Kerja Keras SMPN 2 Karangrejo dalam melaksanakan Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI) 2025 di Kabupaten Tulungagung membuahkan Hasil yang menggembirakan sehingga pilihnya sebagai Juara 1 dalam penilaian program tersebut yang lebih Menambah penyemangat lagi yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Rahadi Puspita Bintara, ikut mendukung mengapresiasi Kabupaten Tulungagung melaksanakan kegiatan SPI yang diinisiasi Bank Indonesia Kediri, yang secara konsisten mendorong program Urban Farming sebagai solusi peningkatan ketahanan pangan.

Menurutnya, program Sekolah Peduli Infflasi (SPI) 2025 yang mengusung konsep Pentahelix, yaitu kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah, Akademisi, Kelompok Masyarakat, dan Media, merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang peduli terhadap inflasi dan masa depan ekonomi Indonesia, khususnya di Kabupaten Tulungagung.

“Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian infasi yang tidak hanya berfokus pada kebijakan makro, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat, termasuk generasi muda, dalam membangun ketahanan pangan sejak dini,” ucapnya. Kamis (6/11/2025).
Selain itu, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendian Infflasi Pangan (GNPIP), serta untuk memperluas dampak dan efektivitas edukasi mengenai inflasi pada tahun 2025, yang dimplementasikan melalui Program Sekolah Peduli Inflasi (SPI), merupakan inovasi yang menggabungkan edukasi dan partisipasi aktif siswa dalam pengendalian inflasi berbasis ketahanan pangan.
“Program SPI muncul dengan melihat adanya potensi besar di sekolah, yaitu tersedianya lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Maka dengan memanfaatkan lahan tersebut, siswa dapat belajar membudidayakan komoditas pangan yang menjadi penyumbang inflasi, sehingga mereka dapat memahami hubungan antara produksi, distribusi, dan stabilitas harga pangan,” terangnya.
Dengan adanya program ini, pihaknya berharap, semakin banyak sekolah yang mampu mengoptimalkan peran dalam menciptakan ketahanan pangan lokal, serta menumbukan kesadaran siswa akan pentingnya stabilitas harga dalam kehidupan sehari-hari.
“Oleh karena itu, kreativitas siswa dalam mengembangkan program urban farming, dan strategi publicasiasi program kepada masyarakat melalui SPI 2025, diharapkan terjadi peningkatan efktivitas pengendalian inflasi dari sisi penawaran (supply side) dengan memperkuat produksi pangan di tingkat lokal,” tuturnya.
Harapan 1 SMPN 2 Ngantru
Harapan 2 SMP Islam Al Azhaar Adapun reward yang diterima, JUARA 1 mendapakan hadiah uang pembinaan Rp 10 juta (potong pajak), Piala, dan Piagam Penghargaan.
JUARA 2 mendapakan hadiah uang pembinaan Rp 5 juta (potong pajak), Piala, dan Piagam Penghargaan.
JUARA 3 mendapakan hadiah uang pembinaan Rp 3 juta (potong pajak), Piala, dan Piagam Penghargaan.
JUARA HARAPAN 1 mendapakan hadiah uang pembinaan Rp 1.5 juta (potong pajak), Piala, dan Piagam Penghargaan.
JUARA HARAPAN 2 mendapakan hadiah uang pembinaan Rp 1 juta (potong pajak), Piala, dan Piagam Penghargaan, yang akan diserahkan pada bulan November bertepatan dengan Hari Jadi ke-820 Kabupaten Tulungagung.
Kita merah Putih.com SURABAYA – Aparat kepolisian memperketat pengawasan di sejumlah titik keramaian guna memastikan suasana menjelang waktu...
PALEMBANG – Sinergi dalam transformasi tata kelola pemerintahan terus diperkuat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi...
Mahasiswa dan mahasiswi Sekolah Tinggi Hukum (sekarang bagian dari Institut Rahmaniyah Sekayu) menggelar acara buka puasa bersama di Rumah Makan...
MUBA – PT Sejati Palma Sejahtera kembali membuka kesempatan karier bagi putra daerah dengan membuka lowongan untuk posisi Operator Grader. Langkah...
SEKAYU- Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H melantik dan mengambil sumpah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah, Pejabat...