"Tugas pemerintah itu juga harus banyak berkumpul dan bertemu masyarakat, banyak mendengar aspirasi, termasuk di dalamnya kritik bagi Kabupaten Muba sendiri," ujarnya.
Beni berharap, dari rembuk aktivis dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, dalam mengambil kebijakan pembangunan.
"Pemerintah Kabupaten Muba membutuhkan forum seperti ini, semoga berjalan lancar dan tertib sehingga pada waktunya nanti dapat menghasilkan masukan yang dapat kita pelajari dan ditindaklanjuti," tandasnya.
Sementara, Ketua Pelaksana Rembuk Aktivis Muba Amrullah SSos mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Muba dan pihak terkait yang telah memberikan sumbangsih, saran dan pokok pikiran sehubungan dengan terselenggaranya kegiatan Rembuk Aktivis Muba.
"Terimakasih kepada semua yang sudah mendukung kegiatan ini. Ini adalah momen yang pas bagi kita untuk sama-sama saling mendengar supaya Kabupaten Muba lebih baik dimasa yang akan datang," pungkasnya.
Turut hadir, Forkopimda, Kajari Muba diwakili Kasi Intel Abu Nawas SH, Para Staf Khusus Bupati Muba dan Kepala Perangkat Daerah Muba.
JEPARA – Dalam satu dekade, Jepara meraih penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Kota Ukir termasuk dari dua...
SINGARAJA, BALI EXPRESS-Buleleng kembali mencatatkan torehan membanggakan dalam pengelolaan keuangan dengan mengantongi opini Wajar Tanpa...
RADARSEMARANG.ID, Demak – Pemkab Demak kembali meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)....
Liputan6.com, Jakarta - Vaksin Covid-19 menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Namun vaksin yang diharapkan belum ada. Hingga saat ini, mematuhi...
Liputan6.com, Jakarta - Perayaan HUT ke-56 Partai Golkar tahun 2020 mengangkat tema "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit, Pilkada Menang." Tema ini...