Selasa, 5 Mei 2026 - 10:51 WIB
banner ucapan Sekda revs

Hujan Air Mata dan Spanduk Protes di Lalan: Warga Muba Desak Janji Pembangunan Jembatan yang Roboh

Jumat, 2 Januari 2026
120 views
0
IMG-20260102-WA0056

MUSI BANYUASIN (Muba) – Ratusan warga Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menggelar aksi damai yang dipenuhi keharuan dan kekecewaan di bawah guyuran hujan gerimis pada hari Jumat (2/1/2026). Aksi ini adalah puncak dari penderitaan panjang dan kekecewaan mendalam atas robohnya Jembatan Lalan, yang merupakan jalur vital, akibat ditabrak oleh tongkang batu bara.

Di lokasi aksi, massa yang terdiri dari berbagai usia membentangkan spanduk-spanduk yang berisi jeritan hati. Mereka menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan mendesak realisasi janji pembangunan kembali jembatan yang tak kunjung terealisasi.

Aksi ini dikoordinir oleh Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan, yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Satya Mertha.

"Aksi damai ini sekaligus bentuk dukungan kami terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan untuk menutup alur sementara, dikarenakan janji pembangunan tidak terealisasi," tegas I Gusti Ketut Satya Mertha di tengah massa yang basah kuyup

 

Lima Tuntutan Keras di Tengah Duka Warga

Di bawah langit yang kelabu, rintik hujan seolah ikut merasakan duka kolektif, warga Lalan menyuarakan lima tuntutan utama yang tertulis jelas pada spanduk-spanduk mereka, yang diarahkan kepada pemerintah dan perusahaan terkait:

Mendesak dilanjutkannya pembangunan Jembatan Lalan.

Menutup alur Sungai Lalan secara permanen bagi perusahaan yang menggunakan alur tersebut hingga jembatan dibangun.

Mendesak evaluasi izin perusahaan jika tidak bersedia melanjutkan pembangunan jembatan.

Menuntut perhatian terhadap dampak sosial akibat robohnya jembatan, termasuk penyediaan fasilitas penyeberangan gratis.

Menetapkan batas waktu pembangunan jembatan maksimal 7 bulan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2026.

Puncak aksi protes ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan "Alur Ditutup Sementara" di akses sungai, menjadi simbol perlawanan keras terhadap perusahaan yang dianggap lepas tangan.

Penderitaan dan Harapan dari Lintas Generasi

Spanduk-spanduk yang dibentangkan mencerminkan keputusasaan kolektif, memuat seruan yang ditujukan langsung kepada Presiden RI, Gubernur Sumatera Selatan, hingga Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, agar sudi "menolong jeritan hati" warga Lalan. Kehancuran jembatan telah melumpuhkan denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat, memaksa mereka menjalani hari-hari dengan kesulitan akses yang parah dan biaya tinggi.

Penderitaan warga Lalan turut disuarakan oleh para tokoh masyarakat yang hadir.

 Salah satunya adalah Bapak Astawila, seorang tokoh vokal yang rela menempuh jarak kurang lebih 68 kilometer dari Kecamatan Sungai Lilin menuju Lalan menggunakan sepeda motor, meski usianya tak lagi muda.

"Saya berharap agar apa yang menjadi keluhan masyarakat, yaitu Jembatan, dapat segera dibangun. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar Bapak Astawila dengan nada penuh harap.

Aksi yang berlangsung mengharukan di bawah guyuran hujan ini menjadi pengingat pedih bagi para pemangku kepentingan, bahwa di balik tumpukan batu bara yang melintasi sungai, ada penderitaan ratusan keluarga yang menanti sebuah jembatan—simbol penghubung harapan dan janji yang telah lama ternoda. Warga Lalan berharap, batas waktu 7 bulan yang mereka tetapkan menjadi tenggat terakhir bagi penderitaan panjang ini.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Pemkab-Polres Muba Teken MoU Penerimaan Bintara Polri Secara Virtual

Mon, 7 Jun 2021 11:48:22am

  SEKAYU, MUBA-Pemkab Musi Banyuasin bersama jajaran Polres Musi Banyuasin mengikuti kegiatan Penandatanganan Memoramdum of Understanding (MoU)...

Bupati Dodi Reza Proyeksi TP PKK Muba Terus Raih dan Pertahankan Prestasi

Mon, 7 Jun 2021 11:46:02am

SEKAYU,- Dianggap sebagai organisasi perempuan yang banyak menangguk prestasi serta sangat berpengaruh di Muba, kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda)...

Dimulai Dari Sanga Desa, Targetkan Setiap Kecamatan

Mon, 7 Jun 2021 09:19:07am

SEKAYU - Tahun ini Dewan Pengurus Daerah Pengembang Indonesia (DPD PI) Provinsi Sumsel menargetkan bisa membangun 50 unit rumah bersubsidi bagi...

Tiap Orang Dapat Rp250 Ribu, Diberikan Selama Lima Bulan

Sun, 6 Jun 2021 05:56:03am

Bupati Dodi Reza Beri 1.203 Penyandang SEKAYU- Perhatian Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA kepada penyandang disabilitas di Bumi Serasan...

Diskon 50 Persen, Rapid Antigen Mandiri di RSUD Sekayu Rp137.500 dan Keterangan Dokter Rp35.000 Jadi Cukup Bayar Rp172.500

Sat, 5 Jun 2021 01:43:10pm

  SEKAYU- RSUD Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin terus memaksimalkan pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.  Tidak hanya itu, RSUD Sekayu...

Baca Juga