Jumat, 1 Mei 2026 - 11:52 WIB
banner ucapan Sekda revs

Dr Iskandar Muda, SE, M Si, Ak, CA, dosen di FEB USU, menduduki peringkat pertama dalam top 50 ranking SINTA Score untuk tiga tahun terakhir

Sabtu, 8 Juni 2019
1,154 views
0
foto_Dr_Iskandar_Muda dosen FEB USU

 MEDAN – HUMAS USU : Dr Iskandar Muda, SE, M Si, Ak, CA, salah seorang dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) yang juga seorang peneliti, menduduki peringkat pertama dalam top 50 ranking SINTA Score untuk tiga tahun terakhir, terhitung dari 2016. SINTA (Science and Technology Index) merupakan sebuah portal yang didedikasikan untuk para peneliti dan perkembangan ilmu pengetahuan, resmi diluncurkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada 30 Januari 2017 lalu.

 

Peringkat tersebut diraihnya melalui 38 judul jurnal artikel dan 9 judul conference papers. selain data yang termuat pada laman SINTA,  Dr Iskandar Muda juga mencatatkan jumlah publikasi yang diraih melalui dua kelompok data, yakni data yang tercatat di jurnal Scopus serta data Google. Untuk publikasi Scopus, Dr Iskandar Muda telah menghasilkan 47 dokumen dan 953 sitasi. Sementara data yang dicatatkan pada Google, ia telah menghasilkan 147 dokumen dan 792 sitasi.

foto Dr Iskandar Muda

 

Posisi puncak yang diraih oleh dosen FEB USU itu merupakan catatan prestisius karena berhasil mengungguli 111.153 dosen dan peneliti lainnya. Selain itu juga, Dr Iskandar Muda berhasil meruntuhkan dominasi para dosen atau peneliti yang berasal dari berbagai universitas dan lembaga terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan sebagainya.

 

Dr Iskandar Muda bukanlah satu-satunya peneliti USU yang masuk dalam Top 50 Ranking SINTA Score. Drs Mahyuddin KM Nasution, MIT, Ph D, peneliti yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III USU juga masuk dalam Top 50 Ranking SINTA Score, dengan menduduki peringkat ke 45. Ia mencatatkan 4 jurnal artikel dan 32 judul conference paper yang terindeks scopus.

 

DSC 5331

 

Untuk data yang diakumulasikan selama tiga tahun terakhir oleh Scopus, Drs Mahyuddin KM Nasution, MIT, Ph D, telah menghasilkan 40 dokumen dan 176 sitasi. Sementara data yang dibukukan oleh Google mencatat 99 dokumen dan 1.120 sitasi yang telah dihasilkan olehnya.

 

Wakil Rektor III USU mengimbau kepada para peneliti USU untuk terus bersemangat dalam menulis paper dan  mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi terindeks scopus. Bukan saja hal tersebut sangat dibutuhkan sebagai sumbangsih ilmuwan terhadap proses kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban, namun juga untuk semakin menggiatkan aktivitas menulis dan melakukan penelitian. Pemikiran serta terobosan-terobosan baru sangat diperlukan untuk menghasilkan berbagai produk yang dibutuhkan manusia dalam memudahkan aktivitasnya sehari-hari. (Humas)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Warga Besipae NTT Diserang Massa Desa Tetangga, Warga Luka-Luka

Mon, 19 Oct 2020 01:02:18am

Liputan6.com, Kupang - Setelah ricuh dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor...

Wali Kota Tarakan Resmikan Program TNI Manunggal Membangun Desa

Mon, 19 Oct 2020 01:00:29am

Liputan6.com, Tarakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di Kota Tarakan secara resmi dimulai. Mulainya kegiatan ini ditandai oleh...

20 Desa Terdampak Banjir Garut, Termasuk 25 Rumah Ibadah

Mon, 19 Oct 2020 12:59:12am

Liputan6.com, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat...

Baca Juga