Rabu, 4 November 2026 - 08:29 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Hujan Air Mata dan Spanduk Protes di Lalan: Warga Muba Desak Janji Pembangunan Jembatan yang Roboh

Jumat, 2 Januari 2026
199 views
0
IMG-20260102-WA0056

MUSI BANYUASIN (Muba) – Ratusan warga Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menggelar aksi damai yang dipenuhi keharuan dan kekecewaan di bawah guyuran hujan gerimis pada hari Jumat (2/1/2026). Aksi ini adalah puncak dari penderitaan panjang dan kekecewaan mendalam atas robohnya Jembatan Lalan, yang merupakan jalur vital, akibat ditabrak oleh tongkang batu bara.

Di lokasi aksi, massa yang terdiri dari berbagai usia membentangkan spanduk-spanduk yang berisi jeritan hati. Mereka menuntut pertanggungjawaban perusahaan dan mendesak realisasi janji pembangunan kembali jembatan yang tak kunjung terealisasi.

Aksi ini dikoordinir oleh Aliansi Masyarakat Peduli Jembatan Lalan, yang dipimpin oleh I Gusti Ketut Satya Mertha.

"Aksi damai ini sekaligus bentuk dukungan kami terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Gubernur Sumatera Selatan untuk menutup alur sementara, dikarenakan janji pembangunan tidak terealisasi," tegas I Gusti Ketut Satya Mertha di tengah massa yang basah kuyup

 

Lima Tuntutan Keras di Tengah Duka Warga

Di bawah langit yang kelabu, rintik hujan seolah ikut merasakan duka kolektif, warga Lalan menyuarakan lima tuntutan utama yang tertulis jelas pada spanduk-spanduk mereka, yang diarahkan kepada pemerintah dan perusahaan terkait:

Mendesak dilanjutkannya pembangunan Jembatan Lalan.

Menutup alur Sungai Lalan secara permanen bagi perusahaan yang menggunakan alur tersebut hingga jembatan dibangun.

Mendesak evaluasi izin perusahaan jika tidak bersedia melanjutkan pembangunan jembatan.

Menuntut perhatian terhadap dampak sosial akibat robohnya jembatan, termasuk penyediaan fasilitas penyeberangan gratis.

Menetapkan batas waktu pembangunan jembatan maksimal 7 bulan, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2026.

Puncak aksi protes ditandai dengan pemasangan spanduk bertuliskan "Alur Ditutup Sementara" di akses sungai, menjadi simbol perlawanan keras terhadap perusahaan yang dianggap lepas tangan.

Penderitaan dan Harapan dari Lintas Generasi

Spanduk-spanduk yang dibentangkan mencerminkan keputusasaan kolektif, memuat seruan yang ditujukan langsung kepada Presiden RI, Gubernur Sumatera Selatan, hingga Anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, agar sudi "menolong jeritan hati" warga Lalan. Kehancuran jembatan telah melumpuhkan denyut nadi ekonomi dan sosial masyarakat, memaksa mereka menjalani hari-hari dengan kesulitan akses yang parah dan biaya tinggi.

Penderitaan warga Lalan turut disuarakan oleh para tokoh masyarakat yang hadir.

 Salah satunya adalah Bapak Astawila, seorang tokoh vokal yang rela menempuh jarak kurang lebih 68 kilometer dari Kecamatan Sungai Lilin menuju Lalan menggunakan sepeda motor, meski usianya tak lagi muda.

"Saya berharap agar apa yang menjadi keluhan masyarakat, yaitu Jembatan, dapat segera dibangun. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar Bapak Astawila dengan nada penuh harap.

Aksi yang berlangsung mengharukan di bawah guyuran hujan ini menjadi pengingat pedih bagi para pemangku kepentingan, bahwa di balik tumpukan batu bara yang melintasi sungai, ada penderitaan ratusan keluarga yang menanti sebuah jembatan—simbol penghubung harapan dan janji yang telah lama ternoda. Warga Lalan berharap, batas waktu 7 bulan yang mereka tetapkan menjadi tenggat terakhir bagi penderitaan panjang ini.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

PEMKAB MUSI BANYUASIN TEGASKAN SURAT EDARAN TERKAIT IMPLEMENTASI PERMEN ESDM NOMOR 14 TAHUN 2025 ADALAH PALSU DAN HOAKS

Sun, 7 Jun 2026 01:34:33pm

Sekayu, 7 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan bahwa surat yang beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan terkait...

Rumah Jauhari di Sungai Lilin Ludes Terbakar Dini Hari, Kerugian Tembus Rp100 Juta

Sun, 7 Jun 2026 12:29:01am

SUNGAI LILIN, MUBA – Satu unit rumah tinggal milik warga bernama Jauhari yang berlokasi di RT 02 RW 08, Teluk Kemamang, Kelurahan Sungai Lilin,...

Disnakertrans Musi Banyuasin Sukses Tuntaskan Belasan Kasus Perselisihan Hubungan Industrial

Fri, 5 Jun 2026 07:31:39am

Sekayu, 5 Juni 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Musi Banyuasin mencatatkan rapor positif dalam menjaga stabilitas dunia kerja...

Gerakan Kolaboratif Pemkab Muba, Bpjs Ketenagakerjaan dan Dunia Usaha 

Fri, 5 Jun 2026 01:39:33am

  SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemda Muba) dibawah Kepemimpinan Bupati Muba HM.Toha Rohman dan Wakil Bupati Kiai Abdur...

Kerap Mangkir Mediasi? Kadisnakertrans Muba Ingatkan Perusahaan Risiko Rugi Hukum Hingga Kalah di PHI

Thu, 4 Jun 2026 12:48:56am

Sekayu, 4 Juni 2026 – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin mengambil langkah tegas dalam mengedukasi...

Baca Juga