Merauke,23 Juni 2021 Kitamerahputih.com, Sejumlah pengajin tahu di kampung mopah lama,jalan peternakan Kabupaten merauke banyak yang mengeluh karena tingginya harga bahan baku kedelai impor di pasaran sehingga dampaknya mengurangi produksi dan juga mengurangi volume tahu.
Pak haryanto(36) pengrajin tahu. Asal kampung mopah lama kabupaten merauke mengungkapkan sebagian pengrajin tahu ada pengurangan karyawan adapun juga yang tutup semantara.
Pak haryanto(36tahun) dan pak puji(50tahun) mengungkapkan mulai dari harga Rp.450.000 per 50 kilo dari tahun 2019,
Tahun berikutnya 2020 Rp.460.000 per 50 kilo,
Naik lagi tahun 2021 Rp.595.000 per 50 kilo Itu harga kedelai impor itu sudah dari harga pengempul kedelai tangan ke-2.
Ujarnya mewakili pengrajin tahu merauke mengharapkan pemerintah harga kedelai turun seperti semula ujarnya.
Walaupun naik para pengrajin tahu dan maupun tempe dengan cara pengurangan volume tahu dan tempe.
Semua itu harus terus berjalan meskipun terjadi peningkatan harga kedelai impor.
Sehingga masyarakat masih tetap mendapatkan tahu maupun tempe sebagai sumber protein dengan harga stabil.ujarnya para pengrajin tahu dan tempe.
Penulis: Bagong
Tulungagung – Penerapan sistem parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan...
Tulungagung – Penerapan sistem parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan...
Palembang, 13 Juli 2026 - DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar Rapat Paripurna ke-39 dengan agenda penyampaian Laporan Hasil Pelaksanaan...
*SEKAYU, MUSI BANYUASIN* – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengambil langkah besar dalam memperkuat tata kelola investasi dan...
SEKAYU – Tata kelola aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin kembali memicu kritik. Kali ini, sorotan tajam mengarah pada papan...