Selasa (13/10/2020).

Rio mengatakan yang membuat spesial dari program ini adalah para ODGJ setelah mendapat keterampilan, mereka disalurkan ke sejumlah tempat kerja. Ada yang diajak bekerja di UMKM, atau diikutkan orang tua asuh. Orang tua asuh ini maksudnya puskesmas mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah pulih untuk bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut. Program ini khusus bagi ODGJ yang tidak mempunyai keluarga.

“Kami salurkan, ada yang kerja di di UMKM, ataupun sanggar seni. Mereka ada yang ikut kerja di industri kue rumahan. Kalau orang tua asuh, mereka ada yang ikut orang dan diajak bekerja di usaha penggilingan beras. Jadi mereka diberi kesibukan, untuk meminimalisir kambuh,” jelas Rio.

Gandeng UMKM dan Sanggar Seni

Drg. Ai Nurul Hidayah, Penanggung Jawab Kegiatan Program  Puskesmas Gitik Rogojampi, mengatakan sejak diluncurkan tahun tiga tahun lalu, sudah ada 54 ODGJ yang dilatih di Puskesmas Gitik.

“Kami bekerja sama dengan pelaku UMKM dan sanggar seni serta siapa pun yang peduli. Hingga saat ini, sudah ada ada 25 orang ODGJ yang ditampung oleh lima pengusaha asuh dan delapan keluarga asuh,” jelasnya.

Ai lalu menjelaskan latar belakang program ini muncul, yang diawali dari jumlah ODGJ di wilayahnya yang mencapai 54 orang dengan berbagai penyebab. Saat itu, angka kasus pasung berjumlah 7 kasus, angka kekambuhan ada 31 ODGJ. Sisanya yang bolak balik dirujuk ada 13 kasus.

“Dari kondisi itu, puskesmas akhirnya membentuk Tim Kesat (Kembali Sehat), dengan menunjuk tenaga yang dilatih khusus untuk penanganan penderita jiwa. Tugasnya, mengkondisikan pelayanan dan antar jemput ODGJ ke Poli Kesat. Sedangkan untuk terapisnya, berasal dari  tenaga dokter, sementara instruktur pelatihan dipandu langsung oleh Kader Kesehatan Jiwa,” tutur Ai.

Terapi Okupasi

Poli Kesat memberikan pelayanan dengan penekanan pelatihan bagi penderita yang sudah mulai stabil menjalani pengobatan. Pelatihan keterampilan (terapi okupasi) diberikan seperti membuat tas, dan piring dari bahan daur ulang, membuat kue, berhias dan pelatihan kembali ke kehidupan spiritual.

"Bahkan di masa pandemi corona ini mereka dilatih membuat masker dan face shield. Semua hasil karya mereka dipasarkan baik secara online maupun bisa diperoleh di Puskesmas Gitik," kata dia.

Inovasi Teropong Jiwa ini sendiri berhasil masuk dalam program inovatif Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) yang digelar oleh Kemenpan RB. PAda tahun 2019, program ini juga masuk dalam 25 besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur. 

 

Sumber : https://www.liputan6.com/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Menpora Beri Bantuan Alat Kesehatan Kepada Organisasi Mahasiswa

Mon, 19 Oct 2020 12:32:03am

Liputan6.com, Jakarta Kemenpora terus menunjukkan partisipasinya dalam meminimalisasi dampak pandemi COVID-19. Kali ini, Menpora Zainudin Amali...

Mengenal Lebih Jauh Organisasi Penggerak dan Reformasi Pendidikan

Mon, 19 Oct 2020 12:30:27am

Liputan6.com, Jakarta Merdeka Belajar episode keempat kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah organisasi penggerak. Sejak diluncurkan...

Budaya Organisasi Kunci Keberhasilan Perusahaan Bertahan dari Resesi Ekonomi

Mon, 19 Oct 2020 12:29:34am

Liputan6.com, Jakarta - Budaya perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan bertahan di masa pandemi Covid-19. Perusahaan yang...

GM FKPPI Jatim Larang Anggotanya Pakai Atribut Organisasi saat Berpolitik

Mon, 19 Oct 2020 12:27:57am

Liputan6.com, Jakarta - Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (GM FKPPI) Jawa Timur melarang...

Bos OJK Larang Fintech Pinjaman Online Ambil Untung Terlalu Besar

Thu, 1 Aug 2019 03:26:05am

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioer Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso meminta perusahaan financial technology atau fintech tak...

Baca Juga