"Tugas pemerintah itu juga harus banyak berkumpul dan bertemu masyarakat, banyak mendengar aspirasi, termasuk di dalamnya kritik bagi Kabupaten Muba sendiri," ujarnya.
Beni berharap, dari rembuk aktivis dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, dalam mengambil kebijakan pembangunan.
"Pemerintah Kabupaten Muba membutuhkan forum seperti ini, semoga berjalan lancar dan tertib sehingga pada waktunya nanti dapat menghasilkan masukan yang dapat kita pelajari dan ditindaklanjuti," tandasnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Rembuk Aktivis Muba Amrullah SSos mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Muba dan pihak terkait yang telah memberikan sumbangsih, saran dan pokok pikiran sehubungan dengan terselenggaranya kegiatan Rembuk Aktivis Muba.
"Terimakasih kepada semua yang sudah mendukung kegiatan ini. Ini adalah momen yang pas bagi kita untuk sama-sama saling mendengar supaya Kabupaten Muba lebih baik dimasa yang akan datang," pungkasnya.
Turut hadir, Forkopimda, Kajari Muba diwakili Kasi Intel Abu Nawas SH, Para Staf Khusus Bupati Muba dan Kepala Perangkat Daerah Muba.
Liputan6.com, Jakarta Kemenpora terus menunjukkan partisipasinya dalam meminimalisasi dampak pandemi COVID-19. Kali ini, Menpora Zainudin Amali...
Liputan6.com, Jakarta Merdeka Belajar episode keempat kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah organisasi penggerak. Sejak diluncurkan...
Liputan6.com, Jakarta - Budaya perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan bertahan di masa pandemi Covid-19. Perusahaan yang...
Liputan6.com, Jakarta - Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (GM FKPPI) Jawa Timur melarang...
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioer Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso meminta perusahaan financial technology atau fintech tak...