Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:24 WIB
Bijak Bermedia Sosial

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
342 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Dinilai Minim Transparansi, Papan Aset Gedung Pengolahan Ikan Pemkab Muba Disorot Aktivis

Thu, 16 Jul 2026 11:54:06am

  SEKAYU – Tata kelola aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin kembali memicu kritik. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada papan...

Korsleting Kabel Induk Depan Sekolah Muhammadiyah Sekayu Berhasil Dijinakkan Damkar Muba dalam 7 Menit

Tue, 14 Jul 2026 01:17:10pm

  SEKAYU, MUBA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat mengatasi insiden kebakaran...

Bidik Juara Umum Lagi, Polres Muba Buka Pusat Latihan Silat untuk Lestarikan Budaya

Tue, 14 Jul 2026 02:47:22am

SEKAYU, 13 JULI 2026 – Pasca sukses besar menyabet predikat Juara Umum pada ajang Kapolda Cup II 2026 dengan torehan 27 medali, Kepolisian Resor...

Pantang Surut Diterjang Kantuk: Dedikasi 24 Jam Damkar Muba Jinakkan Api di Tengah Malam

Sun, 12 Jul 2026 11:52:31pm

SEKAYU – Ketika sebagian besar warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tengah terlelap dalam buaian mimpi, alarm darurat justru berbunyi keras di...

JUARA UMUM KAPOLDA CUP II 2026: Ketua Himssi GP Muba Beri Apresiasi Tinggi Atas Dominasi Prestasi Polres Muba

Sun, 12 Jul 2026 09:22:47am

SEKAYU, 12 JULI 2026 – Keberhasilan spektakuler Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin (Muba) dalam menyabet predikat Juara Umum pada ajang...

Baca Juga