Jumat, 30 Oktober 2026 - 03:29 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Ramai-ramai RM di Muba Pakai Wadah Makanan dengan Pelepah Pinang

Sabtu, 12 Juni 2021
207 views
0
IMG-20210612-WA0016

 

SEKAYU- Ramah lingkungan dan getol menekan penggunaan plastik, inilah upaya yang terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Bumi Serasan Sekate. 

Kini, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai daerah penghasil kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik, namun ramai-ramai warga dan pemilik Rumah Makan (RM) di Muba sudah memanfaatkan pelepah pinang. 

Salah satunya RM skyseafoodlover yang merupakan gerai makanan laut dan aneka pindang yang berada di Kota Sekayu tepatnya di samping Polsek Sekayu yang kini telah memakai pelepah pinang sebagai wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik. 

"Yang jelas kalau pakai pelepah pinang lebih ramah lingkungan, dan harganya lebih murah dibandingkan plastik atau stryofoam," ungkap Owner RM skyseafoodlover, Ratna. 

Ratna mengaku dengan menggunakan pelepah pinang cost pengeluaran kebutuhan operasional RM nya jadi lebih hemat. 

"Selain lebih hemat dan ekonomis, dengan pakai pelepah pinang kita sebagai pelaku UMKM di Muba sepakat mendukung gerakan pak Bupati Dodi Reza untuk menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan," tuturnya. 

Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza mengapresiasi RM di Muba yang telah menggunakan pelepah pinang untuk dijadikan sebagai pengganti plastik dan stryofoam. 

"Saya berharap bertahap semua RM di Muba nantinya mulai memanfaatkan pelepah pinang untuk kebutuhan penjualan makanan sebagai pengganti plastik dan styrofoam," ujar Kepala Daerah Inovatif ini. 

Lanjutnya, produk hasil inovasi pengelolaan pelepah pinang menjadi wadah makanan pengganti styrofoam ini adalah sumbangan Muba untuk dunia serta bagain menjaga alam yang ramah lingkungan. 

"Kalau bicara soal pemberdayaan masyarakat desa, nah seperti inilah caranya. Selain kita berkontribusi untuk menjaga alam, perekonomian masyarakat desa juga bisa meningkat dengan inovasi seperti ini," terangnya. 

Dodi berujar ke depan Pemkab Muba akan mensupport produk ini untuk mengikuti rangkaian uji klinis hingga pengembangan produk lainnya. "Kita akan libatkan stakeholder terkait untuk dilakukan uji klinis dan mengeksplore produk lainnya yang bisa dibuat dari pelepah pinang ini," bebernya.

Inovasi piring ini menurut Dodi sebagai langkah konkrit pengentasan kemiskinan warga pedesaan yang ada di Muba. "Untuk itulah harus di support total. Dengan inovasi- inovasi seperti ini dapat menambah penghasilan warga Muba serta mengangkat nama daerah kita," tukasnya. 

Diketahui, hasil olahan pelepah pinang ini sebelumnya di inisiasi Warga Desa Mendis, Kecamatan Bayung Lencir, yang mana telah mengolah bahan limbah ramah lingkungan berupa pelepah pinang menjadi piring dan kotak makanan.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Koperasi Mendis Maju Bersama Supriyanto di Sekayu, Ibu Kota Kabupaten Musi Banyuasin menjelaskan pelepah pinang ini dapat dijadikan pengganti wadah plastik penyimpan makanan yang kurang ramah lingkungan seperti styrofoam.

"Sebelumnya pelepah pinang ini dibuang begitu saja, kalau pun digunakan hanya dijadikan penutup tempayan saja, tapi kini muncul kreasi baru dari warga,” katanya.

Ia mengatakan warga yang bermukim di kawasan hidrologis gambut Sungai Merang ini kini telah menjual hasil kerajinan tangan tersebut kepada para wisatawan. Bahkan belum lama ini, kata Supriyanto, mereka mendapatkan pesanan sebanyak 2.500 kotak nasi dari restoran di Jakarta.

Ia mengatakan teknologi yang diterapkan untuk pembuatan produk ini relatif sederhana karena hanya menggunakan alat mesin press.

“Awalnya pelepah pinak dicuci, kemudian dicetak menggunakan mesin press lalu dikeringkan menggunakan pemanas elektrik maupun secara manual di bawah terik matahari,” kata dia.

Selanjutnya dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang dikehendaki. Kemudian pelepah ditaruh ditempat penyimpanan bahan baku atau bisa langsung di cetak.

"Sebelum cetak, pelepah harus dibasahi agar lebih lentur dan tidak gampang sobek, dan uniknya tidak perlu dipelitur karena bisa mengkilat secara alami," kata dia.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Afni Junaidi Gumay Resmi Kembalikan Berkas Pendaftaran Balon Ketua DPD Golkar Muba

Thu, 10 Sep 2026 08:05:56am

SEKAYU – Proses pendaftaran Bakal Calon (Balon) Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masa bakti 2025–2030 resmi ditutup pada...

Momentum Kemerdekaan Bapenda Tulungagung Dorong Masyarakat Manfaatkan Program Pembebasan dan Bebas Denda Pajak Daerah 2026

Thu, 27 Aug 2026 02:29:53am

  TULUNGAGUNG — Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Pendapatan Daerah...

JEJAK ASAP DI BLOK L 25: MENUNTUT TANGGUNG JAWAB PT INDOFOOD ATAS KARHUTLA DI BAYUNG LENCIR

Sat, 22 Aug 2026 03:46:06pm

  MUBA — Kabut asap pekat kembali menyelimuti kawasan perkebunan kelapa sawit PT Swadaya Bhakti NegaraMas (anak perusahaan PT Indofood) di...

REKLAME TAK BAYAR PAJAK, BAPENDA MUBA TEMPEL STIKER TEGURAN

Thu, 13 Aug 2026 11:46:48am

  SEKAYU, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan peneguran kepada Wajib Pajak (WP) yang belum melunasi...

Tujuh Bulan Berjalan, Parkir Berlangganan Sumbang PAD Tulungagung Rp 6,95 Miliar

Wed, 5 Aug 2026 01:49:20am

Tulungagung – Penerapan sistem parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan...

Baca Juga