TULUNGAGUNG — Kebijakan retribusi parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung kini menjadi sorotan dunia akademis. Efektivitas regulasi lokal tersebut menarik perhatian Moh. Jadil Maula Bik, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Fiskal, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), untuk dikaji secara mendalam dalam riset skripsinya.
Menggunakan kacamata teori user charges (pungutan pengguna), riset ini akan membedah apakah tarif parkir yang dibayarkan masyarakat sudah sebanding dengan fasilitas pelayanan yang mereka nikmati di lapangan.
Langkah ilmiah ini diharapkan mampu mengevaluasi asas keadilan, transparansi, serta optimalisasi kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tulungagung.Langkah kritis dari mahasiswa kampus jaket kuning tersebut mendapat respons positif dan dukungan hangat dari berbagai elemen masyarakat setempat.
Salah satunya datang dari Ketua Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Tulungagung, Hendri Dwiyanto. Ia menilai kajian ilmiah objektif seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengawal pembangunan daerah."Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UI yang kritis dan mau mengkaji kebijakan lokal di Tulungagung. Penelitian ini tentu sangat positif untuk memberikan masukan objektif demi pembangunan daerah yang lebih baik," ujar Hendri Dwiyanto saat dimintai keterangan pada Sabtu (16/5/2026).
Untuk menghasilkan analisis yang akurat dan kredibel, mahasiswa dengan NPM 2206092292 tersebut saat ini tengah bergerak menjaring data lapangan. Ia sedang mengajukan permohonan wawancara kepada sejumlah pemangku kebijakan, dinas teknis terkait, hingga tokoh masyarakat di Kabupaten Tulungagung.
Dukungan dari organisasi masyarakat seperti Laskar Merah Putih diharapkan dapat membuka jalan dan mempermudah proses birokrasi pengumpulan data di lapangan. Pada akhirnya, hasil akhir dari skripsi ini diproyeksikan tidak sekadar menjadi syarat kelulusan akademis semata, melainkan menjelma sebagai rekomendasi ilmiah konkret bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam menyempurnakan tata kelola perparkiran di masa depan.
Kita merah Putih Kontingen kabupaten Musi Banyuasin Terus berusaha meraih mendali sebanyak-banyaknya terlihat jalas usaha kerja keras para...
Tim panjat tebing Kabupaten Musi Banyuasin keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) panjat tebing Porprov Sumatera Selatan Musi Banyuasin...
Musi Banyuasin - Tim panjat tebing Kabupaten Musi Banyuasin keluar sebagai juara umum cabang olahraga (cabor) panjat tebing Porprov Sumatera Selatan...
Cabang Olahraga Catur di pentas Porprov 2025, Jumat pagi (24/10) resmi di buka, sebanyak 117 atlit ikut meriahkan dari 14 Kabupaten dan Kota...
MUBA - Dugaan pengelolaan Hutan Kawasan Tanpa Izin di Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin hingga kini belum ada penegakkan...