PLAKAT TINGGI, MUBA – Ujian berat tengah menimpa Bapak Paiman, seorang warga di Desa Bukit Indah B3, Kecamatan Plakat Tinggi. Pada Rabu (08/07/2026) siang, rumah yang menjadi tempat berteduh keluarganya ludes dilahap si jago merah. Di tengah kepulan asap dan rasa syok yang mendalam, secercah kehangatan kemanusiaan hadir lewat aksi sigap para petugas pemadam kebakaran dan kepedulian warga sekitar.

Dua Menit yang Sangat Berarti
Bagi korban kebakaran, setiap detik adalah harapan. Hal inilah yang ditanamkan oleh tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Musi Banyuasin Pos Kecamatan Plakat Tinggi.
Begitu menerima laporan darurat langsung via telepon dari Camat Plakat Tinggi pada pukul 11.01 WIB, para petugas tidak membuang waktu. Hanya dalam waktu dua menit, tepatnya pukul 11.03 WIB, mesin armada sudah menderu dan personel langsung memacu kendaraan menuju lokasi. Ketepatan waktu ini menjadi bukti nyata bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama mereka.
Bahu-Membahu Menembus Kobaran Api
Tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 11.24 WIB, petugas dihadapkan pada kobaran api yang sudah membesar. Namun, rasa lelah menembus perjalanan langsung sirna berganti semangat gotong royong.
Mereka yang Berjuang di Lapangan:
Operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Komandan Regu (Danru) sekaligus Sopir, Bendi Aptadiah. Bersama anggota tangguh Asnawi Mangku Alam, Rajid Gani, serta dukungan penuh dari Anggota Regu 1, mereka langsung merangsek mendekati titik api demi menyelamatkan apa yang tersisa.
Petugas dengan cermat melakukan penyemprotan taktis secara intensif. Fokus mereka bukan hanya memadamkan, tetapi juga melokalisir api dengan sabar agar kesedihan ini tidak menular ke tetangga Bapak Paiman yang rumahnya saling berdekatan.
Menenangkan Hati, Memastikan Keamanan
Setelah berjibaku melawan panasnya api, mukjizat kecil itu datang; api berhasil dikuasai dan tidak merembet ke bangunan lain. Tidak berhenti di situ, para petugas dengan telaten melanjutkan proses pendinginan (cooling down). Mereka memeriksa setiap sudut puing-puing, memastikan tidak ada lagi sisa bara api tersembunyi yang bisa memicu trauma susulan bagi pemilik rumah.
Meski harta benda Bapak Paiman tak banyak yang bisa diselamatkan, pelukan hangat dari tetangga, kehadiran pihak kecamatan, serta ketulusan para petugas Damkar yang bersimbah peluh menjadi sandaran kekuatan bagi Bapak Paiman untuk kembali bangkit.
Kini, warga Desa Bukit Indah mulai merapatkan barisan, menggalang empati dan bantuan untuk meringankan beban yang sedang dipikul oleh keluarga Bapak Paiman..
kitamerahputih.com - Perkembangan Laskar Merah Putih (LMP) Jirak jaya adalah lokomotif pengerakan Laskar Merah Putih kabupaten Musi Banyuasin ,Satu...
GROBOGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kali kelima dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)....
JawaPos.com – Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR) soal antisipasi adanya demonstrasi dan mogok kerja secara...
JEPARA – Dalam satu dekade, Jepara meraih penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Kota Ukir termasuk dari dua...
SINGARAJA, BALI EXPRESS-Buleleng kembali mencatatkan torehan membanggakan dalam pengelolaan keuangan dengan mengantongi opini Wajar Tanpa...