Senin, 8 Juni 2026 - 11:42 WIB
BB

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
265 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Hasil Survei LSI Denny JA : Lucianty – Syaparuddin Diambang Bupati Muba, Unggul di Semua Segmen Pemilih  

Sat, 23 Nov 2024 10:43:03am

PALEMBANG -  Pilkada Musi Banyuasin tahun 2024 merupakan “pertarungan” sengit yang melibatkan calon Bupati perempuan. Hj Lucianty yang...

Ketua STAI Rahmaniyah Sekayu Mewisuda 45 Orang Sarjana Pendidikan”

Thu, 21 Nov 2024 05:33:39am

Wisuda STAI Rahmaniyah Sekayu Program Studi S. 1 PAI dilaksanakan di Aula Kampus Yayasan Rahmany Kamis, 21 November 2024 berjumlah 45 Orang....

Aiman Fikri, S.Pd.I., M.Pd:Jaga Nama Baik Almamater

Wed, 20 Nov 2024 07:28:10am

Kita Merah Putih.com Sekayu Momentum yang mengharukan saat orang tua bersama anaknya naik ke panggung menyaksikan jernih payahnya di yudisium...

Singkronisasi program DPD Gema Keadilan Muba, Kunjungi DPP Gema Keadilan

Wed, 20 Nov 2024 04:20:48am

Dewan Pimpinan Daerah ( DPD) Gema Keadilan Kabupaten Musi Banyuasin Melakukan kunjungan kerja ke Dewan Pimpinan Pusat ( DPP) Gema Keadilan, Selasa...

Podcast Orang Cerdas(POC) Studi tiru ke RRI Jakarta

Wed, 20 Nov 2024 03:32:48am

Kita Merah Putih.com podcast audiovisual semakin diminati berbagai kalangan. Meningkatkan popularitas podcast tentunya disebabkan oleh kebiasaan...

Baca Juga