Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:01 WIB
Bijak Bermedia Sosial

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
342 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Polres Muba Borong 27 Medali dan Sabet Juara Umum di Kapolda Cup VI 2026, Duet Aipda Juendi & Aiptu Martin Dedi Martin Raih Emas Badminton

Sun, 12 Jul 2026 09:16:12am

SEKAYU, 12 JULI 2026 – Prestasi gemilang dan membanggakan kembali diukir oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Musi Banyuasin (Muba) dalam ajang...

Diterjang Kebakaran Sabtu Pagi, Dua Pemilik Rumah di Lawang Wetan Rugi Puluhan Juta

Sat, 11 Jul 2026 07:47:54am

SEKAYU — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Dusun 3, Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)...

Garda Terdepan Kesejahteraan Rakyat, IIPG Muba Gelar Sarasehan dan Diklat Peningkatan Kapasitas Perempuan

Fri, 10 Jul 2026 04:05:22am

MUBA, 10 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Istri Partai Golkar (DPD IIPG) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses menggelar acara Sarasehan...

Disnakertrans Muba Dorong Penguatan Hubungan Industrial yang Harmonis Antara Pekerja dan Perusahaan

Fri, 10 Jul 2026 12:02:36am

  Sekayu - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi menerbitkan Surat Anjuran terkait dinamika...

Perkuat Peran Perempuan, PD KPPG Musi Banyuasin Gelar Diklat dan Siap Hadapi Tantangan Digital

Thu, 9 Jul 2026 02:55:12am

MUBA — Pimpinan Daerah Kesatuan Perempuan Partai Golkar (PD KPPG) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan...

Baca Juga