SEKAYU- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar rapat persiapan, terkait dengan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Secara Nasional. Rapat dipimpin oleh Pj Bupati Muba H Apriyadi melalui Asisten Perekonomian dan
Pembangunan Andi Wijaya Busro SH MHum, Rabu (21/6/2023) di Ruang Rapat Randik.
Andi mengatakan, rapat ini membahas persiapan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. GPM ini rencananya bakal digelar secara bersamaan di 256 kabupaten dan kota yang tersebar di 34 provinsi, jadwal di Kabupaten Muba, pada 26 Juni 2023 mendatang.
"Jadi yang hari ini dibahas ialah, mengoordinasikan kesiapan pelaksanaannya, baik mengenai lokasi dan keikutsertaan pimpinan daerah yang akan hadir pada kegiatan tersebut, maupun persediaan komoditas yang nantinya akan di pasarkan," jelasnya.
Lanjutnya, Andy mengatakan pelaksanaan GPM ini dalam upaya pengendalian harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan (HBKN), khususnya momen Iduladha.
''Targetnya adalah mengendalikan inflasi berkaitan kemungkinan lonjakan harga pada beberapa komoditas. Untuk itu melalui kegiatan GPM masyarakat bisa memanfaatkan momentum ini untuk berbelanja barang kebutuhan yang relatif lebih murah dan ekonomis," ungkapnya.
Hadir dalam rapat antqra lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muba H Ali Badri ST MT, Kabag Perekonomian Setda Muba Muhamad Aswin SSTP MM, berserta perwakilan Kepala Perangkat Daerah Muba yang terkait.
kitamerahputih.com Jumat, 18 Juni 2021 Palembang - Sumsel, Satu Lagi Langkah Maju yang di lakukan Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Markas Daerah...
kitamerahputih.com Kamis, 17 Juni 2021 Papua - Ketua PERBAKIN Provinsi Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan kepada "KITA MERAH PUTIH.com" pada...
Kutus - Kutus,membantu masyarakat dalam meningkatkan kesehatan masyarakat papua juga membantu ivent- ivent.Jayapura' Pantai Halltecamp kutus - kutus...
Kitamerahputih.com Jhon NR Gobai selaku Ketua Kelompok Khusus DPR Papua mengatakan bahwa Undang-Undang (UU) tentang Otsus Papua pada tahun...
Kitamerahputih.com Hak Ulayat tanah di papua, Sangat lah riskan bagaimana insvertor dan pemerintah boleh menyikapi itu secara bijak URBANUS AGAWEMU...