SEKAYU, MUBA – Suasana Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendadak tegang pada Senin (9/2/2026). Anggota Fraksi Golkar, Mukhammad Isa, melontarkan interupsi pedas yang menyoroti lambannya progres pembangunan kembali Jembatan Lalan yang menjadi urat nadi masyarakat.
Di hadapan pimpinan rapat dan jajaran eksekutif, Isa menyuarakan jeritan warga Kecamatan Lalan yang kini terisolasi. Selain akses jembatan utama yang masih terputus pasca-insiden ambruknya jembatan tersebut, jalur darat alternatif pun dilaporkan rusak parah dan berlumpur akibat tingginya intensitas hujan.
"Kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Jembatan putus, jalan darat hancur dan becek. Aktivitas ekonomi warga lumpuh Saya minta Pak Bupati segera panggil dan evaluasi AP6L (Asosiasi Pengusaha Sungai Lalan). Cek komitmen mereka, jangan biarkan rakyat terus sengsara," tegas Isa saat menyampaikan Laporan Hasil Reses II Tahun 2026.
Soroti Komitmen Konsorsium
Isa meragukan komitmen AP6L dalam percepatan pembangunan karena progres fisik di lokasi dinilai stagnan. Ia mendesak pemerintah bertindak tegas agar proyek tidak molor melebihi target tahun ini. Persoalan ini pun secara resmi telah dimasukkan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Muba guna memastikan pemulihan infrastruktur wilayah perairan menjadi prioritas mutlak.

Dishub Muba Optimis: Target Selesai Juli Sebagai Kado HUT Muba
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH melalui Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muba, M. Hatta, S.E., M.M., menyatakan optimisme bahwa jembatan akan rampung tepat waktu. Berdasarkan koordinasi dengan AP6L dan pihak kontraktor KSO PT Ciawenindo Mitra Perkasa – PT Pakuhaji Naga Perkasa, pengerjaan saat ini berfokus pada fabrikasi rangka baja.
"Dua minggu lalu, kami bersama Dishub Provinsi Sumsel meninjau langsung proses pembuatan kerangka besi di Bekasi. Progres produksi sudah mencapai 75%. Targetnya, akhir Maret nanti kerangka tersebut dikirim via jalur laut dari Tanjung Priok menuju alur Sungai Lalan," jelas M. Hatta.
Ia menambahkan, jika proses pemasangan berjalan lancar, jembatan diprediksi fungsional pada bulan Juli mendatang. "Kami upayakan selesai Juli sebagai kado spesial pada hari ulang tahun Kabupaten Musi Banyuasin nanti," pungkasnya.
Pihak pemerintah terus melakukan pengawasan ketat terhadap kontraktor agar tenggat waktu tujuh bulan sejak dimulainya kembali pengerjaan pada Januari 2026 dapat terpenuhi tanpa kendala teknis tambahan.
KITA MERAH PUTIH, TULUNGAGUNG – Guna mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung sukses...
BAYUNG LENCIR, MUBA – Keluhan masyarakat terkait akses jalan yang sulit dilalui saat musim hujan di Desa Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lencir, kini...
TULUNGAGUNG (20/02/2026) – Komisi C DPRD Kabupaten Tulungagung menggelar Rapat Dengar Pendapat (hearing) panas bersama Ormas Laskar Merah Putih di...
Puluhan Alquran dibagikan kepada anak-anak pengajian di Masjid Nurul Iman, Desa Ulak Teberau, Kecamatan Lawang Wetan, Kamis (19/2/2026). Kegiatan...
SEKAYU, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas ilegal provider internet PT Eka Mas Republik...