Selasa, 23 Juni 2026 - 08:54 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Fajar Baru di Keluang: Mengubah Nasib, Mengukir Ketahanan Energi dari Sumur Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026
78 views
0
IMG20260513102929

 

MUBA, 13 Mei 2026 – Di bawah terik matahari pagi yang menyengat namun membawa harapan, ribuan warga berkumpul di lapangan terbuka Kecamatan Keluang, Musi Banyuasin (Muba). Hari ini bukan sekadar seremoni biasa; hari ini adalah tentang kepastian hidup bagi puluhan ribu pasang tangan yang selama ini menggantungkan nasib pada perut bumi.

Melalui Apel Ikrar Bersama dan Launching Tata Kelola Sumur Minyak Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Muba resmi memulai babak baru implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025. Slogan "Stop Illegal Drilling dan Illegal Refinery" tidak lagi diteriakkan sebagai ancaman, melainkan sebagai ajakan untuk melangkah ke jalur yang lebih aman, profesional, dan manusiawi.

Dari "Ilegal" Menjadi Berdaya

Selama bertahun-tahun, istilah illegal drilling identik dengan risiko nyawa dan kerusakan lingkungan. Namun, bagi masyarakat Muba, sumur-sumur ini adalah denyut nadi ekonomi. Berdasarkan data inventarisasi Kementerian ESDM per Oktober 2025, terdapat 22.381 sumur minyak masyarakat yang tersebar di wilayah ini.

"Kita tidak ingin lagi mendengar ada warga yang tertimpa musibah karena tata kelola yang tidak standar. Kita ingin rakyat bekerja dengan tenang, lingkungan terjaga, dan hasilnya sah secara hukum untuk memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Pj Bupati Muba dalam laporannya di hadapan lebih dari 1.090 peserta yang hadir.

Tiga Pilar Pengelola: Menggandeng Rakyat

Melalui regulasi baru ini, pengelolaan puluhan ribu sumur tersebut kini memiliki "payung" resmi. Sebanyak tiga badan usaha ditunjuk sebagai garda terdepan untuk membina dan mengoordinasikan aktivitas masyarakat:

PT Petro Muba: Mengelola tanggung jawab terbesar dengan 14.381 sumur.

Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera: Merangkul masyarakat melalui pengelolaan 4.000 sumur.

UMKM PT Keluang Berkah Energi: Menggerakkan ekonomi lokal dengan mengelola 4.000 sumur.

Pembagian ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang legal melalui wadah koperasi dan UMKM.

Pesan Humanis Gubernur: Menjadi Pionir Energi Berkelanjutan

Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, S.H., M.M., yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi mendalam. Baginya, langkah Muba adalah langkah pionir di Indonesia.

"Sumur-sumur ini adalah penopang energi nasional. Dengan tata kelola yang baik melalui Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025, kita sedang menunjukkan bahwa negara hadir. Kita ingin semua terus menjadi pionir dalam pembangunan energi yang berkelanjutan, terintegrasi, dan memiliki integritas," pesan Herman Deru dengan penuh penekanan.

Gubernur juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektoral. Kehadiran Kapolda Sumsel, Pangdam, tokoh agama, hingga organisasi kepemudaan dalam ikrar ini menjadi simbol bahwa transisi menuju tata kelola legal ini didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Harapan di Masa Depan

Acara ini ditutup dengan peluncuran secara simbolis sistem tata kelola baru yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan dan peningkatan kapasitas SDM bagi para pekerja sumur. Tidak ada lagi sembunyi-sembunyi; kini para penambang rakyat bisa berjalan tegak, menyumbangkan tetesan minyaknya untuk negara dengan prosedur yang aman.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, dan masyarakat, Musi Banyuasin hari ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri: bahwa ketahanan energi bisa dibangun dari bawah, dengan memanusiakan mereka yang selama ini berjuang di garis depan sumur-sumur minyak bumi.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

YLBHI Minta Polisi yang Pukul Jurnalis Saat Liput Demo Diproses Hukum

Mon, 19 Oct 2020 02:34:37am

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur meminta kepolisian memproses hukum personelnya...

Penegak Hukum Diminta Hati-Hati Tangani Kasus Perbankan

Mon, 19 Oct 2020 02:00:31am

Liputan6.com, Jakarta - Penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung diminta berhati-hati dalam menangani kasus perbankan. Pasalnya posisi perbankan...

4 Relawannya Dianiaya Oknum Polisi, PP Muhammadiyah Siapkan Jalur Hukum

Mon, 19 Oct 2020 01:58:37am

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan akan menempuh jalur hukum atas dugaan penganiayaan yang diterima 4 relawan...

Kena Hukum Baca Pancasila, Kata yang Diucapkan Emak-Emak Ini Malah Bikin Gregetan

Mon, 19 Oct 2020 01:53:24am

Liputan6.com, Jakarta - Di masa pandemi seperti sekarang ini, protokol kesehatan wajib diterapkan masyarakat termasuk saat mengendarai kendaraan...

Ritual Kuno Batu Peninis Mengawali Pembukaan Desa Kartun Sidareja

Mon, 19 Oct 2020 01:03:28am

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah ritual budaya di Desa Sidareja Peninis, Purbalingga, Jawa Tengah bangkit kembali setelah sempat terkubur satu abad....

Baca Juga