Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:26 WIB
Bijak Bermedia Sosial

K MAKI : PAD Petro Muba Harusnya Lebih dari Rp 10 Milyar

Senin, 20 Mei 2024
415 views
0
IMG-20240520-WA0032

 

MUBA - Hangatnya Informasi tentang Pengeboran Minyak Illegal yang terus marak diwilayah kabupaten Musi Banyuasin, sepertinya menjadi dinamika baru di kalangan masyarakat apalagi hal ini sudah menjadi isu tingkat Nasional.

Menurut Rilis yang dikeluarkan oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK dan jajaran beberapa hari lalu, Sumur Minyak yang terdata sampai Hari ini berjumlah 10.000.

Artinya Bertambah sebanyak, 3.000 Sumur Minyak dalam setahunnya. Ini Potensi yang baik jika menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Perusahaan Plat Merah (BUMD).

Tercatat, kabupaten Musi Banyuasin memiliki PT Petro Muba sebagai Perusahaan Perseroda yang bergerak sebagai Penopang Angkat Angkut Minyak bekerjasama dengan PT Topsa.

Menjadi Pertanyaan Besar, sudah sejauh mana Kontribusi PT Petro Muba sementara jumlah Produksi Minyak Illegal diwilayah Kabupaten Musi Banyuasin kian bertambah banyak.

Dikutip dari pemberitaan sebelumnya, bahwa Pada Tahun 2023 PT Petro Muba menyerahkan Deviden sebesar Rp 3 Milyar melalui Tahun Buku 2023. Ini menjadi suatu tanda tanya besar bagaimana bisa PT Petro Muba menyerahkan Deviden Rp 3 Milyar sementara jika dikalkulasikan Petro Muba hampir menghasilkan Pendapatan lebih dari Rp 10 Milyar dalam setahun.

Sementara itu, PT Petro Muba dibawah Komando Direktur Utama Khadafi SE, sejauh ini belum melaporkan Deviden Tahun Buku 2023.

Direktur Utama PT Petro Muba Khadafi SE saat dikonfirmasi awak media terkait Deviden yang yang belum disampaikan sampai berita ini diterbitkan tidak mendapatkan jawaban.

Sementara itu Menurut Deputy K MAKI Sumsel Ir Feri Kurniawan mengatakan, Deviden saham Pemkab Musi Banyuasin dari bisnis BUMD Petro Muba Holding belum mencerminkan pendapatan usaha yang sebenarnya. 

"Petro Muba selaku penampung minyak dari Tambang Rakyat harusnya mendapat untung puluhan milyar bahkan ratusan milyar dari selisih penjualan minyak TR yang di tampung Petro Muba dan di jual ke pertamina," kata Feri Kurniawan, Minggu (19/5/2024).

Dilanjutkan Feri Kurniawan, Kemudian pajak yang harus di bayar ke negara akan menjadi beban Petro Muba kepada negara sebesar 7% dari penjualan minyak.

"Aneh bila deviden kecil sementara tanggungan pajak sangat besar. Jangan sampai Petro Muba jadi alat mafia ilegal drilling melegalkan penambangan luar atau ilegal drilling. Intinya PAD dari saham Petro Muba minimal diatas Rp. 10 milyar bila dilihat dari bisnis Petro Muba Holding," pungkasnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Warga Besipae NTT Diserang Massa Desa Tetangga, Warga Luka-Luka

Mon, 19 Oct 2020 01:02:18am

Liputan6.com, Kupang - Setelah ricuh dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor...

Wali Kota Tarakan Resmikan Program TNI Manunggal Membangun Desa

Mon, 19 Oct 2020 01:00:29am

Liputan6.com, Tarakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di Kota Tarakan secara resmi dimulai. Mulainya kegiatan ini ditandai oleh...

20 Desa Terdampak Banjir Garut, Termasuk 25 Rumah Ibadah

Mon, 19 Oct 2020 12:59:12am

Liputan6.com, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat...

Baca Juga