Selasa, 16 Juni 2026 - 01:03 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Meski Sudah Pensiun, Adolf Yoku Tetap Kerja Produktif

Jumat, 25 Juni 2021
123 views
0
IMG-20210625-WA0032

 

power syndrome kerap menghantui para pensiunan pejabat tinggi. sering kali terjadi di saat seorang pejabat pensiun dari masa jabatannya,Tapi tidak demikian dengan mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura ini. Dia adalah Adolf Yoku yang hingga kini tetap produktif.

Usianya tidak lagi muda. Ya 61 tahun. Bahkan, meski pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) ini, semangatnya tetap bergelora.

Tepat jarum jam menunjukkan angka 15.30 WIT, persis ketika mobil jenis Hilux berwarna putih yang dikendarai oleh mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Adolf Yoku tiba di belakang Gereja GKI Jemaat Onomi Felavouw, yang tepat berada di Jalan Raya Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Tidak lama kemudian datang sebuah kendaraan roda dua yang dikendarai oleh salah seorang wartawan media online lokal Papua berboncengan dengan jayapurakab.go.id.

Masih seperti saat bertugas sebagai Kepala Dinas, dengan senyum ramah dan penuh keakraban dia mempersilahkan kami yang ingin melihat aktivitas barunya sebagai petani. Sejak purna tugas sebagai PNS awal bulan April 2020, Adolf Yoku memilih mengisi masa pensiunnya untuk berkebun ubi kayu atau singkong, keladi atau talas, pisang, cabai dan ketimun di lahan kosong milik peninggalan orang tuanya di belakang Gereja GKI Jemaat Onomi Felavouw, Jalan Raya Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sebenarnya, dengan gaji pensiun yang ia peroleh, secara materi dia tidak kekurangan untuk menikmati pensiun dan bersantai di rumah saja, namun Adolf Yoku punya alasan tersendiri kenapa dia menekuni bidang pertanian dan rela berpanas-panasan di kebun.

"Yang pertama itu boleh dibilang untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa bosan di rumah. Jadi tidak berpikir banyak, karena saya inikan punya kompetensi atau spesifikasi khususnya itukan di pertanian. Jadi saya masih punya tanah disini ya, yang saat ini kita ada berdiri diatas tanah kurang lebih 60x70 atau 5.600 meter persegi. Sehingga ilmu yang saya miliki sebagai seorang ahli pertanian, ya saya gunakan diatas tanah saya sendiri," jelasnya.

Selain itu, lanjut Adolf Yoku, dunia pertanian bukanlah sesuatu yang asing karena dia sempat menempuh pendidikan di sekolah lanjutan tingkat atas di SPMA Kampung Harapan. Adolf juga mengenyam pendidikan sarjana Strata Satu (S1) bidang pertanian di Jogjakarta, bahkan hingga dia pensiun dari PNS sebagai Kepala Dinas TPH.

Karena latar belakang itulah Adolf Yoku berusaha mengabdikan ilmu dan pengalamannya untuk membangun pertanian di lingkungan tempat tinggalnya sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menginspirasi warga lainnya untum melakukan hal yang sama.

"Dulu sebagai kepala dinas, saya banyak turun untuk membantu petani. Yakni, merencanakan pertanian di tingkat Kabupaten Jayapura. Sehingga banyak program pemerintah daerah khususnya di bidang pertanian, baik untuk petani orang asli Papua (OAP) maupun Non Papua. Saya saat masih sebagai kepala dinas, tugas itu saya bagikan kepada para petani. Saya bina semua petani dan memang itu terbukti. Misalnya, petani asli Papua sebagian besar sudah memiliki lahan," katanya.

"Saya selalu ingatkan mereka agar punya lahan, karena ada lahan baru kita bisa bercocok tanam, ada lahan baru kita bisa punya alat, kita punya bibit dan tenaga. Kemudian dengan ada lahan baru kita bisa produksi. Jadi itulah yang selalu saya bina selama menjadi kepala dinas dibawah kepemimpinan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dan Wakil Bupati Giri," sambung Adolf.

Pada tahap awal, Adolf Yoku menanam cabai, jagung, ketimun dan sayuran-sayuran.

"Tahap awal itu kita terus dengan tanaman cabai, yang tidak pernah stop tanam cabai, kemudian jagung dan sayur-sayuran. Ini saja masih tanam ketimun, bahkan setiap habis panen kita kembali tanam ketimun. Jadi saya sudah atur dia punya tempat, sehingga tempatnya ini kita bisa tanam tanaman pangan jenis sayuran, kemudian kita tanam pisang, singkong, keladi atau talas, sayur sawi, seledri dan daun kemangi," paparnya.

Untuk membantunya menggarap lahan 5.600 meter persegi itu, Adolf Yoku melibatkan 2 orang tenaga kerja mulai dari pembukaan lahan, penyiapan bibit hingga penanaman, dengan upah 150 ribu rupiah per hari dan dibantu oleh sang istri.

Menurut dia, apa yang dilakukannya dalam kondisi seperti saat ini sangat diharapkan masyarakat di daerah ini, terbukti dengan banyaknya warga yang ingin ikut bekerja untuk menambah penghasilan keluarga dan para petani binaannya dulu sewaktu dirinya sebagai kepala dinas masih saja mendatanginya untuk meminta bantuan, baik ilmu maupun bibit.

Sambil mengitari kebun yang baru ditanami berbagai jenis buah dan sayur sekitar satu minggu pascapanen, Adolf menjelaskan bahwa pengembangan berbagai tanaman pangan seluas 5.600 meter persegi yang dilakukannya telah menjalin kerja sama dengan ada salah satu pembeli yang sering menjajakan buah dan sayur di pasar.

Karena itu, pria yang mengambil sarjana S1 Pertanian di Institut Pertanian Jogjakarta itu memastikan seluruh hasil panen akan terserap oleh pasar dan berharap kedepan luas tanamannya di lahan miliknya itu dapat ditingkatkan, sehingga berdampak bagi peningkatan ekonomi keluarganya dan warga sekitar.

"Puji Tuhan, pada umur seperti ini saya masih diberi kesehatan, tidak ada salahnya saya berbuat sesuatu di tengah masyarakat," pungkas pria yang menempuh Pascasarjana Strata Dua (S2) nya di Surabaya, Jawa Timur.

 

Red Audry Latumahina

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Mahasiswa Purwokerto memberikan santunan kepada warga yang kurang mampu

Thu, 18 Feb 2021 11:48:28am

Kitamerahputih.com Perwokerto,Sejumlah Mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang tergabung kedalam kelompok 101 KKN Tematik PPC...

LMP Mada Lampung Dukung Galery Gambo Muba Warnai Objek Wisata Lampung

Thu, 18 Feb 2021 01:46:14am

. kitamerahputih.com Kamis,18/02/2021. Sekayu - Musi Banyuasin, Kedatangan Pengurus LMP Mada Lampung ke Markas Cabang LMP Kab Musi Banyuasin,...

Curah Hujan Meningkat, LMP Macab Muba HIMBAU Camat dan Perusahaan Tingkatkan Proaktif Perbaiki Jalan

Wed, 17 Feb 2021 03:28:12am

Kitamerahputih.com Rabu, 17/02/2021. Sekayu - Musi Banyuasin, sudah beberapa minggu ini hujan terus mengguyur diseluruh wilayah bumi serasan sekate...

LMP Macab Muba Siap Sukseskan Kongres GP Ansor ke XVI/2021di Sekayu

Tue, 16 Feb 2021 12:26:34pm

  kitamerahputih.com Selasa,16/02/2021 Sekayu - Musi Banyuasin, Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Musi Banyuasin terus meningkatkan...

Laskar Merah Putih Bersama Banser Muba SIAP Sukseskan Kongres GP Ansor ke XVI/2021

Tue, 16 Feb 2021 01:08:48am

kitamerahputih.com Selasa,16/02/2021 Sekayu - Musi Banyuasin, Laskar Merah Putih Markas Cabang Kabupaten Musi Banyuasin terus meningkatkan...

Baca Juga