Kesya Qonita Dz, salah satu atlet asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, siap mewakili Provinsi Sumsel dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 27 Juni–6 Juli 2025. Ia bukan hanya datang sebagai peserta, tapi membawa semangat luar biasa sebagai satu-satunya atlet panahan difabel (para archery) yang akan bertanding melawan atlet-atlet non-difabel (able).
Momen penuh inspirasi terjadi saat Kesya berdialog langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak Dito Ariotedjo.
"Kamu dari mana?" tanya Pak Menteri.
"Dari Musi Banyuasin, Pak. Sumatera Selatan," jawab Kesya mantap.
"Berani kamu melawan anak-anak yang sempurna?" lanjut beliau.
"Siap, berani!" tegas Kesya tanpa ragu.
Pak Menteri pun berbagi kisah inspiratif tentang seorang atlet taekwondo difabel yang berhasil mengalahkan lawannya yang non-difabel. Kini, cerita serupa berpotensi terulang di dunia panahan lewat perjuangan Kesya.
"Ternyata di panahan juga ada atlet difabel yang berani bersaing. Semoga ini menjadi kisah inspiratif berikutnya," ungkapnya.
Menutup percakapan, Pak Menpora menyemangati Kesya dengan penuh haru.
"Selamat berlomba, Kesya. Tetap semangat!"
Liputan6.com, Jakarta Desa Wisata Kembang Arum Turi Sleman merupakan sebuah desa dengan pemandangan yang bersih dan tertata rapi. Suasana yang...
Liputan6.com, Jakarta Kementerian BUMN berencana melakukan menggabungkan 3 bank syariah anak usaha BUMN ke dalam satu perusahaan merger. Menteri...
Liputan6.com, Jakarta Kemenpora terus menunjukkan partisipasinya dalam meminimalisasi dampak pandemi COVID-19. Kali ini, Menpora Zainudin Amali...
Liputan6.com, Jakarta Merdeka Belajar episode keempat kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah organisasi penggerak. Sejak diluncurkan...
Liputan6.com, Jakarta - Budaya perusahaan menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan bertahan di masa pandemi Covid-19. Perusahaan yang...