Senin, 8 Juni 2026 - 12:14 WIB
Lebaran pak BUP&WABUP panjang

LSM dan Ormas Ancam Demo Besar-Besaran Desak dan Stop Tongkang Batu Bara Sebelum Jembatan Lalan Tuntas

Rabu, 4 Maret 2026
265 views
0
IMG-20260304-WA0045

MUBA – Kesabaran masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin tampaknya sudah di ujung batas. Lambannya perbaikan Jembatan Lalan memantik kemarahan publik. Gabungan LSM dan organisasi kemasyarakatan (ormas) memastikan akan turun ke jalan dalam aksi besar-besaran jika tuntutan mereka tak segera direspons.

Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Mauzan, menegaskan bahwa pihaknya mendesak penghentian sementara aktivitas tongkang batu bara yang melintasi wilayah tersebut hingga perbaikan jembatan benar-benar rampung.

“Dalam waktu dekat ini kami akan demo besar-besaran. Hentikan dulu tongkang batu bara sebelum Jembatan Lalan selesai. Jangan korbankan rakyat demi bisnis,” tegas Mauzan.

Menurutnya, masyarakat sudah terlalu lama menjadi pihak yang menanggung beban. 

Jembatan rusak tak kunjung tuntas, mobilitas lumpuh, aktivitas ekonomi tersendat, sementara tongkang batu bara tetap hilir mudik seolah tak ada persoalan.

“Ini yang membuat publik bertanya-tanya. Mengapa aktivitas bisnis tetap lancar, tapi kepentingan warga seperti dianaktirikan? Jangan sampai muncul kesan ada pembiaran,” ujarnya.

Mauzan menyebut, jika pemerintah dan pihak terkait benar-benar berpihak pada rakyat, mestinya ada langkah tegas dan terukur. Bukan sekadar janji atau pernyataan normatif tanpa kepastian waktu penyelesaian.

Senada dengan itu, Fitriandi dari DPD LAN menyatakan sikap keras. Ia memastikan aksi tidak hanya sebatas simbolik, tetapi akan digelar di sejumlah titik strategis, mulai dari DPRD, Pemkab Muba, Dinas Perhubungan, hingga Polres.

“Kami akan datangi langsung instansi terkait. Ini bukan gertakan. Ini suara rakyat yang sudah terlalu lama diabaikan,” tegasnya.

Desakan penghentian tongkang batu bara menjadi ujian nyata bagi pemerintah daerah: berdiri bersama masyarakat atau tetap membiarkan polemik berlarut. Jika tak ada langkah konkret dalam waktu dekat, bukan tidak mungkin gelombang protes akan membesar dan sulit dikendalikan.

Kini publik menanti. Apakah pemerintah bergerak cepat menyelamatkan kepentingan warga, atau memilih diam hingga bara protes berubah menjadi kobaran besar?

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Peringatan Hari Kartini DPPA Muba Pemeriksaan Pap-Smear dan Donor Darah

Tue, 22 Apr 2025 01:03:56pm

Kita Merah Putih.com Momentum peringatan Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, menjadi momentum kenangan sejarah Sosok pahlawan wanita yang...

Bupati Muba Audiensi dengan Wamenkes: Usulkan RSUD Sekayu Siap Menjadi Rujukan Layanan Kanker

Tue, 22 Apr 2025 11:49:10am

Jakarta – Bupati Musi Banyuasin (Muba), H. M. Toha, SH, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante...

Semarak Hari Kartini, DPPKB Muba Tampilkan Semangat Emansipasi Lewat Balutan Kebaya

Mon, 21 Apr 2025 02:38:44pm

SEKAYU, MUBA – Suasana berbeda terasa di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Musi Banyuasin, Senin...

BULAN PANUTAN PEMBAYARAN PBB P-2 TAHUN PAJAK 2025

Mon, 21 Apr 2025 01:46:25am

Kita Merah Putih.com Menindaklanjuti acara Sosialisasi Penyampaian SPPT dan Pemungutan PBB P-2 yang digelar olah Pemerintah Kabupaten Tulungagung...

Waspadai Ledakan Penyakit dan Perkuat Kesadaran Hidup Sehat!

Sun, 20 Apr 2025 02:36:45pm

SEKAYU, MUBA– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tungkal Jaya, Bayung Lencir, dan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)...

Baca Juga