Sabtu, 26 September 2026 - 02:43 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Polemik SPPD Dewan Ke Amerika Oleh Sekwan, ini Kata Ketua DPRP Papua

Senin, 26 April 2021
165 views
0
Screenshot_2021-04-26-11-43-26-80

 

Kitamerahputih.com
Senin, 26 April 2021

Jayapura, Surat perjalanan Dinas yang dibuat Sekwan untuk melaksanakan perjalanan dinas ke Luar negeri mendapat klarifikasi oleh Ketua DPRP Jhony Banua Rouw,SE Jumat (23/4/2021) saat membuka secara resmi Orentasi Pembekalan Anggota DPRP Kursi Pengangkatan dan Pergantian Antar Waktu di Suni Garden Sentani Jayapura, hal ini agar tidak terjadi Polimik atau Perbedaan pandangan dari Publik kepada Lembaga yang terkait

Pimpinan Dewan Ketua DPRP Jhony Banua Rouw, SE mengucapkan permohonan maaf kepada Rakyat Papua yang mana Anggota DPRP telah melakukan Rencana Perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan mekanisme di DPRP, dan juga mohon maaf kalau selama ini telah memberikan Informasi yang tidak nyaman, Olehnya itu atas nama Lembaga Dewan terhormat saya Selaku Ketua DPRP ingin mengklarifikasi semua Informasi tersebut terkait surat Perjalanan Keluar Negeri yang dikeluarkan oleh Sekretaris Dewan Provinsi Papua.

Selaku Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua saya telah mengundang Sekretaris Dewan yang bertanggung jawab menandatangani surat Perjalanan Keluar Negeri ini, sebanyak tiga kali agar kita dapat klarifikasi bersama terkait beredarnya Surat tersebut hingga diketahui Publik agar tidak ada Perbedaan Pendapat diantara kita.

Dimana kita harus tahu bersama kenapa Surat itu bisa dikeluarkan Tujuannya apa  juga Landasannya apa, Anggarannya darimana, tetapi undangan saya selaku Pimpinan Dewan sebanyak tiga kali tidak ditanggapi dengan tidak memberikan alasan yang jelas kepada kami selaku Pimpinan, untuk itu sangat penting untuk kami DPRP Melakukan Klarifikasi.

Kata Jhony Banua Rouw selaku Ketua yaitu,
Pertama :
terkait surat tersebut di dalam Lembaga DPRP tidak ada agenda Perjalanan dinas keluar Negri artinya didalam buku APBD/ (DPA) DPRP tidak ada biaya perjalanan dinas ke Luar negeri.
Kedua :
Agenda Perjalanan dinas keluar Negeri tidak pernah ada Pemberitahuan dan tidak pernah diputuskan bersama atau karena situasional lalu dibahas dalam internal DPRP lalu memutuskan bahwa ini penting untuk kita pergi karena ada masalah kursial tentang Mahasiswa Papua diluar negeri maka kita bentuk Tim untuk berangkat, ini sama sekali tidak pernah kami selaku Pimpinan mengetahuinya.

Ketiga:
adalah dalam menyiapkan Surat tersebut kami Selaku pimpinan tidak mengetahui bahwa ada surat untuk melakukan Perjalanan Keluar Negeri oleh Anggota DPRP,

ke Empat :
adalah Surat tersebut ditujukan kepada KBRI Republik Indonesia yang ada di Washington isinya adalah mohon difasilitasi kunjungan DPRP bersama Tim yang didalamnya ada anggota DPR RI,DPRP dari beberapa Komisi,Sekwan ada Staf tenaga ahli dari DPRP tetapi juga ada staf Bapeda yang bukan stafnya Sekwan, dan ini yang menjadi pertanyaan ko mengapa Sekwan bisa membuat Surat meminta ijin untuk berangkatkan Orang yang bukan ada dibawa tupoksinya Sekwan, ini sudah melampaui kewenangan.

Kembali pada Tujuan Surat tersebut adalah untuk memfasilitasi kegiatan namun dalam pernyataan klarifikasi Sekwan secara pribadi lewat media bahwa maksud surat tersebu untuk permohonan ijin Visa yang harus ditujukan kepada Duta besar (AS) yang ada di Indonesia, tetapi tetapi menurut Ketua DPRP tujuan surat tersebut salah alamat dan juga dalam isi suratnya tidak menyebutkan untuk memintah Visa tetapi meminta fasilitasi Pertemuan tidak ada hubungannya dengan meminta Visa, pemahamannya, menurut Ketua DPRP Jhony Banua Rouw bahwa kalau tujuan surat untuk meminta fasilitasi Pertemuan berarti tidak ada kaitannya dengan visa karena pasti semuanya itu sudah beres baru dilakukan pertemuan bersama KBRI inikan aneh, belum ada visa sudah minta pertemuan.

Mekanisme perjalanan keluar Negri harus punya Pasport Dinas yang mendapat Ijin dari Mendagri agar dapat ijin luar Negri dan kalau Ijin ini mau keluar harus dilampirkan (DPA) DPRP untuk jadi bukti bahwa ada anggarannya, inikan di DPRP tidak ada anggaran nya kodisini sudah ada Visa dan ini merupakan hal yang salah dan tidak boleh terulang lagi, karena ini cara kerja yang menghabiskan Uang Rakyat di Papua

Untuk itu mari kita saling jujur dan terbuka sesama kita dan terutama kepada Rakyat kita jangan kita selalu membohongi mereka karena Rakyat kita ini masih banyak yang mengalami kesusahan, lebih baik kita gunakan Anggaran kita untuk menyentuh langsun Rakyat kita dipapua ini,”harap Ketua DPRP JBR. (Red Audry Latumahina)..

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Memperingati Hari Hutan Internasional LMP Macab Tulungagung melakukan Reboisasi bersama Pecinta Alam.

Sun, 21 Mar 2021 11:42:45am

  Kitamerahputih.comAhad 21 Maret 2021Tulung Agung, Laskar Merah Putih - Dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia, LMP ( Laskar Merah Putih...

Tiga Pilar Kecamatan Mayangan, dampingi Laskar Merah Putih sosialisasikan Prokes covid 19 dan Pembagian Masker

Fri, 19 Mar 2021 12:30:44pm

Kitamerahputih.comJumat 19 Maret 2021Mayangan Probolinggo, Tiga Pilar Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo bersama Laskar Merah Putih, terus...

KH Nizar Irsyad Ketua DP MUI Kota Probolinggo terima kunjungan Silaturrahmi Laskar Merah Putih

Fri, 19 Mar 2021 12:23:07pm

  Kitamerahputih.comJumat 19 Maret 2021Kedopok Probolinggo, MUI Kota Probolinggo – Laskar Merah Putih (LMP) Kota Probolinggo gelar kegiatan...

Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Terima Audiensi Pengurus LMP Markas Cabang Tulungagung

Thu, 18 Mar 2021 04:46:45pm

Kitamerahputih.com Rabu 17 Maret 2021Tulung Agung, Ketua DPRD Tulungagung Marsono menerima audiensi pengurus Laskar Merah Putih Markas  Cabang ...

Laskar Merah Putih Kab Tulung Agung datangi Kantor Gubernur Jawa Timur

Thu, 18 Mar 2021 10:38:10am

  Kitamerahputih.com Kamis 18 Maret 2021 Tulung Agung, Dalam rangka implementasi visi misi organisasi di masyarakat, sudah selayaknya sebuah...

Baca Juga