Senin, 8 Juni 2026 - 02:23 WIB
Lebaran pak BUP&WABUP panjang

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
265 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Resmi Jabat Stafsus Bupati, Ustad Coy Dibanjiri Ucapan Selamat

Mon, 14 Apr 2025 01:18:55pm

MUBA - Kantor Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Dibanjiri Papan Ucapan Karangan Bunga, Pada Senin (14/04/2025). Hal tersebut mewarnai resminya...

Ketua LMP Tulungagung Sayangkan Gagalnya Temui Kepala SMKN 3 Boyolangu Saat Pertanyakan Juknis PPDB 2025

Mon, 14 Apr 2025 09:42:19am

Tulungagung,  – Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Tulungagung, TA Hendri Dwianto, menyayangkan kegagalannya bertemu dengan Kepala SMKN...

DPO Lapas di Tangkap Usai Beraksi

Mon, 14 Apr 2025 06:19:01am

Kita merah putih.com - Dua Orang Pelaku pencurian dan pemberatan berhasil ditangkap unit reskrim polsek batang hari leko resor musi...

Transformasi Telekomunikasi: Waktunya Beralih dari kartu fisik ke eSIM

Sun, 13 Apr 2025 02:08:01pm

Musi Banyuasin digital yang terus berkembang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Musi Banyuasin, Herryandi Sinulingga AP, mengajak masyarakat...

Hasil Musda Ke – I IWO Muba, Resmi Riyansyah Putra Terpilih Kembali Sebagai Ketua IWO Muba

Sun, 13 Apr 2025 02:06:01pm

  MUBA - Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Ke - I Ikatan Wartawan Online (IWO)...

Baca Juga