Jumat, 3 Juli 2026 - 04:53 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Dana RP. 562.134.000 Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono -Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban Sia sia

Rabu, 3 Mei 2023
305 views
0
IMG-20230503-WA0015

Kitamerahputih com Masyarakat desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung merasa kecewa dengan proyek Pembangunan Saluran Pengering ruas jalan karangsono Sumber Dadap kecamatan Pucanglaban proyek yang didanai dari APBD sebesar RP. 562.134.000 tidak menjadi solusi untuk aliran air.

Salah satu warga yang terdampak akibat Proyek tersebut atas nama (B) Menyampaikan bahwa di depan rumahnya di buat selokan malah banjir berarti selokan tidak mengalir,malah menampung air 

Proyek sepanjang 400an meter itu awalnya, dimulai dari sisi utara. Beberapa pekerja dan alat berat telah beroperasi menggempur emperan rumah dan membuat galian sedalam 1,5 meter yang kelak akan dibuat saluran gorong gorong.

Namun entah bagaimana, proyek yang dikerjakan dalam 45 hari kalender mulai 08 Nopember-22 Desember tahun 2022 itu, pelaksanaan pemasangan gorong gorongnya berubah dari titik awal. Dan hingga proyek itu selesai menyisakan galian sepanjang 100 an meter.

"Itu proyek tahun lalu, namun menyisakan masalah bagi warga disini. Padahal dulu kami setuju saja meski tidak ada ganti rugi jika ada bangunan yang dihancurkan," ujar BK, salah satu warga saat diwawancara oleh Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) di rumahnya, Selasa (02/05/2023).

Dari papan nama diketahui, CV yang mengerjakan adalah CV Leon berdikari dengan pengawas CV Unicon. Namun begitu, beberapa warga, saat hendak digali mengaku dikumpulkan di Balaidesa, sempat juga meminta kepada Kepala Desa agar jika dana pas pasan jangan digali dulu yang ujung utara.

BK juga mengatakan, sebelum dibangun yang baru, sebenarnya sudah ada gorong gorongnya, namun kecil. Saat hujan air meluap ke jalan.

"Ketika digali dulu semua sudah rusak, hancur. Ini kalau langsung diuruk tentu air pun juga tergenang," katanya.

Anehnya, meski dibuat saluran pengering jalan, namun tidak ada buangan akhir diujung hilir. Sehingga, air tertampung diujung got. 

"Iya pak, ada airnya, dan ngumpulnya didepan rumah saya, jika tidak hujan airnya berhenti didepan rumah, jadi baunya itu bener bener luar biasa," kata ND warga yang lain.

Pantauan dilapangan, ada 2 rumah warga yang dibuat galian dan selebihnya adalah areal persawahan dengan panjang sekitar 100m.

Ketua LMP Hendri Dwiyanto menyebut, harusnya ada pihak yang bertanggung jawab atas masalah itu. Meski Ia nun jauh dipinggir pegunungan Tulungagung.

"Sudah berbulan bulan dari tahun lalu kok dibiarkan begitu, kasian warga disana," ungkapnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

4 Fakta Menarik Lakers Juara NBA 2020

Mon, 19 Oct 2020 02:56:22am

Liputan6.com, Jakarta- Los Angeles Lakers akhirnya meraih gelar juara NBA 2020. Pasukan Frank Vogel memenangi pertarungan enam gim dengan Miami Heat...

Reaksi Istri Mendiang Kobe Bryant Saat Lakers Juara NBA 2020

Mon, 19 Oct 2020 02:53:03am

Liputan6.com, Jakarta Vanessa Bryant teringat mendiang suaminya Kobe Bryant dan putrinya, Gianna, saat LA Lakers mengalahkan Miami Heat dan merebut...

MU Amankan Wonderkid Portugal Titisan Luis Figo

Mon, 19 Oct 2020 02:49:10am

Liputan6.com, Jakarta- Manchester United (MU) kembali melirik pemain muda berbakat Portugal. Kali ini Setan Merah berhasil mengamankan jasa salah...

Kuasa Hukum Terdakwa Jiwasraya Persoalkan Vonis Hakim yang Persis Tuntutan Jaksa

Mon, 19 Oct 2020 02:38:38am

Liputan6.com, Jakarta - Penasihat Hukum Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, Soesilo Aribowo kecewa dengan putusan Majelis Hakim...

Keterjangkauan dan Kemudahan Layanan Dinilai Jadi Solusi Masyarakat Melek Hukum

Mon, 19 Oct 2020 02:36:01am

Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan teknologi memegang peranan besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam mengembangkan usaha atau...

Baca Juga