Roda pemerintahan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) belakangan ini dinilai tengah menghadapi fase krusial.
Kelambatan serapan anggaran dan sejumlah proyek infrastruktur yang belum berjalan optimal memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Situasi ini diperparah dengan kondisi finansial daerah yang dikabarkan mengalami penurunan, sebuah realitas yang menuntut hadirnya formula kepemimpinan yang matang dan responsif.
Kondisi ini memantik keprihatinan mendalam dari para elite politik lokal.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muba, Irwin Zulyani, secara terbuka menyatakan rasa mirisnya melihat mandeknya sejumlah agenda strategis daerah.
Penurunan kapasitas fiskal Muba saat ini dinilai memerlukan penanganan serius agar tidak berdampak lebih luas pada kesejahteraan masyarakat.
Nada serupa juga disuarakan oleh Sekretaris DPC PDIP Muba, Ahmadi Dausad, SE, yang memandang perlunya langkah konkret untuk mengembalikan stabilitas pembangunan di Bumi Serasan Sekate.
Di tengah suasana melambatnya roda pemerintahan tersebut, dinamika politik menjelang kontestasi ke depan justru mulai menghangat.
Munculnya sinyal kedekatan antara Irwin Zulyani dan Ahmadi Dausad—yang ditandai dengan momen kebersamaan keduanya—mulai dibaca publik sebagai sebuah alternatif solusi kepemimpinan.
Pemerhati sosial dan masyarakat Muba, Sartoto Waliun, menilai wacana bersatunya kedua tokoh muda ini bukan sekadar hal yang wajar, melainkan sangat layak diperhitungkan. Keduanya dinilai memiliki modal politik dan rekam jejak yang saling melengkapi.
Irwin Zulyani, dengan pengalaman dua periode sebagai anggota legislatif, tentu sudah sangat memahami seluk-beluk regulasi dan kebutuhan mendasar masyarakat Muba.
Di sisi lain, Ahmadi Dausad dipandang sebagai figur yang jauh lebih matang secara birokrasi dan politik praktis berkat pengalamannya menduduki kursi wakil rakyat selama empat periode berturut-turut.
Secara historis, PDIP di Musi Banyuasin memiliki catatan emas sebagai partai penentu kemenangan (kingmaker) dalam beberapa kali perhelatan Pilkada, di mana paslon yang diusung kerap keluar sebagai pemenang.
Meskipun pada dinamika Pilkada 2024 lalu terjadi pergeseran arah dukungan struktural, basis loyalis PDIP di akar rumput terbukti tetap solid dan memiliki daya tawar politik yang tinggi.
Jika mengalkulasi potensi yang ada, penggabungan kekuatan antara Partai Gerindra yang merepresentasikan semangat pembaruan dan PDIP dengan mesin politiknya yang matang serta sarat pengalaman, akan menciptakan poros koalisi yang sangat perkasa.
"Artinya Duet Irwin Zulyani dan Ahmadi Dausad bukan tidak mungkin akan menjadi jawaban atas kebuntuan pembangunan dan penurunan ekonomi yang saat ini tengah membayangi Kabupaten Musi Banyuasin," ujar Satoto Waliun.(Tim)
SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus melakukan langkah strategis dalam mengoptimalkan lahan produktif sekaligus mencetak jiwa...
KITA MERAH PUTIH, TULUNGAGUNG – Guna mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sukses...
BAYUNG LENCIR, MUBA – Keluhan masyarakat terkait akses jalan yang sulit dilalui saat musim hujan di Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lencir, kini...
TULUNGAGUNG (20/02/2026) – Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung menggelar Rapat Dengar Pendapat (hearing) panas bersama Ormas Laskar Merah Putih di...
Puluhan Alquran dibagikan kepada anak-anak pengajian di Masjid Nurul Iman, Desa Ulak Teberau, Kecamatan Lawang Wetan, Kamis (19/2/2026). Kegiatan...