Kita merah putih.com Guna menyikapi aduan masyarakat diantaranya pungutan/iuran dan masih banyaknya ijazah yang tertahan, dikarenakan sekolah memberikan syarat tertentu untuk mengambilnya sehingga masyarakat khususnya siswa untuk meneruskan pendidikan terhambat oleh karena itu kami melayangkan surat tembusan kepada Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur dengan nomor: 52/P/3/2023/LMP.TA. perihal kinerja Cabang Dinas Pendididkan Provinsi Jatim Wilyah Tulungagung &;Trenggalek.,Rabu(29/03/23).

Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Markas Cabang Tulungagung, Hendri Dwiyanto mengatakan bahwa kami mengirimkan Surat itu juga sebagai tindak lanjut surat LMP yang mengkritisi dan mempertanyakan berbagai kebijakan dan kinerja yang dilakukan Kepala Cabang Dinas Pendidikan yang dinilai perlu adanya keterbukaan dan kordinasi dengan pemangku wilayah setempat.
"Menurut kami, banyak sekali hal hal yang perlu ditingkatkan. Ada beberapa poin dalam surat Kami, yang perlu disikapi oleh Kacabdin demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas," ungkap Ketua LMP Macab Tulungagung, Hendri Dwiyanto, Rabo (29/03/23).
Ditambahkannya lima poin yang menjadi tuntutan LMP, untuk disampaikan ke publik itu adalah laporan penggunaan/realisasi dana BOS, BOP dan BPOPP di SMAN dan SMKN. Laporan pencapain indikator kinerja utama (IKU) untuk mengukur keberhasilan organisasi dalam mencapai sasaran strategis.paparnya
Membuat laporan manajeman pelayanan pendidikan untuk meningkatkan akses pendidikan menengah dan kusus yang berkualitas. Membuat laporan pengukuran kinerja secara perbandingan target disetiap indikator untuk mendapatkan strategi yang tepat guna peningkatan kinerja dimasa yang akan datang.
Membuat laporan kepada pemerintah daerah apabila menemukan kesulitan dalam mengeksekusi sebuah kebijakan. Mengingat peserta didik adalah masyarakat/penduduk di wilayah kabupaten Tulungagung dan Trenggalek. Sudah selayaknya Kacabdin bekerja sama dengan Kepala Daerah dan DPRD agar kendala atau kesulitan bisa segera diatasi demi peningkatan mutu dan pendidikan siswa.
"Jika kelima poin tersebut tidak bisa dilakukan, sama artinya Kacabdin telah gagal melaksanakan amanat yang diembannya. Padahal era saat ini adalah era keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kalau tidak mampu mengelola Dana Bos dan BPOP akibatnya masih terus terjadi pungutan ke orang / wali murid," ungkap Hendri.
Lebih lanjut Ia mengatakan, Kacabdin harusnya mampu menjalankan peran membina SMKN/SMAN, agar sekolah sekolah tersebut kondusif tanpa timbul gejolak dan tidak banyak laporan dan pengaduan dari masyarakat ke sekolah.
"Kalau tidak mampu menurut saya, mundur saja atau bahkan Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur harusnya mengevaluasi posisinya atau mencopotnya," pungkasnya.
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioer Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso meminta perusahaan financial technology atau fintech tak...
TRIBUN-MEDAN.COM - Kolaliandri Ginting, mahasiswa semester 6 jurusan Administrasi Bisnis FISIP USU membuka lapangan kerja bagi mahasiswa yang...
JAKARTA - Industri musik dan perfilman Korea Selatan dalam hampir satu dekade ini telah membanjiri pasar di Asia, termasuk Indonesia. Tidak ingin...
MEDAN | Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Jabodetabek, (IKA FT USU) Jabodetabek menyampaikan Inisiasi Proyek Pembangunan Unit...