Kamis, 3 September 2026 - 11:42 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Cegah Stunting di Masa Pandemi COVID-19, HIPPG Minta Bu Thia Jadi Narasumber dan Duta Nasional

Selasa, 9 Maret 2021
411 views
0
Screenshot_2021-03-09-15-18-50-24

Cegah Stunting di Masa Pandemi COVID-19, HIPPG Minta Bu Thia Jadi Narasumber dan Duta Nasional

kitamerahputih.com
Selasa, 09/03/2021.

Sekayu - Sumsel, Selain menghadapi pandemi COVID-19, Indonesia juga punya masalah yang perlu diatasi yakni gizi buruk. Sebab gizi buruk bisa memicu stunting. Dilansir dari laporan resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sebanyak 3 dari 10 anak Indonesia mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh masa bayi di bawah umur lima tahun (balita).

Menurut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Hj Thia Yufada Dodi Reza, keluarga adalah aspek terpenting menekan angka stunting di masa pandemi COVID-19. Menurutnya seorang ibu punya peran sangat penting bagi anak-anaknya.

“Angka stunting di Kabupaten Muba tahun 2020 menurun, berkat PKK bersama Dinas Kesehatan dan semua stakeholder berkoordinasi dan kerjasama untuk pencegahan stunting," ujarnya saat jadi Keynote Speaker dalam acara Web Seminar (Webinar) yang diselenggarakan oleh Habibie Institute for Publik Policy and Governance (HIPPG) Universitas Indonesia (UI), di Ruang rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (9/3/2021).

Duta Cegah Stunting Kabupaten Muba ini juga mengatakan, pencegahan stunting telah diupayakan secara aktif oleh posyandu, sosialisasi dan edukasi. Namun, selama pandemi COVID-19 kegiatan tersebut menjadi terhambat.

Oleh karena itu, Istri Bupati Muba ini mengajak para ibu-ibu berusaha mewujudkan berbagai inovasi agar upaya pencegahan stunting tetap berjalan dengan baik seperti sebelumnya.

Selain keluarga sebagai wadah terpenting, menurut Thia kolaborasi antar pihak seperti sekolah juga penting untuk memberikan edukasi pengawasan di kalangan remaja.

Salah satu upaya yang dilakukannya antara lain, sosialisasi, edukasi dan pengawasan secara online melalui media sosial. Dia menambahkan, bantuan lain yang diberikan berupa pemberian makanan yang mengandung nutrisi, protein, dan gizi yang cukup.

Direktur Eksekutif HIPPG Dr drg Widya Leksmanawati Habibie Sp Ort MM menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemkab Muba menurunkan angka stunting di Kabupaten Muba.

"Luar biasa program-program yang telah dilakukan Pemkab Muba dalam menurunkan angka stunting, terutama peran Ibu Thia Yufada sebagai Duta Cegah Stunting. Di sini peran ibu-ibu sangat dimanfaatkan. Kami mengharapkan Bu Thia bisa jadi narasumber atau motivator untuk cegah stunting secara nasional. Kami yakin bisa memotivasi para kader-kader posyandu di indonesia terkait angka stunting ini,"ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabuoaten Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai program dalam penurunan angka stunting ini. Seperti sosialisasi untuk ibu hamil serta pasangannya dapat memperoleh informasi terkait asupan nutrisi yang baik selama masa kehamilan yakni menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, dan yodium. Saran lain berupa himbauan agar ibu hamil dapat menjalankan pemeriksaan rutin ke posyandu.

Dikatakan Azmi, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir dan nampak setelah anak berusia 2 tahun.

"Untuk itu perlu perbaikan pola asuh, pola makan dan perbaikan sanitasi tiga komponen ini perlu penanggulangan dengan cepat, akan didata kelapangan ke daerah, desa-desa, tentu Pemkab juga ikut berperan dalam hal ini," ucapnya.

Dirinya menambahkan, masalah stunting merupakan tata kelola dalam penanganannya sehingga diperlukan kesamaan visi. Dirinya berharap lewat webinar muncul kesamaan visi dalam menangani stunting hingga nilai angka stuting di tahun 2024 turun. Upaya ini diyakininya bisa mempercepat langkah dan lebih inovatif menyelamatkan rakyat dari era pandemi covid ini.

"Di Muba menghadapi masalah gizi yang berdampak terhadap kulitas Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu masih tinggi prevalensi anak balita pendek (stunting). Dan stunting tersebut adalah sebuah kondisi berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur seseorang ternyata lebih pendek dibandikan tinggi badan seusianya," ungkapnya.

Azmi  juga menyebutkan, faktor langsung mempengaruhi status gizi balita yaitu faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi kedua ini saling mempengaruhi. Kualitas lingkungan hidup terutama adalah ketersediaan air bersih sarana sanitasi dan perilaku hidup sehat seperti kebiasaan cuci tangan dengan sabun, buang air besar di jamban, tidak merokok dan sirkulasi udara dalam rumah.(rilis pemkab muba)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Wabup Rohman Serahkan LKPD Muba ke BPK Sumsel

Tue, 31 Mar 2026 01:05:51am

Palembang – Langkah nyata dalam menjaga akuntabilitas keuangan daerah terus ditunjukkan Pemkab Musi Banyuasin. Hal ini ditandai dengan penyerahan...

Perkuat Ekonomi Muba, Bank Sumsel Babel Kucurkan Rp240 Juta untuk Subsidi Paket Sembako

Mon, 30 Mar 2026 08:02:23am

Bank Sumsel Babel Sekayu Perluas Jangkauan Subsidi Pangan Bersama Dagperin dan Ketahanan Pangan SEKAYU — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin...

Pererat Silaturahmi, Kesbangpol dan BPBD Muba Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Mon, 30 Mar 2026 07:58:05am

MUBA – Mengawali hari kerja dalam suasana Idulfitri 1447 H, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Badan Penanggulangan Bencana...

DPRD Muba Gelar Rapat Paripurna, Bahas LKPJ Bupati Muba Tahun Anggaran 2025

Mon, 30 Mar 2026 01:07:48am

SEKAYU- Rapat Paripurna Masa Persidangan II Rapat ke-4 dalam rangka, Penyampaian Laporan Panitia – Panitia Khusus Kepada Pimpinan DPRD Kabupaten...

Melepas Belenggu APBD: Strategi “Out of the Box” Membangun Muba Melalui Sinergi Non-Anggaran

Sun, 29 Mar 2026 06:31:16am

Keterbatasan anggaran seringkali dianggap sebagai tembok besar yang menghentikan laju pembangunan. Namun, di era transformasi saat ini, memandang...

Baca Juga