Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:07 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Sukses Rakernas Bogor, Jhodi Yudono : Tingkatkan Peran IWO Dalam Kebangsaan dan Ditengah Kemajuan Digitalisasi

Senin, 13 Desember 2021
141 views
0
IMG-20211213-WA0005

 

Bogor - Jabar, Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono menegaskan wartawan jangan rendah diri dalam menghadapi perkembangan jaman dan arus digitalisasi serta persaingan dengan para kreator digital.

Menurutnya, kita bisa belajar dari negara luar terkait peran wartawan sebagai penyemangat rasa kebangsaan. Siapa yang mengubah Nevada menjadi negara demokrasi ? tiada lain adalah wartawan.

“ Jadi, sebagai wartawan, kita tidak boleh minder dan rendah diri,” ujar Jodhi Yudono dalam paparannya di hadapan peserta rapat kerja nasional atau Rakernas IWO tahun 2021 yang digelar selama dua hari di New Panjang Jiwo Resort, kecamatan Sukaraja, kabupaten Bogor, Sabtu (11/12/2021).

Selain memberikan penyemangat rasa kebangsaan sebagai peran wartawan, Jodhi Yudono juga memberikan contoh para wartawan senior Indonesia yang mempunyai andil dalam sejarah perjuangan bangsa.

Seperti diketahui, Rakernas IWO Tahun 2021 yang mengusung tema “Kesadaran Kebangsaan Wartawan Online di Tengah Digitalisasi Media,” dibuka secara langsung oleh Ketua umum IWO Jodhi Yudono, dan diikuti langsung baik secara online dan offline oleh ratusan pengurus dan anggota dari 34 Provinsi se-Indonesia. Di tengah berlangsungnya kegiatan Ketua Umum KNPI terpilih tahun 2021 bekesempatan hadir dan memberikan arahannya.

Rekernas IWO yang berlangsung selama dua hari dari Sabtu hingga Minggu, 11-12 Desember 2021, menghadirkan Narasumber, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI DR. H. Ahmad Doli, Founder Kompasiana Pepih Nugraha, CEO Pikiran Rakyat Media Network Agus Sulistriyono dan Digital Developer Deden Lesmana. Dengan Moderator Lia Nathalia serta Monalisa dari MGSTV selaku MC.

Pepih Nugraha selaku founder Kompasiana dalam materinya menyampaikan bahwa peran media menjadi sangat penting bagi perkembangan umat manusia.

Menurut Pepih, media sudah ada sejak jaman batu dan bahkan sejak jaman nabi. Seperti nabi Musa menerima 10 Perintah Tuhan yang tertulis pada batu, dan batu itu merupakan sebuah media hingga terus jaman berubah mediapun mengalami perkembangan jaman dari jaman batu, kulit, dan kertas yang disebut koran hingga saat ini menjadi online.

” Jadi, kalau pada jaman dulu, nabi Musa membawa batu yang berisi 10 Perintah Tuhan sebagai pesan Tuhan, nah itulah media,” jelasnya.

Banyak yang dipetik dari paparan para narasumber terkait perkembangan media yang memiliki peran penting dalam kehidupan di tengah arus digitalisasi saat ini.

Antusias para peserta Rakernas pun tampak terlihat saat sesi tanya tanya jawab terkait perkembangan media serta peran wartawan dalam menghadapi tantangan jaman saat ini.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kantor Hukum Indafikri & Partners Layangkan Somasi ke PT Pertamina EP Field Pendopo Terkait Dugaan Limbah di Jirak Jaya

Wed, 3 Jun 2026 06:18:52am

  SEKAYU, MUBA – Kantor Hukum INDAFIKRI & PARTNERS secara resmi melayangkan surat somasi kepada Pimpinan c.g. Humas PT. Pertamina EP...

Kebakaran Hanguskan 4 Rumah di Lawang Wetan Muba, Kerugian Capai Rp400 juta

Mon, 1 Jun 2026 08:18:41am

SEKAYU — Kebakaran hebat melanda pemukiman warga di Dusun 3, Desa Bumi Ayu, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Senin...

Investasi Jangka Panjang Tulungagung: Cari Bibit Unggul Dunia Lewat Lapangan GOR Lembu Peteng

Fri, 29 May 2026 02:27:06pm

TULUNGAGUNG – Riuh rendah suara dari 19 kecamatan mengguncang GOR Lembu Peteng pada Jumat (29/5/2026). Di balik parade warna-warni defile...

Wujud Nyata Kepedulian, Bank Sumsel Babel Sekayu Berbagi Kehangatan Lewat Hewan Kurban

Wed, 27 May 2026 12:21:13am

SEKAYU – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Masjid Baitul Makmur Sekayu pada Selasa (26/5/2026), saat Bank Sumsel Babel (BSB)...

Menguap di Meja Dinas: Tiga Bulan Rekomendasi Pungli SMKN 3 Boyolangu Mandek Tanpa Sanksi

Tue, 26 May 2026 11:48:50pm

TULUNGAGUNG – Slogan transparansi dan bersih dari pungutan liar (pungli) di lingkungan pendidikan Jawa Timur kembali diuji. Memasuki bulan ketiga,...

Baca Juga