Kita Merah Putih TULUNGAGUNG – Suasana di depan Mapolres Tulungagung hari ini, kamis (30/April/2026), tampak berbeda. Puluhan anggota Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Tulungagung hadir menggelar aksi unjuk rasa damai untuk menyuarakan hati nurani para orang tua murid terkait carut-marut dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Aksi yang berlangsung tertib ini merupakan bentuk kerinduan masyarakat akan keadilan atas kasus-kasus lama yang sempat mandek di tahun-tahun sebelumnya.
Dalam orasinya, Ketua LMP Hendri Dwiyanto menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan untuk menggugat kepemimpinan Polres saat ini, melainkan menitipkan amanah besar kepada Bapak Kapolres yang baru untuk membenahi "pekerjaan rumah" yang ditinggalkan masa lalu."Kami hadir di sini membawa suara para wali murid yang merasa tersakiti oleh praktik pungli dan penyimpangan dana BOS di masa lalu.
Kami yakin, dengan semangat baru dari Bapak Kapolres yang sekarang, sumbatan-sumbatan komunikasi hukum yang terjadi di tahun 2025 lalu bisa segera diurai demi masa depan generasi muda," ujar koordinator aksi dalam suasananya yang sejuk namun tegas.
Pihak LMP menaruh harapan besar agar Kapolres baru dapat meninjau kembali pelimpahan tiga kasus besar yang sebelumnya diarahkan ke Inspektorat oleh penyidik lama—termasuk kasus SMKN 3 Boyolangu yang sempat viral.
Pelimpahan tersebut dinilai masyarakat belum memberikan titik terang, sehingga harapan kini digantungkan pada integritas tim penyidik yang baru.Ada pemandangan humanis saat perwakilan pengunjuk rasa berbincang dengan petugas di lapangan.
Mereka menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat melalui Ormas adalah bentuk sinergi untuk menjadi mata dan telinga bagi kepolisian."Harapan kami sederhana: transparansi.
Kami meminta adanya gelar perkara khusus untuk kasus-kasus lama tersebut. Kami percaya Polres Tulungagung di bawah kepemimpinan saat ini mampu menjadi pelindung bagi masyarakat kecil yang selama ini merasa termarginalkan," tambahnya.
Beberapa poin harapan yang disampaikan secara santun kepada institusi kepolisian hari ini meliputi:Membuka kembali lembaran kasus lama yang sempat dilimpahkan ke instansi lain agar mendapatkan kepastian hukum pidana.Penyegaran di lini penyidikan guna menghadirkan rasa keadilan baru bagi para pencari keadilan.
Membangun sinergi yang lebih erat antara aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat untuk mengawal dana pendidikan (BOS dan BPOPP).
Aksi yang ditutup dengan doa bersama ini menjadi simbol bahwa masyarakat Tulungagung sangat mencintai dunia pendidikan dan memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa kepolisian di bawah nakhoda baru akan bertindak tegas tanpa pandang bulu dalam menuntaskan dugaan praktik pungli yang sudah lama mengakar.
Liputan6.com, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat...
Liputan6.com, Jakarta Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman merupakan sebuah desa dengan pemandangan yang bersih dan tertata rapi. Suasana yang...
Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN berencana melakukan menggabungkan 3 bank syariah anak usaha BUMN ke dalam satu perusahaan merger. Menteri...
Liputan6.com, Jakarta Kemenpora terus menunjukkan partisipasinya dalam meminimalisasi dampak pandemi COVID-19. Kali ini, Menpora Zainudin Amali...
Liputan6.com, Jakarta Merdeka Belajar episode keempat kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah organisasi penggerak. Sejak diluncurkan...