Kamis, 30 April 2026 - 05:08 WIB
banner ucapan Sekda revs

6 Hoaks Kesehatan: Masker Picu Kanker hingga Harga Vaksin Covid-19 Mahal

Senin, 19 Oktober 2020
289 views
0
055327500_1525841213-hoax

Liputan6.com, Jakarta - Selama seminggu terakhir, ada banyak hoaks yang beredar di masyarakat, khususnya di media sosial. Masih banyak hoaks tentang masker hingga harga vaksin virus corona covid-19 di Indonesia sangat mahal.

Berikut ini enam berita hoaks kesehatan yang telah dibantah Cek Fakta Liputan6.com:

1. Klaim Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Brasil

Beredar di media sosial terkait harga vaksin covid-19 Sinovac di Indonesia yang diklaim terlalu mahal ketimbang di Brasil. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan ini.

Salah satu akun yang membagikannya adalah Rom Lee. Dia mempostingnya pada 13 Oktober 2020.

Dalam postingannya ia menyertakan link berita dari CNBCIndonesia.com. Namun disertai narasi,

"Brasil Beli Vaksin Sinovac Rp 29 Ribu, Kok RI Rp 365 Ribu? Kok bisa ? Ini rantai distribusinya yg kepanjangan atau rente distribusinya yg kegedean ?"

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2. Berkumur Air Campur Cuka Bisa Hilangkan Covid-19 di Tenggorokan

Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim yang menyebut berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan.

Klaim berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan diunggah pengguna Facebook Military Boy. Begini narasinya:

"Virus corona ada d teggorokan selama 4 hari sebelum melakukan perjalanan ke paru-paru. Pada titik ini, pasien menderita sakit tenggorokan dan batuk.

Saat ini minum air sebanyak mungkin, air panas campur air garam atau cuka untuk mencuci tenggorokan. Ini cara menghilangkan virus dari tubuh.

Distribusikan pesan ini sebanyak mungkin dapat mencegah satu orang terinfeksi."

Bahkan, ada beberapa postingan yang menyebut berkumur menggunakan air dicampur cuka bisa menghilangkan virus corona covid-19 yang menempel di tenggorokan sudah mendapat rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

3. Klaim Memakai Masker Bisa Memicu Kanker

Beredar di media sosial klaim soal memakai masker bisa menyebabkan kanker. Klaim ini ramai dibagikan pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah @narendramodi di Twitter. Berikut isi postingannya:

"MASKS CAUSE CANCER!! Masks reduce the level of Oxygen in the respiratory system and in the blood stream. This is one of the main triggers for cancer. Using mask even for 1 minute increases the CO2 to 4000 ppm, whereas the highest permit is 1200 ppm - Belgium Doctors Assn"

atau dalam Bahasa Indonesia:

"MASKER PENYEBAB KANKER !! Masker mengurangi tingkat Oksigen dalam sistem pernapasan dan aliran darah. Inilah salah satu pemicu utama terjadinya kanker. Penggunaan masker bahkan selama 1 menit meningkatkan CO2 menjadi 4000 ppm, sedangkan izin tertinggi 1200 ppm - Belgium Doctors Assn"

4. Klaim Suhu Panas Masker Bisa Bikin Penderita Hipotiroid Positif Covid-19

Beredar di media sosial postingan terkait masker dan covid-19. Postingan tersebut mengklaim masker bisa menyebabkan seseorang yang hipotiroid jadi positif covid-19.

Akun yang memposting tersebut adalah akun Lois Lois di Facebook. Dia mengunggahnya pada Jumat (16/10/2020).

Berikut isi postingannya:

"Suhu panas dan CO2 akibat selalu pakai masker akan membuat Rapid dan PCR bisa (+) pd hypothyroid. Hati2 ketangkep alat"

Pada postingan lain di hari yang sama ia juga mengunggah narasi "Anjuran utk selalu pakai masker adalah jebakan maut!"

Sementara sehari sebelumnya ia memposting narasi "covid-19 adalah hawa panas masker+CO2 yang menurunkan keasaman darah"

5. Klaim Menggunakan Masker akan Berakibat Keracunan CO2

Cek Fakta Liputan6.com mendapati kalim menggunakan masker berakibat keracunan karbondioksida (CO2).

Klaim menggunakan masker berakibat keracunan CO2 diunggah akun Facebook Soelaiman Sr., pada 2 Oktober 2020.

Unggahan tersebut berupa keterangan sebagai berikut:

"OH.. TERNYATA AKTIVIS ANTI MASKER DIA INI. Hayoolah .. kita buat gerakan yang sama sebagai aktivis anti Masker, agar kita tidak ketergantungan dan menyelamatkan banyak nyawa Manusia dari dampak terlalu lama dan terlalu Sering menggunakan Masker, yang bisa mengakibatkan HYPOXIA dan MATI karna fungsi paru" tidak lagi Normal dan keracunan CO2 kita sendiri. buat gerakan anti Masker agar kita tidak mudah di kontrol dan di kendalikan seperti Robot.Orang Sehat .. Gunakan OTAK."

6. Klaim Dokter di Foto Ini Meminta Orang Afrika Menolak Divaksin Covid-19

Media sosial Instagram diramaikan dengan sebuah foto dokter yang memegang tulisan meminta Orang Afrika menolak vaksin virus corona covid-19.

Foto dokter yang memegang tulisan meminta Orang Afrika menolak vaksin virus corona covid-19 diunggah akun Instagram @glamdlozi.

Begini tulisan di kertas yang ada di foto tersebut:

"To all Africans, don’t accept to be immunised from Corona virus cause they’re implanting it through the vaccine".

Bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Untuk semua orang Afrika, jangan mau diimuniasi dari virus corona karena mereka sudah menanamkannya melalui vaksin."

Sejak berada di media sosial, foto tersebut mendapat banyak respons dari warganet. Tercatat, hingga saat ini, foto tersebut mendapat 224 like.

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

 

Sumber : https://www.liputan6.com/

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Masa Bakti Pengurus KONI Muba Berakhir Mei 2026, KONI Sumsel Tekankan Pemilihan Tepat Waktu

Tue, 31 Mar 2026 11:58:22am

MUBA, KMP– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Selatan memberikan pernyataan resmi terkait status kepengurusan KONI Musi...

Disdik Jatim Ditagih Komitmen Jalankan Sanksi Administrasi Terkait Dugaan Pungli di SMKN Tulungagung

Tue, 31 Mar 2026 09:38:36am

TULUNGAGUNG – Penanganan dugaan pungutan liar (pungli) di salah satu SMKN di Kabupaten Tulungagung kini memasuki babak baru. Laskar Merah Putih...

Perkuat Ekonomi Muba, Bank Sumsel Babel Kucurkan Rp240 Juta untuk Subsidi Paket Sembako

Mon, 30 Mar 2026 08:02:23am

Bank Sumsel Babel Sekayu Perluas Jangkauan Subsidi Pangan Bersama Dagperin dan Ketahanan Pangan SEKAYU — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin...

Pererat Silaturahmi, Kesbangpol dan BPBD Muba Gelar Halalbihalal Idulfitri 1447 H

Mon, 30 Mar 2026 07:58:05am

MUBA – Mengawali hari kerja dalam suasana Idulfitri 1447 H, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Badan Penanggulangan Bencana...

Melepas Belenggu APBD: Strategi “Out of the Box” Membangun Muba Melalui Sinergi Non-Anggaran

Sun, 29 Mar 2026 06:31:16am

Keterbatasan anggaran seringkali dianggap sebagai tembok besar yang menghentikan laju pembangunan. Namun, di era transformasi saat ini, memandang...

Baca Juga