Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:25 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Dana RP. 562.134.000 Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono -Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban Sia sia

Rabu, 3 Mei 2023
302 views
0
IMG-20230503-WA0015

Kitamerahputih com Masyarakat desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung merasa kecewa dengan proyek Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban proyek yang didanai dari APBD sebesar RP. 562.134.000 tidak menjadi solusi untuk aliran air.

Salah satu warga yang terdampak akibat Proyek tersebut atas nama (B) Menyampaikan bahwa di depan rumahnya di buat selokan malah banjir berarti selokan tidak mengalir,malah menampung air 

Proyek sepanjang 400an meter itu awalnya, dimulai dari sisi utara. Beberapa pekerja dan alat berat telah beroperasi menggempur emperan rumah dan membuat galian sedalam 1,5 meter yang kelak akan dibuat saluran gorong gorong.

Namun entah bagaimana, proyek yang dikerjakan dalam 45 hari kalender mulai 08 Nopember-22 Desember tahun 2022 itu, pelaksanaan pemasangan gorong gorongnya berubah dari titik awal. Dan hingga proyek itu selesai menyisakan galian sepanjang 100 an meter.

"Itu proyek tahun lalu, namun menyisakan masalah bagi warga disini. Padahal dulu kami setuju saja meski tidak ada ganti rugi jika ada bangunan yang dihancurkan," ujar BK, salah satu warga saat diwawancara oleh Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) di rumahnya, Selasa (02/05/2023).

Dari papan nama diketahui, CV yang mengerjakan adalah CV Leon berdikari dengan pengawas CV Unicon. Namun begitu, beberapa warga, saat hendak digali mengaku dikumpulkan di Balaidesa, sempat juga meminta kepada Kepala Desa agar jika dana pas pasan jangan digali dulu yang ujung utara.

BK juga mengatakan, sebelum dibangun yang baru, sebenarnya sudah ada gorong gorongnya, namun kecil. Saat hujan air meluap ke jalan.

"Ketika digali dulu semua sudah rusak, hancur. Ini kalau langsung diuruk tentu air pun juga tergenang," katanya.

Anehnya, meski dibuat saluran pengering jalan, namun tidak ada buangan akhir diujung hilir. Sehingga, air tertampung diujung got. 

"Iya pak, ada airnya, dan ngumpulnya didepan rumah saya, jika tidak hujan airnya berhenti didepan rumah, jadi baunya itu bener bener luar biasa," kata ND warga yang lain.

Pantauan dilapangan, ada 2 rumah warga yang dibuat galian dan selebihnya adalah areal persawahan dengan panjang sekitar 100m.

Ketua LMP Hendri Dwiyanto menyebut, harusnya ada pihak yang bertanggung jawab atas masalah itu. Meski Ia nun jauh dipinggir pegunungan Tulungagung.

"Sudah berbulan bulan dari tahun lalu kok dibiarkan begitu, kasian warga disana," ungkapnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Warga Besipae NTT Diserang Massa Desa Tetangga, Warga Luka-Luka

Mon, 19 Oct 2020 01:02:18am

Liputan6.com, Kupang - Setelah ricuh dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor...

Wali Kota Tarakan Resmikan Program TNI Manunggal Membangun Desa

Mon, 19 Oct 2020 01:00:29am

Liputan6.com, Tarakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di Kota Tarakan secara resmi dimulai. Mulainya kegiatan ini ditandai oleh...

20 Desa Terdampak Banjir Garut, Termasuk 25 Rumah Ibadah

Mon, 19 Oct 2020 12:59:12am

Liputan6.com, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat...

Pesona Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman, Dilengkapi Info Lokasi dan Harga Tiket

Mon, 19 Oct 2020 12:57:11am

Liputan6.com, Jakarta Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman merupakan sebuah desa dengan pemandangan yang bersih dan tertata rapi. Suasana yang...

Baca Juga