Kamis, 11 Juni 2026 - 04:28 WIB
Bijak Bermedia Sosial

DRA : Wartawan Bukan Hakim Lapangan, Pegang Teguh Kode Etik Jurnalistik dan Jaga Peradaban

Rabu, 31 Maret 2021
147 views
0
Screenshot_2021-03-31-09-52-12-65

DRA : Wartawan Bukan Hakim Lapangan, Pegang Teguh Kode Etik Jurnalistik dan Jaga Peradaban

Kitamerahputih.com
Rabu, 31/03/2021.

Sekayu - Sumsel, Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yakin bahwa profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Sebagai profesi jurnalis yang berhubungan erat dengan informasi, maka  tentu harus berita yang disajikan sesuai  fakta dan kebenaran.

"Saya tegaskan bahwa saya hadir  disini, sebagai kepala daerah yang wajib mengayomi  dan melayani warganya termasuk melindungi seluruh profesi wartawan, saya tetap konsisten akan mengayomi seluruh  elemen media yang berkarya di Musi Banyuasin dan termasuk IWO serta mendorong perkembangan IWO di Kabupaten Muba," ucap Dodi pada acara Pengukuhan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muba periode 2021 - 2026, di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021).

Dikatakan Dodi, menjadi wartawan itu berat karena bukan hanya penyampai berita tapi juga harus menjaga peradaban , yaitu sifat, tindak tanduk, etika, sopan santun.Bagaimana seorang wartawan harus bisa menyampaikan berita dengan lugas, terpercaya dan menjunjung tinggi peradaban.

"Benar dikatakan Ketum IWO pusat, bahwa wartawan juga harus peka terhadap bencana, sembari menggali berita untuk memberitahu pemerintah, karena kita pemerintah tidak boleh alergi dengan kritik, namun juga diperhatikan, jangan buat tulisan berita bikin yang sifatnya memprovokasi, kalau disampaikan dengan santun dan benar pasti akan diapresiasi dan dijadikan masukan bagi Pemkab,"ucapnya.

Kepala Daerah Terpopuler di Sosial Media ini juga menyampaikan, dengan telah terbentuknya IWO Muba, diharapkan dapat menjunjung tinggi  peradaban, menjadi organisasi yang mendapat pengakuan legitimasi dan menjadi  contoh organisasi bagi wartawan lainnya.

"Saya ucapkan selamat kepada pengurus daerah IWO Muba, beritakan secara benar dan jangan menjadi hakim di lapangan, karena ada kode etik yang harus dijunjung berdasarkan UU No 40/1999 Tentang Pers, jurnalis bukan hanya menyiarkan berita saja tapi punya tanggung jawab moral, dengan begitu akan bisa membawa IWO Muba menjadi organisasi yang dihormati,"pungkas Bupati DRA.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono menyampaikan ucapan selamat kepada IWO Muba yang sudah dikukuhkan. Dirinya berpesan agar IWO Muba dapat beramanah karena wartawan itu tugasnya berat, sebagai penyampai pesan kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Kalian wartawan harus amanah, sebagai penyampai pesan maka dalam menjalankan tugas, wartawan harus fokus pada kebaikan dan menjauhi kesesatan, karena kebaikan akan membawa kebaikan untuk negeri.  Kode etik  jurnalistik harus dipatuhi bersama, kalian boleh nulis apa saja tapi ingat ada tanggung jawab yang luar biasa di pundak kalian, karena menentukan hitam dan putih perjalanan, "ujarnya.

Jhodi menyebutkan, dari Aceh sampai Papua IWO sudah dilantik, jadi organisasi IWO bukan main-main lagi. Organisasi yang didirikan dengan semangat mandiri tanpa bersandar pada apapun, maka dari itu dirinya mengajak agar IWO tetap menjaga spirit membangun peradaban dan kemanusiaan.

"Tetap jadi wartawan dan manusia yang baik, tugas wartawan menulis berita, bukan terlibat dalam persoalan. Tetaplah jadi wartawan, kita tidak hendak jadi birokrat maka jadilah wartawan yang maju kedepan, kreatif dan terus berbenah dengan kemajuan teknologi, "pungkasnya.

Sementara itu Ketua IWO Muba Riyan Shaputra mengatakan, dengan telah dikukuhkan organisasi IWO Muba semoga dapat menjalin sinergitas dan silaturahmi yang baik, untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muba menuju Muba Maju Berjaya.

"Tantangan kemajuan di era digitalisasi ini tidak dapat kita hindari dan tidak bisa kita pungkiri, melalui kemajuan digitalisasi ini mudah-mudahan kami dapat mebangkitkan kecerdasan masyarakat melalui organisasi IWO Muba,"ucap Riyan.(rilis kominfo muba).

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Penegak Hukum Diminta Hati-Hati Tangani Kasus Perbankan

Mon, 19 Oct 2020 02:00:31am

Liputan6.com, Jakarta - Penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung diminta berhati-hati dalam menangani kasus perbankan. Pasalnya posisi perbankan...

4 Relawannya Dianiaya Oknum Polisi, PP Muhammadiyah Siapkan Jalur Hukum

Mon, 19 Oct 2020 01:58:37am

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan akan menempuh jalur hukum atas dugaan penganiayaan yang diterima 4 relawan...

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Warga Besipae NTT Diserang Massa Desa Tetangga, Warga Luka-Luka

Mon, 19 Oct 2020 01:02:18am

Liputan6.com, Kupang - Setelah ricuh dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor...

Baca Juga