Minggu, 3 Mei 2026 - 09:16 WIB
banner ucapan Sekda revs

Rotasi Sekda Tulungagung: Manuver Politik di Tengah Perebutan Kendali Birokrasi

Jumat, 12 Desember 2025
177 views
0
IMG-20251212-WA0045

Kita merah Putih.com - Pelantikan 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, pada Kamis (11/12/2025) di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, memicu sorotan tajam. Fokus utama publik dan pengamat politik adalah pergeseran posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Tri Hariadi ke jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), sebuah demosi yang dinilai sangat beraroma kepentingan politik.

Pergeseran ini menguatkan dugaan adanya ketidakselarasan politik dan administratif antara Bupati dan pejabat ASN tertinggi di daerah tersebut.

 

Sekda sebagai 'Benteng' Kekuasaan

Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Tulungagung, Hendri Dwiyanto, secara eksplisit menilai bahwa keputusan Bupati untuk menggeser Sekda—yang secara legal diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur atas usul Bupati—menunjukkan adanya upaya kuat untuk membersihkan "orang lama" yang mungkin tidak sejalan dengan visi atau kepentingan politik petahana.

"Bupati yang memutasi seorang Sekda ke Jabatan Kepala Dinas sangat beraroma politik. Publik dapat menilai bahwa sangat mungkin terjadi ketidakharmonisan Bupati dan Sekda, sehingga bupati mengusulkan ke Gubernur untuk memberhentikan Sekda," tegas Hendri, Jumat (12/12/2025).

Dalam konteks politik lokal, Sekda sering dianggap sebagai "juru kunci" anggaran, kebijakan, dan stabilitas birokrasi. Mengganti Sekda adalah langkah vital untuk memastikan kendali penuh terhadap sumber daya pemerintahan menjelang tahun politik atau masa jabatan berikutnya. Demosi ini dipandang sebagai pesan politik yang kuat kepada seluruh jajaran ASN agar tunduk pada garis komando politik Bupati.

 

Legalitas dan Transparansi Dipertanyakan

Isu legalitas menjadi titik sentral dalam polemik ini. Hendri Dwiyanto menekankan bahwa jabatan Sekda adalah jabatan ASN tertinggi yang pengangkatan dan pemberhentiannya harus melalui keputusan Gubernur.

"Intinya Bupati Tulungagung harus menjelaskan kepada publik, sudahkah semua prosedur demosi atau rotasi Sekda ke posisi Kepala Disnakertrans sudah ada izin resmi dari Gubernur Jatim, Mendagri, Menpan RB, dan BKN RI?" ujarnya mempertanyakan.

Kurangnya transparansi dalam proses demosi ini dituding sebagai upaya untuk menutupi motif politik di baliknya. Jika prosedur tidak dipenuhi, keputusan ini dapat berpotensi cacat hukum.

Jalan PTUN sebagai Uji Kekuatan Politik

Menanggapi situasi ini, Hendri menyarankan Sekda Tri Hariadi mengambil langkah hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Langkah ini bukan hanya tentang mencari keadilan personal, tetapi juga menjadi uji materi terhadap otoritas dan prosedur yang digunakan oleh Bupati.

"Uji melalui PTUN bisa dilakukan dengan menunjuk seorang Lawyer yang ahli di bidang Ketatanegaraan. Untuk menghindari konflik of inters, sebaiknya menggunakan seorang lawyer yang berasal dari luar Tulungagung dan atau Luar Jawa Timur untuk mengambil langkah Hukum," saran Hendri.

Upaya hukum melalui PTUN akan menjadi arena pertarungan politik-administrasi yang dapat mengungkap sejauh mana kepentingan politik telah mengintervensi penataan jabatan struktural tertinggi di Pemkab Tulungagung, sebuah kondisi yang dikhawatirkan Hendri akan mengganggu keberlanjutan roda pemerintahan daerah.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Pemkab Demak Kembali Raih Opini WTP

Mon, 19 Oct 2020 03:34:37am

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pemkab Demak kembali meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)....

INFOGRAFIS: Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik Covid-19

Mon, 19 Oct 2020 03:22:04am

Liputan6.com, Jakarta - Vaksin Covid-19 menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Namun vaksin yang diharapkan belum ada. Hingga saat ini, mematuhi...

HUT ke-56 Golkar: Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang

Mon, 19 Oct 2020 03:18:26am

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan HUT ke-56 Partai Golkar tahun 2020 mengangkat tema "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang." Tema ini...

6 Hoaks Kesehatan: Masker Picu Kanker hingga Harga Vaksin Covid-19 Mahal

Mon, 19 Oct 2020 03:17:15am

Liputan6.com, Jakarta - Selama seminggu terakhir, ada banyak hoaks yang beredar di masyarakat, khususnya di media sosial. Masih banyak hoaks tentang...

Layanan Kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi Raih Penghargaan Kemenkes

Mon, 19 Oct 2020 03:12:38am

Liputan6.com, Banyuwangi Program kesehatan Teropong Jiwa Banyuwangi mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI. Program pemberian terapi...

Baca Juga