Senin, 31 Agustus 2026 - 06:37 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Layanan Kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi Raih Penghargaan Kemenkes

Senin, 19 Oktober 2020
362 views
0
089739300_1602565795-IMG-20201013-WA0022

Liputan6.com, Banyuwangi Program kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI. Program pemberian terapi kerja bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ini dinobatkan sebagai pemenang lomba inovasi layanan kesehatan jiwa.

Penghargaan ini diserahkan secara virtual oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Achmad Yurianto bertepatan dengan acara puncak peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pada 10 Oktober 2020.  Teropong Jiwa akronim dari Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Widji Lestariono menjelaskan bahwa Teropong Jiwa adalah program pemberian terapi kerja bagi ODGJ yang diinisiasi oleh Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi. Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan, dilatih berbagai keterampilan kerajinan tangan.

"Terapi kerja ini bertujuan agar pasien ODGJ tidak mengalami kekambuhan. Mereka bisa lebih fokus dan tidak mudah emosional, dan yang pasti tujuannya agar mereka bisa mandiri ke depan. Program ini berjalan sejak 2017," terang Rio, sapaan akrab Widji Lestariono, Selasa (13/10/2020).

Rio mengatakan yang membuat spesial dari program ini adalah para ODGJ setelah mendapat keterampilan, mereka disalurkan ke sejumlah tempat kerja. Ada yang diajak bekerja di UMKM, atau diikutkan orang tua asuh. Orang tua asuh ini maksudnya puskesmas mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah pulih untuk bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut. Program ini khusus bagi ODGJ yang tidak mempunyai keluarga.

“Kami salurkan, ada yang kerja di di UMKM, ataupun sanggar seni. Mereka ada yang ikut kerja di industri kue rumahan. Kalau orang tua asuh, mereka ada yang ikut orang dan diajak bekerja di usaha penggilingan beras. Jadi mereka diberi kesibukan, untuk meminimalisir kambuh,” jelas Rio.

Gandeng UMKM dan Sanggar Seni

Drg. Ai Nurul Hidayah, Penanggung Jawab Kegiatan Program  Puskesmas Gitik Rogojampi, mengatakan sejak diluncurkan tahun tiga tahun lalu, sudah ada 54 ODGJ yang dilatih di Puskesmas Gitik.

“Kami bekerja sama dengan pelaku UMKM dan sanggar seni serta siapa pun yang peduli. Hingga saat ini, sudah ada ada 25 orang ODGJ yang ditampung oleh lima pengusaha asuh dan delapan keluarga asuh,” jelasnya.

Ai lalu menjelaskan latar belakang program ini muncul, yang diawali dari jumlah ODGJ di wilayahnya yang mencapai 54 orang dengan berbagai penyebab. Saat itu, angka kasus pasung berjumlah 7 kasus, angka kekambuhan ada 31 ODGJ. Sisanya yang bolak balik dirujuk ada 13 kasus.

“Dari kondisi itu, puskesmas akhirnya membentuk Tim Kesat (Kembali Sehat), dengan menunjuk tenaga yang dilatih khusus untuk penanganan penderita jiwa. Tugasnya, mengkondisikan pelayanan dan antar jemput ODGJ ke Poli Kesat. Sedangkan untuk terapisnya, berasal dari  tenaga dokter, sementara instruktur pelatihan dipandu langsung oleh Kader Kesehatan Jiwa,” tutur Ai.

Terapi Okupasi

Poli Kesat memberikan pelayanan dengan penekanan pelatihan bagi penderita yang sudah mulai stabil menjalani pengobatan. Pelatihan keterampilan (terapi okupasi) diberikan seperti membuat tas, dan piring dari bahan daur ulang, membuat kue, berhias dan pelatihan kembali ke kehidupan spiritual.

"Bahkan di masa pandemi corona ini mereka dilatih membuat masker dan face shield. Semua hasil karya mereka dipasarkan baik secara online maupun bisa diperoleh di Puskesmas Gitik," kata dia.

Inovasi Teropong Jiwa ini sendiri berhasil masuk dalam program inovatif Top 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) yang digelar oleh Kemenpan RB. PAda tahun 2019, program ini juga masuk dalam 25 besar Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) tingkat Provinsi Jawa Timur. 

 

Sumber : https://www.liputan6.com/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Diterjang Kebakaran Sabtu Pagi, Dua Pemilik Rumah di Lawang Wetan Rugi Puluhan Juta

Sat, 11 Jul 2026 07:47:54am

SEKAYU — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Dusun 3, Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)...

Garda Terdepan Kesejahteraan Rakyat, IIPG Muba Gelar Sarasehan dan Diklat Peningkatan Kapasitas Perempuan

Fri, 10 Jul 2026 04:05:22am

MUBA, 10 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Istri Partai Golkar (DPD IIPG) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses menggelar acara Sarasehan...

Disnakertrans Muba Dorong Penguatan Hubungan Industrial yang Harmonis Antara Pekerja dan Perusahaan

Fri, 10 Jul 2026 12:02:36am

  Sekayu - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi menerbitkan Surat Anjuran terkait dinamika...

Perkuat Peran Perempuan, PD KPPG Musi Banyuasin Gelar Diklat dan Siap Hadapi Tantangan Digital

Thu, 9 Jul 2026 02:55:12am

MUBA — Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PD KPPG) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan...

Duka Bapak Paiman di Desa Bukit Indah: Rumah Ludes Terbakar, Ketulusan Warga dan Damkar Jadi Kekuatan

Wed, 8 Jul 2026 07:42:32am

  PLAKAT TINGGI, MUBA – Ujian berat tengah menimpa Bapak Paiman, seorang warga di Desa Bukit Indah B3, Kecamatan Plakat Tinggi. Pada Rabu...

Baca Juga