Rabu, 24 Juni 2026 - 07:30 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Tekan Angka Inflasi, Pemkab Muba Gelar OPM dan GPM Hingga Akhir Tahun

Senin, 6 November 2023
235 views
0
IMG-20231108-WA0022

SEKAYU, - Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi MSi diwakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Azizah SSos MT, melalui Kabid Bapokting Darmadi, mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2023 bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Senin (6/11/2023).

Dalam arahannya Mendagri mengatakan inflasi di bulan Oktober 2023 sebesar 2,56% (y-o-y), terjadi kenaikan di bulan sebelumnya yang hanya 2,28% (y-o-y), dimana penyebab utamanya adalah transportasi, makanan dan minuman, serta tembakau.

“Sedangkan komoditas yang naik saat ini adalah beras dan cabai. Di beberapa daerah sudah melakukan upaya untuk mengatasi inflasi cabai ini, terlebih sekarang sudah mulai masuk pergantian musim hujan di sebagian wilayah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo agar masalah inflasi menjadi atensi utama seluruh daerah. “Kita harus fokus untuk terus menekan angka inflasi ini, agar harga barang bisa tetap stabil,” tandasnya.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti dalam paparannya mengatakan bahwa lima besar komoditas utama penyebab inflasi di bulan Oktober 2023 yakni beras, bensin, cabai rawit, tarif angkutan udara, dan cabai merah.

“Beras merupakan penyumbang andil inflasi terbesar selama tiga bulan berturut-turut (Agustus-Oktober 2023), dengan inflasi 1,72% dan andil 0,06%. Produksi beras diperkirakan akan terus mengalami defisit hingga Desember 2023,” jelasnya.

Ia menyebut, hampir seluruh kota mengalami inflasi (y-o-y) yang lebih tinggi dibanding inflasi nasional di bulan Oktober 2023.

“Secara nasional, pada minggu pertama bulan November 2023, jumlah kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) naik 5% poin dari minggu sebelumnya. Kenaikan terjadi di wilayah Pulau Sumatera,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdagperin Muba Azizah SSos MT diwakili Kabid Bapokting Darmadi usai mengikuti rapat koordinasi nasional tersebut, mengungkapkan, untuk bahan pokok penyumbang inflasi di Kabupaten Muba juga pada komoditas beras dan cabai.

Dimana beras mengalami kenaikan harga dari bulan September hingga saat ini, dari 12.800 perkilogram menjadi 14.000, yang rata-rata kenaikannya sebesar 1.200, dan cabai keriting dari 40.000 menjadi 60.000 perkilogram.

Sementara penurunan harga bahan pokok terjadi pada telur ayam yakni dari 28.000 menjadi 26.000 perkilogramnya.

"Tindakan yang telah dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba terkait hal tersebut, yakni secara intens melakukan pemantauan terhadap bahan pokok khususnya beras ke pasar-pasar tradisional, agen dan pengecer," tutur Darmadi.

Lanjutnya, untuk menekan angka inflasi Pemerintah Kabupaten Muba melaksanakan program Operasi Pasar Murah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian dan Gerakan Pangan Murah pada Dinas Ketahanan Pangan secara rutin dua kali seminggu hingga akhir Desember 2023, yang dilakukan atas kerjasama dengan Bulog.

"Sejalan dengan pemerintah pusat, pimpinan kita Pak Pj Bupati Muba Drs H Apriyadi Mahmud MSi yang sangat konsen untuk mengatasi inflasi daerah ini," pungkasnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Dr Iskandar Muda, SE, M Si, Ak, CA, dosen di FEB USU, menduduki peringkat pertama dalam top 50 ranking SINTA Score untuk tiga tahun terakhir

Sat, 8 Jun 2019 08:06:53am

Telah Ditayangkan: 04 Juli 2018  MEDAN – HUMAS USU : Dr Iskandar Muda, SE, M Si, Ak, CA, salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis...

IKA USU Jakarta dan Sekitarnya akan Gelar Konser Medan Tunggal Ika, Sabtu 14 September 2019

Sun, 19 May 2019 04:45:46pm

IKA USU Jakarta dan Sekitarnya akan Gelar Konser MTI 2019, yuk catat tanggalnya. Ikatan Alumi Universitas Sumatera Utara (IKA-USU) wilayah Jakarta...

Baca Juga