Tulungagung-Jawa Timur (02/11/2026)Pada hari Senin, Tanggal 02 Nopember 2026, Pukul 20.00 Wib - Selesai di Echoice Cafe KAI Tulungagung diagendakan diskusi publik tentang gerakan pemuda/ mahasiswa fokus pada keberpihakannya.
Diskusi ini dihadiri oleh narasumber dari organisasi ekstra Mahasiswa yaitu : GMNI, PMII & HMI, serta dari TLC ( Tulungagung Lawyers Club) dan Dosen/ Pengamat Politik UIN SATU Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP
Sebagaimana diketahui bersama Tulungagung dalam beberapa pekan terakhir, ada aksi Unras/ aksi damai dengan berbagai tema, isu, tuntutan yang disuarakan khususnya di Tulungagung ( reforma agraria, kinerja / fungsi pengawasan pada legislatif, dll), namun elemen pemuda /mahasiswa tidak tampak secara masif turut serta pada aksi-aksi demonstrasi terkini.
Para tokoh mahasiswa dari HMI, PMII & GMNI yang hadir tidak menyangkal fakta yang ada terkait pasifnya mereka / tidak secara aktif turut UNRAS / Aksi Damai. Pada intinya mereka tetap melakukan konsolidasi internal dan memetakan isu-isu prioritas / urgent. Mereka cenderung diam karena waspada upaya penyusupan dan atau upaya menunggangi aksi mahasiswa demi suatu kepentingan politis.
Secara terpisah Sahrul Munir Sujarwo
(Ketua Lakpesdam NU Cabang Tulungagung) Memberikan statement terkait gerakan mahasiswa/ pemuda yang terlibat stagnan.
Terkait pemuda mati suri, ini mjd problem serius. Hal ini terjadi karena :
1. Tingginya trend hedonistis dan materialistis
2. Munculnya rasa tidak percayaan kepada penyelenggara negara dikarenakan tindakan korupsi oleh pejabat.
3. Ketergantungan atas gadget.
4. Munculnya himpitan ekonomi dengan mahalnya harga-harga pokok sehingga membuat stres/tekanan lebih tinggi
5. Menjauhnya generasi muda dari Agama
6. Negara tidak punya inisiatif memunculkan partisipasi aktif agar pemuda lebih dinamis.
Dr. Yudi Krisno Wicaksono, M.IP secara lugas memberikan statement/ paparan:
Gerakan mahasiswa/pemuda selain solid, memilih isu yang urgent, tepat momentum , ada hal yang tak kalah penting perlu dilakukan agar isu/ tema utama yang di suarakan sampai pada pemangku kebijakan utama ( misal : Presiden, Gubernur, Bupati/ Wali kota, Ketua DPR , dll)
Yaitu *Glorifikasi* isu oleh media.
"Glorifikasi adalah fenomena dimana media massa memberikan perhatian, ruang, atau sorotan yang berlebih pada suatu peristiwa, sehingga terlihat jauh lebih urgent, penting , hebat, atau dramatis daripada realitas yang sebenarnya", Pungkasnya
Media memiliki kekuatan untuk menentukan hal-hal/ Isu-isu apa saja yang dianggap penting oleh masyarakat dan pastinya akan jadi Concern Pemangku kebijakan/ Rezim Penguasa ( Agenda -Seeting Theory).
Dan yang tak kalah penting, di era digitalisasi kolaborasi gerakan mahasiswa/ pemuda dengan media akan jadi pendorong komersialisasi dan Clickbait ( Rating Driver), motif ekonomi melatarbelakangi Glorifikasi Isu, berita yang sensasional, kontroversial meluas ke ruang publik tanpa bisa dibendung lagi, karena motif ekonomi hari ini jadi salah aspek yang sangat dipertimbangkan.
SEKAYU- Pilih cepat selesai atau lama tersendat. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) putuskan tutup total Jembatan Lalan selama lebih...
SEKAYU, — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna...
SEKAYU — Sengketa lahan antara warga Kecamatan Batanghari Leko, Andi Karnain, dengan PT Cakra Adi Pratama dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)...
SEKAYU- Sebanyak ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Wakil Bupati Muba Abrur Rohman...
PALEMBANG, 25 APRIL 2026 – Memasuki kuartal kedua tahun 2026, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Herryandi...