kitamerahputih.com
Jumat, 18 Juni 2021
Bayung Lencir - Sumsel, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Bayung Lencir siap menuntaskan masalah Stunting (gizi buruk) yang menjadi momok bagi keluarga. Dimana TP PKK Bayung Lencir siap melaksanakan 10 program pokok TP PKK dalam menangani kasus stunting menjadi perhatian serius Pemerintah kabupaten dan TP PKK Kabupaten Muba.
Kali ini TP PPKK Kecamatan Bayung Lencir menggelar Rapat Kerja TP PKK Kecamatan Bayung Lencir. Sekaligus Pengukuhan Bunda PAUD & Duta Cegah Stunting Desa / Kelurahan Se-Kecamatan Bayung Lencir, Kamis (17/06/2021)
Camat Bayung Lencir M Imron SSos MSi mengatakan bahwa pada hari ini telah dilakukan pengukuhan Bunda PAUD, Duta Cegah Stunting dan Rapat Kerja TP PKK Kecamatan Bayung Lencir.
“Raker ini merupakan tindak lanjut dari Rakerda TP PKK kemarin, selain itu dilakukannya pengukuhan Bunda PAUD dan duta cegah stunting di kecamatan Bayung Lencir,”kata Imron.
Lanjutnya, kebanyakan orang mungkin tidak memahami istilah stunting. Stunting adalah masalah malnutrisi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dalam waktu yang lama.
"Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak-anak bahwa tinggi badan anak-anak lebih rendah atau lebih pendek (terhambat) dari standar usia mereka. Oleh karena itu melalui pengukuhan ini mensosialisasikan pencegahan stunting di Kecamatan Bayung Lencir,”jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Muba Dodi Reza Alex mengatakan pihaknya terus berkomitmen antara publik dan pemerintah hari ini guna percepatan penurunan angka pravelensi stunting yang terintergrasi berdasarkan data yang akurat.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Kondisi ini menjadi hambatan, salah satu hambatan terbesar ialah pada pembanguan SDM yang unggul dan berkualitas di semua daerah.
Terpisah Agustuti Imron mengatakan bahwa pihaknya siap turun kelapangan untuk mensosialisasikan tentang bahayanya stunting bagi masyarakat. "Kita berharap lewat pendekatan persuasif serta pemberian pemahaman secara berkala maka masyarakat dapat lebih bisa menerima dan memperhatikan kondisi ini." tuturnya.

Agustuti mengungkapkan bahwa langkah cepat yang mereka ambil dimulai dengan langsung melakukan pemantauan serentak tumbuh kembang balita di posyandu-posyandu yang ada di desa. "kita tidak menunggu lagi, langsung turun kelapangan." katanya.
Ketua TP PKK Desa Sukajaya , Juriyah mengaku bahwa pada hari ini (Jumat-red) kegiatan serentak pemantauan tumbuh kembang balita dilakukan didesanya. "kami akan sama-sama bekerja keras dengan ibu ketua TP KK kecamatan Bayung Lencir untuk mensosialisasikan stunting kepada masyarakat." tutupnya.
FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) meluncurkan buku ‘Pokok-pokok Adat Istiadat Perkawinan Suku Melayu Sumatera Timur’ di...
Medan, IDN Times.com - Universitas Sumatera Utara ternyata punya segudang prestasi. Sebagai universitas negeri yang tertua di Sumut, prestasi ini...
JAKARTA (Waspada) : Pasca pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sumatera Utara (IKA USU) Jakarta dan sekitarnya, akan menggelar...
Bisa lulus dari sekolah dan universitas tentu hal yang membanggakan bagi setiap mahasiswa. Apalagi jika kalian berhasil menjadi lulusan terbaik...
USUJakartaNews. Tidak ingin kehilangan moment untuk saling bersilaturahmi dan bermaafan, Alumni USU Jakarta, datang menghadiri acara Halalbi halal...