Kita merah putih Merauke, 05 April 2021.Sungguh mencoreng nama baik organisasi, diketahui Oknum Anggota ORARI tingkat Penegak berinisial K.A secara diam-diam memasuki ruangan ujian negara amatir radio tanpa berkoordinasi dengan pengurus Orari maupun panitia UNAR (Ujian Negara Amatir Radio).

Pada Ujian Negara tanggal 27 Maret 2021 lalu diketahui K.A memasuki ruang ujian secara diam diam dan mengerjakan soal calon peserta ujian tingkat siaga, setelah diketahui bahwa K.A bukan peserta ujian maka Ketua Panitia langsung mengusir K.A dari dalam ruangan.
Oknum K.A merupakan anggota Orari aktif dengan tingkat penegak, berdasarkan laporan yang dihimpun dalam organisasi amatir radio tingkat penegak merupakan tingkatan tertinggi dimana seseorang dianggap cakap, mahir, dewasa dan mampu sesuai tingkatnnya sehingga layak menduduki level tertinggi dalam organisasi.
Sesuai hasil pertemuan antara Pengurus Orari Lokal Merauke dan Balmon Merauke telah memenuhi kata sepakat agar dalam pelaksanaan ujian tidak dapat diwakilkan oleh siapapun, selain itu yang bukan Panitia dan Peserta diharapkan untuk tidak menghadiri tempat kegiatan mengingat jumlah peserta yang dibatasi oleh SATGAS COVID 19.
Sekretaris Orari Lokal Merauke Fransiscus H. Sabubun, SH mengatakan hasil rapat kami bersama Balmon Merauke telah dibuat dalam bentuk berita yang dimuat oleh Media Online Kita Merah Putih tertanggal 22 Maret 2021 isinya sdh sangat jelas. Kegiatan ujian negara ini kami selaku pengurus juga telah membuat edaran yang disebar luaskan kepada semua calon anggota, pengurus maupun anggota melalui Group aplikasi WhatsUp oleh Kepala Bidang Organisasi, selain itu dalam sambutan Ketua Orari Lokal Merauke juga telah disampaikan bahwa untuk membentuk sumber daya manusia di bidang amatir radio sebaiknya tidak ada joki dalam ujian negara sehingga kwalitas amatir radionya benar-benar teruji.
Frans menambahkan bahwa oknum K.A ini sudah seharusnya diberikan sanksi oleh Ketua Lokal,
" sudah berapa kali saya sampaikan agar dipanggil dan diberikan teguran bila perlu diberikan sanksi tegas, dia ini tidak pantas menyandang Yankee Bravo karena sering lari dari tanggung jawab, dari kepengurusan ke kepengurusan selalu saja mengundurkan, coba perhatikan kalau keinginannya tidak terpenuhi pasti bikin surat pengunduran diri sebagai pengurus. Ada berapa anggota termasuk para nelayan yang mengeluh kepada saya terkait perbaikan radio yang dikerjakannya, selain itu K.A ini pernah berurusan dengan POM TNI AL Merauke terkait pistol yang tak berijin "
Frans menambahkan jangan karena ambisi lalu mengorbankan organisasi, jika sesorang yang betul betul memegang teguh kode etik amatir radio seharusnya dalam tindakan dan perbuatannya tidak seperti itu, ini sudah mencoreng nama baik organisasi tutupnya.
Red. Audry Latumahina
Muba Raih Juara Umum II di Porprov Korpri Sumsel 2025 Palembang – Tak hanya sigap dalam pelayanan publik, ASN Kabupaten Musi Banyuasin juga...
MUBA - Riyansyah Putra SH CMSP resmi menerima Mandat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pro Jurnalismedia Siber Kabupaten Musi Banyuasin...
Palembang – Dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korpri Sumsel 2025, tim pencak silat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menunjukkan semangat...
SEKAYU, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah menggelar peringatan Tahun Baru...
Sungai Lilin, Muba – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai pembukaan Turnamen Bola Voli Koin Cup 2025 yang resmi dibuka oleh Wakil Bupati...