Kamis, 9 Juli 2026 - 01:00 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Forum Peduli Kemanuasian dan Dewan Adat Papua Mendesak Pemerintah Pusat Agar Menunjuk Pejabat Gubernur

Rabu, 5 Januari 2022
275 views
0
IMG-20220105-WA0024
JAYAPURA –KITA MERAH PUTIH@ COM Pemerintahan Papua Menyikapi kondisi kesehatan Gubernur Papua, Lukas Enembe, yang saat ini dalam proses pengobatan berakibat fatal pada lambannya penyelanggaraan pemerintahan, maka Forum Peduli Kemanusiaan dan Tokoh Adat Papua mendesak Pemerintah Pusat lewat Kemendagri sesegera mungkin menunjuk Penjabat Gubernur. sementara. Jayapura, Selasa (04/01/2022) Ketua Peradilan Adat Suku Sentani Kabupaten Jayapura, Jackob Fiobetauw. Didampingi Menase Taime, Ketua Forum Peduli Kemanusiaan, Jhon Maurits Suebu, Sekretaris Forum Peduli Kemanusiaan, Jackob Fiobetauw, Ketua Peradilan Adat Suku Sentani Kabupaten Jayapura, Jhon Suebu, Ondoafi ifale, Wakil Ketua GKI Klasis Sentani Piter Yom, SE, Harly Ohei, Ondoafi Heram, Septinus Ibo, Ondoafi Atamali dan Jhon Tukayo, Kepala Suku Heram Ayapo mengatakan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan di Papua, belum berjalan dengan maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah, kurang nya kapasitas pejabat pelaksana dalam mengelola Birokrasi yang Pemerintahan Daerah yang begitu besar. Menurut Beliau, jackob Fiobetauw, kapasitas penyelenggara pemerintahan menjadi salah satu faktor, terhadap masih banyaknya masalah dan ketimpangan- ketimpangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan di Papua. Dan rendahnya kualitas pejabat juga tindakan korup yang berlebihan, turut menambah ‘citra buruk’ birokrasi yang tidak diharapkan masyarakat. Keburukan birokrasi tak lepas dari lemahnya kepemimpinan di Papua. Gubernur Lukas Enembe yang sejatinya dapat mengelola Papua lebih baik, untuk kepentingan masyarskat banyak,malah meninggalkan rekam jejak yang semakin memperparah pelayanan birokrasi terhadap masyarakat pada umumnya di Papua Dengan kondisi kesehatan,Lukas Enembe memang tidak lagi mampu dalam menjalan roda pemerintahan dengan baik dalam setahun terakhir. terus merosot. sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatannya yang menurun drastis. Lukas dikabarkan, bahkan kini tengah menjalani perobatan besar di luar negeri. Lukas mesti mengikuti berbagai petunjuk dokter dan tindakan medis yang menyita waktunya untuk melayani warga Papua.” ungkapnya Akibat berkonsentrasi pada pengobatan diri, Lukas telah mengabaikan tugasnya sebagai Gubernur Papua. Disisi lain, banyak persoalan pasca PON XX Papua yang berlarut-larut. dan sanpai saat ini belum terselesaikan,Berbagai lapisan di Papua, termasuk tokoh Gereja Katolik, Pastor Yohanes Djonga, telah mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memeriksa Panitia Besar PON XX atas dugaan penyalahgunaan dana. “Tuntutan agar masalah PON harus diselesaikan, bukan tanpa alasan. Forum Peduli Kemanusiaan mencatat, sejumlah lahan ulayat yang digunakan untuk pembangunan sejumlah venue PON, bahkan belum dibayar oleh Pemerintah Papua. Diantaranya adalah Venue Cricket, di Doyo, Kabupaten Jayapura,” ujarnya Segudang persoalan ini, telah membuat malu masyarakat Papua. Ini juga berbanding terbalik dengan janji pemerintah. Pemerintah mengatakan, akan membayar lunas masalah hak ulayat, tapi ujungnya tidak jelas. Acara pembukaan PON digelar meriah, penuh pesta kembang api, tapi ternyata ada pemilik tanah yang sampai saat ini merasa tertipu. Maka dari itu persoalan Papua dan pemimpinnya yang tidak sehat, tokoh adat dan Forum Peduli Kemanusiaan di Papua mendesak kepada pemerintah segera menyelesaikan maslah ini. Menunjuk seorang Penjabat Gubernur Papua agar kiranya pemerintahan dapat kembali optimal. Dengan tiadanya Wakil Gubernur dan kondisi Gubernur Papua yang sakit-sakitan, telah mengakibatkan kegaduhan birokrasi dan minusnya pelayanan publik. Penjabat Gubernur Papua yang ditunjuk, selambat lambatnya hingga akhir Maret 2022. Kami juga minta pemerintah pusat segera bersikap dengan menangkap/memeriksa Ketua PB PON Papua Yunus Wonda dan Sekum KONI Papua Kenius Kogoya karena tidak becus mengatur dana PON sehingga hak ulayat masyarakat berupa tanah atau lahan yang dibangun infrastruktur PON belum dibayar hingga kini.ke mana dana PON XX sebanyak itu. Kepada Bupati Jayapura, jangan diam saja dan menutup mata tapi segera mendorong pemerintah pusat dan provinsi Papua membayar hak pemilik ulayat. karna Masyarakat sangat kecewa dengan sikap yang tidak menghargai adat. Jika permintaan ini tidak diindahkan, maka masyarakat adat akan bertindak lebih besar dengan menggugat pemerintah dan pihak terkait untuk segera melunasi hak-hak yang belum dibayarkan. Forum Peduli Kemanusiaan dan para tokoh adat Papua,” Red Audry
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

PEMKAB MUSI BANYUASIN TEGASKAN SURAT EDARAN TERKAIT IMPLEMENTASI PERMEN ESDM NOMOR 14 TAHUN 2025 ADALAH PALSU DAN HOAKS

Sun, 7 Jun 2026 01:34:33pm

Sekayu, 7 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan bahwa surat yang beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan terkait...

Rumah Jauhari di Sungai Lilin Ludes Terbakar Dini Hari, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sun, 7 Jun 2026 12:29:01am

SUNGAI LILIN, MUBA – Satu unit rumah tinggal milik warga bernama Jauhari yang berlokasi di RT 02 RW 08, Teluk Kemamang, Kelurahan Sungai Lilin,...

Disnakertrans Musi Banyuasin Sukses Tuntaskan Belasan Kasus Perselisihan Hubungan Industrial

Fri, 5 Jun 2026 07:31:39am

Sekayu, 5 Juni 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan rapor positif dalam menjaga stabilitas dunia kerja...

Gerakan Kolaboratif Pemkab Muba, Bpjs Ketenagakerjaan dan Dunia Usaha 

Fri, 5 Jun 2026 01:39:33am

  SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemda Muba) dibawah Kepemimpinan Bupati Muba HM.Toha Rohman dan Wakil Bupati Kiai Abdur...

Kerap Mangkir Mediasi? Kadisnakertrans Muba Ingatkan Perusahaan Risiko Rugi Hukum Hingga Kalah di PHI

Thu, 4 Jun 2026 12:48:56am

Sekayu, 4 Juni 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin mengambil langkah tegas dalam mengedukasi...

Baca Juga