Senin, 15 Juni 2026 - 11:26 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Ancaman Hukuman Penjara lima tahun Perdagangan Kuskus Satwa Yang Di Lindungi

Senin, 28 Juni 2021
2,393 views
0
IMG-20210628-WA0010

Kitamerahputih.com Salah satu maskot Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dijual dalam keadaan hidup, di Jalan Ardipura Raya Polimak No 1, Kelurahan Ardipura, Distrik Jayapura Selatan

 

Perburuan terhadap satwa khas Papua yang dilindungi diduga kuat masih marak.Khusus nya KUSKUS DAN CENDRAWASIH ,banyak warga di Kota Jayapura dan sekitarnya yang menjual aneka satwa liar yang dilindungi pemerintah. Salah satunya adalah Kuskus.

 

Pemerintah melalui undang-undang telah memberikan ancaman dan sanksi keras kepada siapapun yang melakukan perburuan terhadap Kuskus, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

 

Lantas bagaimana jenis hewan khas Papua yang dilindungi dan bisa memenjarakan penjualnya selama 5 tahun ini. Dilansir dari lama Wikipedia, Kuskus Beruang adalah anggota dari genus Ailurops. Kuskus Beruang adalah hewan marsupial dari keluarga Phalangeridae.

Kuskus Beruang hidup di kanopi hutan hujan tropis. Hampir tidak diketahui status dan keadaan ekologinya. Meskipun ilmuwan menggolongkan populasi ini kedalam satu spesies, yaitu , A. ursinus, atau melanotis, tetapi pada dasarnya Kuskus Beruang merupakan suatu spesies.

Genus ini berbeda, meskipun pihak berwenang memasukan dalam subfamili, Ailuropinae. Kuskus Beruang hanya ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, yang merupakan bagian dari Asia, yang sebagian besar marsupial tidak ditemukan di Asia.

Sebuah hipotesis menyatakan bahwa isolasi yang menyebabkan Kuskus Beruang ditemukan di Pulau Sulawesi yang terjadi pada waktu Miosen yang menyebabkan perbedaan dari keluarga Phalangeridae.

Genus ini terbagi menjadi dua, yakni Kuskus beruang talaud (Ailurops melanotis). Ini adalah hewan endemik dari Pulau Salibabu bagian dari Kabupaten Kepulauan Talaud. Hewan ini memiliki habitat pada iklim subtropik atau di hutan tropik.

Kemudian Kuskus beruang sulawesi (Ailurops ursinus). Spesies marsupialia dari famili Phalangeridae. Satwa ini hidup di hutan tropis dataran rendah yang lembab, endemik di Pulau Sulawesi dan pulau-pulau disekitarnya seperti Kepulauan Butung, Kepulauan Peleng, Kepulauan Togian, dan kemungkinan juga dapat ditemukan di Pulau Muna.

Perbedaan antara kuskus beruang Sulawesi dan kuskus beruang Taulud terletak pada tempat atau lokasi habitat, serta kuskus beruang Talaud ukurannya lebih kecil dan warna bulunya lebih coklat muda.

Kuskus beruang merupakan jenis kuskus yang paling besar dan paling primitif, memiliki panjang tubuh mulai dari kepala hingga ujung ekornya lebih dari satu meter dan tercatat sebagai mamalia terbesar di tajuk atas hutan Sulawesi, selain monyet yaki.

Kuskus Beruang (Ailurops ursinus) memiliki warna bulu keabu-abuan, memiliki ekor perihensil, pendiam, pemalu, mamalia berkantung dan memiliki pergerakan lamban.

Penggiat lingkungan Blandina Isabella Patty, saat dikonfirmasi ,Minggu (27/6/2021) terkait status hewan Kuskus, mengatakan satwa tersebut dilindungi dengan status risiko rendah.

Blandina menyebutkan, Kuskus masuk dalam daftar merah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

"Kuskus itu hewan dilindungi, hanya saja masuk kategori ancaman kepunahan yang rendah," jelas Blandina.

Wanita yang pernah bekerja di World Wildlife Fund (WWF) itu menambahkan, khusus untuk satwa dilindungi di Papua yakni Burung Cenderawasih sudah ada Perdanya, namun untuk Kuskus belum ada.

Sekadar diketahui, secara nasional terdapat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDA dan ekosistemnya.

Di dalam Undang-Undang tersebut, ditegaskan bagi setiap orang, dilarang tanpa ijin, menangkap, mengambil, merusak, memusnahkan, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara dan mengangkut serta meniagakan satwa atau spesies, yang dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

Apabila terbukti melanggar, sanksinya tidak main-main, yakni akan dipenjarakan maksimal 5 tahun dan denda maksimal 100 juta rupiah. (*)

 

Lihat artikel asli

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kadisnakertrans Muba Gerakkan Forum HRD: Perkuat Sinergi Data Loker dan Gotong Royong Lindungi Pekerja Rentan

Sat, 25 Apr 2026 02:55:52pm

PALEMBANG, 25 APRIL 2026 – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi...

Apresiasi Loyalitas Nasabah, Bank Sumsel Babel Serahkan Hadiah Undian SIMPEDA 2026: Nasabah Capem Lalan Raih Rp100 Juta

Fri, 24 Apr 2026 09:38:07am

PALEMBANG – Bank Sumsel Babel (BSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi loyalitas nasabah hingga ke pelosok daerah. Pada Jumat...

Perkuat “Link and Match”, Disnakertrans Muba Desak Perusahaan Laporkan Data Kebutuhan Tenaga Kerja dan Spesifikasi Vokasi

Fri, 24 Apr 2026 09:20:13am

PALEMBANG, 24 APRIL 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor)...

Warga Lawang Wetan Serbu Operasi Pasar Murah dan Isi Ulang LPG 3 Kg

Thu, 23 Apr 2026 12:00:01am

Lawang Wetan, Muba – Di tengah fluktuasi harga pasar, Pemkab Musi Banyuasin melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus...

Wujudkan Muba Maju Lebih Cepat, Disnakertrans Kawal Rekrutmen Lokal PT Gorby Putra Utama 

Wed, 22 Apr 2026 01:48:33am

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menunjukkan taringnya dalam memperjuangkan hak kerja putra-putri daerah. Di bawah...

Baca Juga