SEKAYU, Kita Merah.com– Pagi itu, Jumat (23/01/2026), matahari baru saja membiaskan cahayanya di permukaan Sungai Musi ketika deru mesin kapal patroli Sat Polairud Polres Muba memecah keheningan. Namun, kedatangan petugas kali ini bukan untuk melakukan razia, melainkan membawa misi kemanusiaan yang hangat.

Di atas riak sungai wilayah Sekayu, para personel kepolisian menghampiri satu per satu perahu nelayan tradisional. Senyum ramah terpancar dari wajah Kasat Polairud AKP Suventri, S.H., saat ia menyapa para pejuang keluarga yang sedang mengadu nasib di aliran sungai legendaris tersebut.
Meringankan Beban di Atas Papan Kegiatan bertajuk Jumat Barokah ini menyasar para nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil tangkapan sungai. Bantuan paket sembako diserahkan langsung dari tangan petugas ke atas perahu nelayan, sebuah simbol kedekatan tanpa sekat antara Polri dan masyarakat pesisir.
Kasi Humas Polres Muba, AKP Hutahaean, S.M., mewakili Kasat Polairud, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk empati nyata.
"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi sebagai saudara bagi masyarakat perairan. Melalui sedikit bantuan ini, kami berharap dapur para nelayan tetap ngebul dan beban mereka sedikit teringan," ungkapnya.
Pesan Keselamatan di Tengah Arus
Sambil membagikan sembako, petugas juga menyisipkan pesan-pesan hangat tentang keselamatan. Mengingat cuaca yang terkadang tak menentu, AKP Suventri mengingatkan para nelayan untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan jiwa saat mencari nafkah.
Salah satu nelayan yang menerima bantuan tampak terharu. Sambil memegang paket sembako, ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
"Terima kasih, Pak Polisi. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami yang setiap hari berpanas-panasan di sungai," ucapnya singkat namun penuh makna.
Membangun Harmoni di Perairan
Melalui Jumat Barokah, Sat Polairud Polres Muba membuktikan bahwa seragam cokelat yang mereka kenakan memiliki sisi lembut yang penuh kepedulian.
Langkah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya membangun jembatan hati demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di sepanjang aliran Sungai Musi.
Dengan hubungan yang harmonis ini, diharapkan masyarakat tidak lagi merasa sungkan untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga kelestarian dan keamanan wilayah perairan Bumi Serasan Sekate.
Liputan6.com, Jakarta - Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (GM FKPPI) Jawa Timur melarang...
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioer Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso meminta perusahaan financial technology atau fintech tak...
TRIBUN-MEDAN.COM - Kolaliandri Ginting, mahasiswa semester 6 jurusan Administrasi Bisnis FISIP USU membuka lapangan kerja bagi mahasiswa yang...
JAKARTA - Industri musik dan perfilman Korea Selatan dalam hampir satu dekade ini telah membanjiri pasar di Asia, termasuk Indonesia. Tidak ingin...