Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:42 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Gelar Sekolah Politik, PKS Ajak Pemuda Membaca Sejarah

Sabtu, 16 Oktober 2021
347 views
0
IMG-20211016-WA0020

 

Dewan Pengurus Daerah ( DPD Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) kembali mengelar kegiatan Sekolah Politik. Ketua Umum PKS Musi Banyuasin Musheni, S.Pd.I menyampaikan bahwa Kegiatan Kelas sekolah politik bertujuan untuk merekrut generasi muda dalam menyiapkan calon-calon pemimpin di masyarakat. 

“ insyaAllah, kita akan terus mengulirkan program Sekolah Politik dalam rangka memperkokoh struktur serta memperluas pelayanan kepada masyarakat. Sekolah Politik ini diharapkan melahirkan kader-kader pengerak yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Musheni,S.Pd.I dalam sambutanya dalam acara Sekolah Politik di Aula DPTD PKS Musi Banyuasin, Kemarin ( 15/ 2021).  

Lebih lanjut, Ketua Umum PKS Musi Banyuasin Musheni,S.Pd.I menyampaikan peserta Sekolah Politik akan diberikan bimbingan lanjutan berupa pertemuan pekanan. Sebagian besar juga peserta Sekolah Politik ini telah dilantik menjadi pengurus Ranting PKS di kelurahan dan Desa di kecamatan Sekayu.

 “ Ketua DPC nantinya akan melakukan follow up peserta sekolah politik. Peserta Sekolah Politik nantinya mempunyai hak untuk mendapat informasi-informasi kepartaian, informasi kebijakan umum partai dalam rangka ikut serta mensosialisasikan keputusan-keputusan partai tersebut,” Sambung Musheni.

Sementara itu, Ketua Umum DPW PKS Sumsel Muhammad Toha, S.Ag dalam sambutanya memberikan beberapa kriteria pemimpin. Belajar dari sejarah kafilah yang menghadap Rasullulah Saw, Ketua Umum PKS Sumsel Muhamad Toha menyampaikan tiga kriteria pemimpin. Pertama, dalam kafilah yang menghadap Rasulullah saw, ada satu pemuda yang tidak buru-buru menghadap Rasullullah Saw. Tetapi, beliau justru merapikan onta-onta yang ditingalkan kelompoknya. “ pemuda tersebut menambat tali onta-onta kelompoknya yang ditinggalkan. Pemuda tersebut memberikan pelayanan kepada kelompoknya. Pelajarannya adalah bahwa pemimpin adalah pelayan bagi yang dipimpinnya,” terang Muhamad Toha,S.Ag. 

Kedua, pemimpin tidak meminta jabatan ( amanah ), tetapi ditunjuk untuk melaksakanan amanah. Seorang pemimpin bukan orang yang meminta jabatan, tetapi bekerja semaksimal mungkin dalam melaksanakan amanah yang diemban. 

“ dalam kepemimpinan kita, jabatan tidak diperoleh dengan cara meminta. Tetapi, amanah kepemimpinan merupakan titipan untuk melaksanakan pelayanan-pelayanan,” jelas Muhamad Toha,S.Ag. Ketiga, seorang pemimpin mempunyai kriteria berpikir efektif dan efisien. Hal ini telihat bagaimana pemuda dan rombongan yang menghadap Rasulullah saw tersebut tidak bertanya tentang agama, justru pemuda tersebut meminta doa kepada Rasullulah saw agar dipahamkan tentang agama Islam. “ waktu singkat pertemuan kafilah dengan Rasullulah saw tersebut dipergunakan untuk meminta doa dari Rasulullah,” jelas Muhamad Toha,S.Ag. 

Kegiatan Sekolah Politik dengan mengambil tema Pemuda Kuat, Bangsa Bermartabat dengan pemateri utama Anggota DPR RI H. Mustafa Kamal,SS. Dalam materinya, H. Mustafa Kamal memaparkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Mulai awal terbentuknya serikat-serikat dagang, organisasi ulama, dan organisasi pemuda serta berbagai bentuk model perlawanan terhadap penjajah Belanda. “ para ulama yang berjuang melawan penjajahan Belanda. Oleh para penjajah, para ulama tersebut dikatagorikan sebagai pembrontak dan radikal. Perspektif inilah yang ingin diperkuat lagi kepada generasi muda. Jangan sampai para pemuda lupa sejarah sehingga sangat mudah hanyut dalam arus perspektif penjajah,” terangnya. 

H. Mustafa Kamal selain menjelaskan perspektif sejarah perjuangan bangsa, beliau juga memberikan berbagai isu perkembangan politik nasional. Berangkat dari Kondisi Pemilu 2019, Mustafa memberikan catatan 

 penting bahwa adanya perubahan pola pikir masyarakat non politis menjadi aktif dalam partisipasi politik. “Bagi kita, perkembangan kecerdasan politik masyarakat harus direspon dengan baik. Keistiqamahan PKS beroposisi terhadap pemerintah merupakan bentuk dari respon positif terhadap adanya arus baru politik tersebut. PKS mengkritisi sendiri terhadap berbagai kebijakan pemerintah,” terang beliau. 

Lebih lanjut, H. Mustafa juga menyajikan perspektif Pemilu 2024 bagi kader-kader PKS. Belum diberikan kemenangan pada Pemilu 2019 yang lalu menjadikan evaluasi menyeluruh bagi PKS. Salah satu poinya adalah semakin diperkuat dan dikokohkanya kedekatan kepada Allah swt sebagai syarat agar kemenangan diberikan oleh Allah swt. “ secara tekhnis, perubahan logo PKS saat ini juga merupakan salah satu bentuk hasil evaluasi agar pemilih PKS mudah mengenal PKS dibilik suara. Dalam berbagai riset ilmiah, ada 1-2 % pemilih salah coblos dan kebinggungan mencari logo PKS. Logo baru dengan corak orange bulat memudahkan pemilih untuk mengenal PKS,” ujar H. Mustafa.

Diakhir materi, H. Mustafa Kamal meminta pengurus PKS Daerah untuk menyusun secara tekhnis langkah-langkah menuju Pemilu 2024.

 Penyusunan program diperlukan untuk memantapkan strategi pelayanan dan sekaligus memastikan pemenangan Pemilu 2024 mendatang.  

Acara Sekolah Politik sendiri dilaksanakan didua tempat yakni DPC PKS Sekayu dan DPC PKS Sungai Lilin. Hadir dalam acara tersebut Unsur DPTD PKS Musi Banyuasin diantaranya Sekretaris Umum DPD Nangimul Huda, Bendarah Umum Lutfi Abdullah, Ketua MPD Abror, Sekretaris MPD Fery Setiawan, dan Sekretaris DED Dwi Ahmad. Juga hadir unsur DPC seperti Indarta, Ketua DPC Jirak Jaya Nazarudin, Ketua DPC Sungai Lilin Edwan Susilo, Ketua DPC PKS Lalan Mubasirin, DPC PKS Bayung Lencir Faturrahman, Bapilu Ardiansyah, Kabid Kepemudaan Sarif Hidayat , Kabid BPKK Nurjaini serta tokoh-tokoh PKS H. Imam Afandi.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

YLBHI Minta Polisi yang Pukul Jurnalis Saat Liput Demo Diproses Hukum

Mon, 19 Oct 2020 02:34:37am

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur meminta kepolisian memproses hukum personelnya...

Penegak Hukum Diminta Hati-Hati Tangani Kasus Perbankan

Mon, 19 Oct 2020 02:00:31am

Liputan6.com, Jakarta - Penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung diminta berhati-hati dalam menangani kasus perbankan. Pasalnya posisi perbankan...

4 Relawannya Dianiaya Oknum Polisi, PP Muhammadiyah Siapkan Jalur Hukum

Mon, 19 Oct 2020 01:58:37am

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan akan menempuh jalur hukum atas dugaan penganiayaan yang diterima 4 relawan...

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Baca Juga