Minggu, 24 Mei 2026 - 07:13 WIB
banner ucapan Sekda revs

MAKI Sumsel : Dana Hibah pada APBD Sumsel 2015 – 2017 berpotensi langgar undang – undang

Jumat, 2 Juli 2021
277 views
0
IMG-20210702-WA0001

Kitamerahputih.com Dalam siaran persnya menyikapi penyidikan terkait dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya MAKI Sumsel melalui Jubir sekaligus Deputy MAKI Sumsel berucap, "Jelasnya sejak proses penganggaran sudah bermasalah karena aturan hibah di PP 58 tahun 2005 menyatakan, "Apabila Menteri Dalam Negeri dalam evaluasi 

RAPBD dan Rancangan

Pergub penjabaran APBD menyatakan bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang - undangan yang lebih tinggi, gubernur bersama DPRD harus melakukan perbaikan RAPD dan Rencana Pergub APBD", kata Deputy MAKI Sumsel.

 

"Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh gubernur dan DPRD, dan gubernur tetap menetapkan rancangan

peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan gubernur tentang penjabaran APBD menjadi peraturan daerah dan peraturan gubernur, Menteri Dalam Negeri membatalkan peraturan daerah dan peraturan gubernur

dimaksud sekaligus menyatakan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya", kata Deputy MAKI Sumsel itu.

 

"Kemudian Permendagri No. 39 pada Pasal 19 ayat (1) menyatakan "Penerima hibah bertanggungjawab secara formal dan material atas penggunaan hibah

yang diterimanya", kata Deputy MAKI itu.

 

"Selanjutnya pada ayat (2) dinyatakan "Pertanggungjawaban penerima hibah meliputi:

a.laporan penggunaan hibah;

b. surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa hibah yang diterima

telah digunakan sesuai NPHD; dan

c. bukti-bukti pengeluaran yang lengkap dan sah sesuai peraturan perundang - undangan bagi penerima hibah berupa uang", jelas Deputy MAKI selanjutnya. "Kemudian pada pasal (3) yang menyatakan Pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b

disampaikan kepada kepala daerah paling lambat tanggal 10 bulan Januari tahun

anggaran berikutnya", ucap Deputy MAKI Sumsel.

 

"Bagaimana dana hibah kepada Yayasan Pembangunan masjid Sriwijaya bisa di pertanggung jawabkan bila di cairkan tanggal 15 Desember 2015", kata Deputy MAKI Sumsel tertawa lebar.

 

Komposisi badan anggaran DPRD Sumsel yang ditetapkan dalam Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Prov Sumsel Nomor : 13 Tahun 2014 adalah :

Giri Ramamda, H. Chairul S. Matdiah, H. M. Yansuri, Nopran Marjani, H. A. Syarnuby, Robby Budi Paruhita, H.Uzer Efendi, M. A. Gantada, Yulius Maulana, Fahlevi Maiziano, Muchendy Mahzareki, Muhamad F. Ridho, Ir. Holda, H. A. Gani Subit, Hj. Nurwati Wahab, R. A. Noeringhati, Agus Sutikno, Rozak Amin, Edwar Jaya, Anwar Hasan, Hardy Sopuan, Efrans Efendy, kartika Sandra Desi, Budiarto Masrul, maliono, Jongcik Muhamaf , Achmad Bastari, Rusdy Tahar, Ramlan Holdan, Nasrul Halim, Erawan Abizar, Arkoni MD dan Kamirul. "Sebaiknya Jaksa pamggil mereka semua dan mintai keterangan tentang apakah Banggar membahas Dana Hibah Masjid Sriwijaya atau tidak dan jangan cuma bertanya kepada unsur pimpianan DPRD Sumsel saja", kata Deputy Maki Sumsel itu.

 

Sementara komposisi Komisi III saat itu : Muhamad F Ridho, Agus Sutikno, Didi Epriady, Uzer Efrndi, Usman Efendi, Muchendy Mahzareki, Herpanto, Hardy Sopuan, Maliono, Lucianty Fahri, Nato, Kamirul, dan Syapul Fadly "Panggil mereka suka tidak suka karena mereka yang membahasnya setelah dari Banggar", imbuh Deputy MAKI Sumsel.

 

Sementara Komisi V yang membidangi Kesra H. Fahlevi Maziano, RA. Anita Noeringhati, Riwi Nur Iswanto, Askweni, Sri Hernalini, Ike Mayasari, Holda, Nuwati Wahab, Rizal Kenedy, Hasbi Hasadiki, Susilawati, Mardiansyah, Erawan Abizar , Aslam Mahrom, Ardhani Awam. "Mereka juga harus di panggil dan ditanyai masalah dana hibah masjid Sriwijaya", kata deputy MAKI Sumsel Feri Kurniawan.

"Penyidik harus tegas dan tanpa pandang bulu atau tebang pilih karena korupsi tidak hanya karena menilep duit rakyat tapi juga karena memperkaya orang lain, diri sendiri dan atau koorpotasi", pungkas Feri Deputy MAKI Sumsel.

Dugaan korupsi dana hibah masjid Sriwijaya harus mengungkap semua aktor pelaku dan orang - orang terkait penggelontoran dana hibah ini.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Dapatkan Restu Bupati Toha, Saputra Candra Lesmana Siap Nahkodai KONI Muba dengan Sinergi Lintas Sektor

Fri, 17 Apr 2026 12:33:44pm

SEKAYU – Bursa pencalonan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian menghangat. Saputra Candra Lesmana,...

Gerak Cepat Polsek Karangrejo dan Peran LMP Tulungagung: Kasus Perampasan Kunci Motor Berakhir Damai

Thu, 16 Apr 2026 03:05:40pm

TULUNGAGUNG – Kasus tindak pidana perampasan konci dengan kekerasan yang sempat meresahkan warga di wilayah Karangrejo akhirnya menemui titik...

Tingkatkan Akses Keadilan, IKADIN Muba Buka Posko Konsultasi Hukum Gratis di Mal Pelayanan Publik

Thu, 16 Apr 2026 12:30:13pm

SEKAYU, KMP – Kabar baik bagi warga Bumi Serasan Sekate yang tengah menghadapi persoalan hukum namun terkendala biaya. Ikatan Advokat Indonesia...

Antisipasi Transisi Energi, Kadisnakertrans Muba Usulkan Peta Jalan “Green Skills” bagi Pekerja Migas dan Batubara

Thu, 16 Apr 2026 08:32:26am

PALEMBANG– Menghadapi tren global transisi energi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga...

MEMANAS! Rapat KONI Muba Berakhir Buntu, Nasib Kursi Ketua Umum Kini Digantung di Raker Jumat Ini!

Wed, 15 Apr 2026 12:17:43pm

SEKAYU – Tensi tinggi menyelimuti internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Alih-alih menghasilkan...

Baca Juga