Senin, 8 Juni 2026 - 04:51 WIB
Lebaran pak BUP&WABUP panjang

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
265 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Bupati Toha: Jadikan Idul Fitri Sebagai Momentum Jaga Kebersamaan dan Kekompakan

Tue, 1 Apr 2025 01:33:08pm

Palembang– Di tengah semaraknya suasana Idul Fitri 1446 H, Bupati Muba H M Toha Didampingi Wakil Bupati Muba Rohman dan jajaran Forkopimda Muba...

PT Muba Link Berbuka Puasa Bersama Media ,LSM dan Media Sosial”Harmoni Rhamdan Hangat nya Kebersamaan”

Sat, 29 Mar 2025 12:48:04pm

Kita merah putih.com Ramadhan selalu menjadi momen yang penuh makna baik di lingkungan keluarga maupun sahabat kerabat dan Rekan Sejawat, momentum...

DPC LSM BRANTAS MUBA Realisasaikan Kegiatan Tahunan, Berupa Pembagian sembako, Takjil, dan Santunan Anak Yatim

Fri, 28 Mar 2025 12:58:56pm

  Musi Banyuasin 26 Maret 2025 Sumatra Selatan. Dpc LSM Brantas Muba membagikan Sembako gratis kepada 7 Desa di dua Kecamatan Bayung Lencir dan...

Arus Lintas Sungai Lilin Padat Di pagi Hari Patuhilah Peraturan lalu lintas

Wed, 26 Mar 2025 01:43:14pm

Kepadatan lalu lintas mulai terlihat di arus jalan lintas timur Palembang – Jambi,saat H-5 lebaran atau Idul fitri 1446 H/2025. Arus lalu lintas...

Gebrakan Pemkab Muba: Bahasa Sekayu Hadir di TVRI dan Muba TV

Tue, 25 Mar 2025 03:01:28pm

  Musi Banyuasin, Dalam sebuah gebrakan monumental yang digagas oleh Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha, Kabupaten Muba menghadirkan...

Baca Juga