SENTANI,kitamerahputih.Com Seorang pria ditemukan tewas di kamar kos-kosan samping Water Park Cycloop, di Sosial Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (24/6/2021) sore. Di tubuhnya, polisi menemukan ada luka sabetan.
Luka sabetan itu berada di tangan kiri korban. Sebagian anggota tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak dua atau empat hari lalu.
"Belum diketahui penyebab pasti dari kematian korban. Namun dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban, ditemukan luka sabetan alat tajam pada tangan sebelah kiri," Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Williamson Agusthinus Maclarimboen, S.IK, melalui Kapolsek Sentani Kota Kompol Ruben Palayukan, S.PT, S.IK, dalam rilisnya yang diterima wartawan media online ini, Kamis (24/6/2021) malam.
Berdasarkan informasi, pria itu berinisial JFE (42), warga Jalan Sosial Sentani, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Jenazah JFE ditemukan dalam kondisi sudah mengeluarkan bau.
"Saat ditemukan pertama kali oleh istri korban sendiri berinisial MM (32) saat baru pulang dari rumah orangtuanya di Doyo Lama, Distrik Waibhu dan sebagian anggota tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk, serta diperkirakan korban sudah meninggal dunia sejak dua atau empat hari lalu," ujarnya.
Saat ini jenasah sudah di evakuasi ke RS. Bhayangkara Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura, untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
"Jadi korban JFE (42) pertama kali ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tengkurap di pintu belakang dapur kos - kosan yang berada di samping pemandian Water Park Cycloop dan ditemukan pertama kali oleh istrinya sendiri yang juga kita jadikan saksi berinisial MM (32) saat baru pulang dari rumah orangtuanya di Doyo Lama," imbuhnya.
"Kasus penemuan mayat pria ini dilaporkan kepada kami pada Kamis (24/6) sore tadi, melalui ketua RT Ferius Wonda (34). Begitu mendapat laporan tersebut, anggota kami bersama unit identifikasi langsung memasang police line dan selanjutnya melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara," bebernya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, lanjut Kompol Ruben Palayukan, bahwa Korban JFE (42) pertama kali ditemukan istrinya sendiri, dalam posisi tergeletak di pintu belakang dapur kos-kosan. Melihat hal tersebut, istri korban langsung keluar dan melaporkannya ke Ketua RT setempat.
Saksi yang juga merupakan istrinya korban JFE (42), Itu terakhir kali melihat korban pada hari Minggu (20/6/2021) siang lalu sekitar pukul 12.00 WIT. Saat itu saksi melihat korban sedang mengonsumsi Miras dengan saudaranya. Saksi sudah menegur korban, namun tetap tidak dihiraukan. Sehingga saksi langsung meninggalkan korban dan pergi ke rumah orang tuanya di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.
Red Audry Latumahina
*Peraihan Medali Nyaris Tak Terkejar* MUSI BANYUASIN- Masuk pekan kedua pelaksanaan PORPROV XV Sumsel di Bumi Serasan Sekate membuat semakin nyata...
Ketua dan Jajaran Anggota Gema Keadilan Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan kegiatan Upacara memperingati hari sumpah Pemuda ke 97 tahun 2025...
Tak terbayangkan oleh masyarakat biasa memanjatkan dinding kurang 15-16 meter dengan kecepatan mencapai 5 detik beda dengan Atlet Panjang tebing...
Siap yang tak kenal dengan wanita cantik bernama Nova Suci Wulandari ,Asal kabupaten Musi Banyuasin tempat tinggal di P.8A Desa Sri Karang Rejo,...
Kita merah Putih Kontingen kabupaten Musi Banyuasin Terus berusaha meraih mendali sebanyak-banyaknya terlihat jalas usaha kerja keras para...