Minggu, 24 Mei 2026 - 03:26 WIB
banner ucapan Sekda revs

Nyala Semangat Ki Hajar Dewantara di Moskow: Menghargai Prestasi, Mempererat Diplomasi Indonesia–Rusia

Senin, 4 Mei 2026
48 views
0
IMG-20260504-WA0005

MOSKOW, 2 Mei 2026 – Di tengah dinginnya sisa musim semi di Rusia, kehangatan khas Nusantara menyelimuti Ruang Serbaguna KBRI Moskow. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow kembali menyelenggarakan Ki Hajar Dewantara Award 2026.

Untuk kedua kalinya, ajang ini digelar bukan sekadar sebagai kompetisi akademik, melainkan panggung apresiasi bagi para "diplomat muda" Indonesia yang sedang menimba ilmu di Federasi Rusia.

Kegiatan yang didukung oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) ini mengusung tema besar: “Peran Diplomasi Mahasiswa Indonesia di Rusia”. Di sini, prestasi tidak hanya diukur dari angka di atas kertas, tetapi dari sejauh mana para mahasiswa mampu menjadi jembatan kebudayaan dan ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Rusia.Perjuangan Melintasi JarakSisi humanis acara ini terpancar dari komitmen para pesertanya. Inklusivitas menjadi kunci; mahasiswa dari berbagai pelosok Rusia, mulai dari Saint Petersburg hingga Irkutsk yang terpaut jarak ribuan kilometer, turut berpartisipasi baik secara daring maupun luring. Kehadiran fisik para pemenang yang menempuh perjalanan jauh demi menerima penghargaan ini

 

mencerminkan dedikasi luar biasa terhadap semangat pendidikan yang diwariskan Bapak Pendidikan Indonesia.Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Jose Antonio Morato Tavares, yang membuka acara sekaligus menyerahkan penghargaan, mengingatkan para mahasiswa untuk terus menginternalisasi nilai-nilai Ki Hajar Dewantara.

“Mahasiswa adalah agen diplomasi. Nilai etik dan intelektual yang kalian bawa adalah landasan untuk memperkuat hubungan bilateral kita dengan Rusia,” pesan Dubes Tavares dalam sambutan yang menggugah.Para Penjaga Api PrestasiDari 22 kandidat tangguh, terpilihlah empat

 

putra terbaik bangsa yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan hubungan antarnegara:Kategori STEM: Gerry Utama (Saint Petersburg State University), sang peneliti muda di bidang Geomorphology and Paleogeography.

Kategori Sosial, Kepemimpinan, dan Diplomasi: Teguh Imanullah (Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University), mahasiswa Powder Metallurgy yang aktif berorganisasi.

Kategori Seni, Bahasa, dan Budaya: Reef Harvest Glorify Sweaty (Irkutsk National Research Technical University), yang membawa harum nama bangsa melalui diplomasi budaya.

Kategori Riset Inovasi dan Penelitian: Dennis Gabriel Tinambunan (South Ural State University), spesialis Food Systems.Jembatan Persahabatan: Penghargaan untuk Mahasiswa RusiaMomen haru terjadi saat penghargaan juga diberikan kepada dua mahasiswi Rusia yang jatuh cinta pada Indonesia.

Kesenia Korsheva (Lomonosov Moscow State University) meraih penghargaan kategori Seni, Bahasa, dan Budaya, sementara rekan sekampusnya, Ulyana Klimenko, meraih kategori Sosial dan Diplomasi.

"Terima kasih KBRI Moskow telah memberikan kesempatan bagi kami mahasiswa Rusia untuk ikut andil mempromosikan Indonesia," ujar Ksenia dengan tulus. Bagi mereka, Indonesia bukan sekadar objek studi, melainkan rumah kedua yang mereka cintai melalui jalur pendidikan.

Membangun Masa Depan Melalui KebersamaanAtase Pendidikan dan Kebudayaan, Khoirul Rosyadi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh mahasiswa, termasuk delegasi dari Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Rusia yang turut hadir. Ia berharap penghargaan ini menjadi pemantik bagi seluruh mahasiswa Indonesia di Rusia untuk tidak hanya serius mengejar ilmu, tetapi juga aktif berkontribusi bagi tanah air.Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang emosional.

Aroma masakan khas Indonesia yang tersaji saat makan malam bersama seolah mengobati rasa rindu akan kampung halaman, sekaligus merayakan keberhasilan para mahasiswa yang tetap berprestasi meski jauh dari keluarga. Ki Hajar Dewantara Award 2026 telah membuktikan bahwa pendidikan adalah bahasa universal yang paling ampuh untuk mempersatukan bangsa.

 

 

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Warga Besipae NTT Diserang Massa Desa Tetangga, Warga Luka-Luka

Mon, 19 Oct 2020 01:02:18am

Liputan6.com, Kupang - Setelah ricuh dengan sejumlah aparat Satpol PP NTT, 37 warga Pubabu-Besipae, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor...

Wali Kota Tarakan Resmikan Program TNI Manunggal Membangun Desa

Mon, 19 Oct 2020 01:00:29am

Liputan6.com, Tarakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 di Kota Tarakan secara resmi dimulai. Mulainya kegiatan ini ditandai oleh...

20 Desa Terdampak Banjir Garut, Termasuk 25 Rumah Ibadah

Mon, 19 Oct 2020 12:59:12am

Liputan6.com, Bandung - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 20 desa yang tersebar di tiga kecamatan terdampak banjir akibat...

Baca Juga