Minggu, 24 Mei 2026 - 09:11 WIB
banner ucapan Sekda revs

Bupati Dodi Reza Fasilitasi Personal Branding ASN

Selasa, 29 Juni 2021
100 views
0
Screenshot_2021-06-29-15-04-53-58

Personal Branding dibutuhkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa sukses di bidangnya. Penegasan ini diungkapkan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin saat membuka workshop Personal Branding dan Kreatifitas ASN di Opproom Pemkab Muba, digelar BKPSDM Muba, Selasa (29/6/2021).

 

Bupati Dodi Reza menyebutkan, personal branding adalah sebuah atribut personal artinya keunggulan pada diri pribadi seseorang, sebagai ASN harus ada personal branding, dengan diupgrade pemahamannya serta mengikuti pelatihan dan workshop inovasi seperti ini untuk bisa sukses di bidangnya.

 

"Maka intinya kita percaya ASN yang punya personal branding tentu bisa memajukan suatu daerah. Sama seperti Kabupaten Muba punya regional branding, orang kalau dengar aspal karet pasti mikirnya Kabupaten Muba, kemudian dunia eco fashion ada Gambo orang ingatnya Muba juga, dan dari sektor lainnya lagi, begitu juga ASN harus punya personal branding supaya mudah diingat,"pungkasnya.

 

Dikatakan Dodi, personal branding adalah atribut yang diberikan pada seseorang. Tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, tapi memerlukan waktu panjang. Contoh saja narasumber hari ini, Helmi Yahya yang dikenal masyarakat adalah sosok cerdas, raja kuis, bersemangat, kreatif, enerjik.

 

“Tidak ada ruang untuk yang setengah-setengah, untuk menjadi sukses.Karena itu, untuk para ASN jadilah kepsek yang punya personal branding. Personal brand-mu adalah caramu tampil, caramu bicara, caramu berlaku,” tegasnya.

 

Ia juga mengapresiasi jajaran manajemen Sumatera Ekspres dan BKPSDM Muba yang telah menggelar workshop ini. “Sebab, tidak ada satupun orang dalam profesinya tidak butuh personal branding. Terutama ASN, agar mereka bisa dipercaya baik sikap maupun tutur katanya dan dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

 

Sementara itu, presenter kondang Helmy Yahya sekaligus pengarang buku 'Who The Hell Are You' sebagai narasumber workshop mengungkapkan, personal branding merupakan salah satu skill yang harus dimiliki seseorang untuk menggapai kesuksesan. Untuk sukses, seseorang harus punya brand atau ciri khas sendiri.

 

Personal branding bisa diibaratkan kopi yang memiliki brand terkenal. Seperti Kopi Kenangan, Starbuck dan lainnya. Mereka dipilih karena memiliki rasa dan kemasan yang berbeda ketimbang kopi pada umumnya.

 

“Begitu juga manusia. Masing-masing punya brand. Punya merek. Inilah yang nantinya bisa dipilih. Sebab, orang yang sukses itu lantaran dirinya terpilih,” katanya. Pria kelahiran Palembang tersebut mengatakan, dalam meniti karir di bidang apapun, seseorang harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan orang yang berprofesi serupa.

 

Saat itulah, seseorang akan dilirik. Dalam karirnya, Helmy menjelaskan dirinya berupaya membangun brand yang berbeda. Sehingga, pekerjaan apapun yang digelutinya, ia bisa meraih kesuksesan.

 

“Saya ini pembawa acara. Saya punya brand sebagai Helmy Yahya. Begitu juga saat saya terjun sebagai youtuber. Saya punya ciri khas tersendiri, beda dari youtuber lainnya. Dan satu lagi yang harus diingat, rezeki itu tidak akan tertukar,” terangnya.

 

Helmy menjelaskan, membangun sebuah brand itu memiliki proses dan waktu yang cukup panjang. Namun, ketika sudah ditemukan dan dibranding terus menerus, maka orang lain akan mengenal karakter yang sudah terbentuk itu.

 

“Cara membranding diri itu beragam. Bisa sekolah yang tinggi, sertifikat lengkap, punya skill yang khusus dan lainnya,” ucapnya. Ia menceritakan, dirinya melalui beragam ujian sebelum menjadi Helmy Yahya yang dikenal kebanyakan orang saat ini.

 

“Cerita saya sendiri sebagai anak pedagang kaki lima hingga punya karir seperti saat ini. Perjalanan itu tidaklah mudah. Ada prestasi, integritas yang saya capai. Itulah yang membentuk Helmy Yahya saat ini,” ungkapnya.

 

"Nah, para ASN juga harus melakukan itu. Jika ingin terpilih, harus nyemelo (berbeda) dari yang lain,” jelasnya.

 

Manusia harus punya brand dan ilmu personal branding 'Dibalik pria sukses banyak mantan yang nyesel' ujar Helmi yang disambut tepuk tangan oleh para peserta workshop.

 

Jika mau sukses, maka bergaulah dengan yang sukses. “ASN mau sukses bergaulah dengan ASN yang sukses dan orang pendidikan yang sukses,” pesannya.

 

Dalam workshop hadir General Manager (GM) Sumatera Ekspres (Sumeks) Hj Nurseri Marwah, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk, Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan SH MH,  Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Asisten Bidang Administrasi Umum Sunaryo SSTP MSi, Seluruh Kepala OPD, Kabag Setda, Camat, Kabid dan Kasi serta Kepala Sekolah dalam lingkungan Pemkab Muba.

Bupati Dodi Reza Fasilitasi Personal Branding ASN

Mau Sukses, ASN Harus Miliki Personal Branding

SEKAYU - Personal Branding dibutuhkan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa sukses di bidangnya. Penegasan ini diungkapkan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin saat membuka workshop Personal Branding dan Kreatifitas ASN di Opproom Pemkab Muba, digelar BKPSDM Muba, Selasa (29/6/2021).

Bupati Dodi Reza menyebutkan, personal branding adalah sebuah atribut personal artinya keunggulan pada diri pribadi seseorang, sebagai ASN harus ada personal branding, dengan diupgrade pemahamannya serta mengikuti pelatihan dan workshop inovasi seperti ini untuk bisa sukses di bidangnya.

"Maka intinya kita percaya ASN yang punya personal branding tentu bisa memajukan suatu daerah. Sama seperti Kabupaten Muba punya regional branding, orang kalau dengar aspal karet pasti mikirnya Kabupaten Muba, kemudian dunia eco fashion ada Gambo orang ingatnya Muba juga, dan dari sektor lainnya lagi, begitu juga ASN harus punya personal branding supaya mudah diingat,"pungkasnya.

Dikatakan Dodi, personal branding adalah atribut yang diberikan pada seseorang. Tidak bisa dibangun dalam waktu singkat, tapi memerlukan waktu panjang. Contoh saja narasumber hari ini, Helmi Yahya yang dikenal masyarakat adalah sosok cerdas, raja kuis, bersemangat, kreatif, enerjik.

“Tidak ada ruang untuk yang setengah-setengah, untuk menjadi sukses.Karena itu, untuk para ASN jadilah kepsek yang punya personal branding. Personal brand-mu adalah caramu tampil, caramu bicara, caramu berlaku,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi jajaran manajemen Sumatera Ekspres dan BKPSDM Muba yang telah menggelar workshop ini. “Sebab, tidak ada satupun orang dalam profesinya tidak butuh personal branding. Terutama ASN, agar mereka bisa dipercaya baik sikap maupun tutur katanya dan dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya,” tegasnya.

Sementara itu, presenter kondang Helmy Yahya sekaligus pengarang buku 'Who The Hell Are You' sebagai narasumber workshop mengungkapkan, personal branding merupakan salah satu skill yang harus dimiliki seseorang untuk menggapai kesuksesan. Untuk sukses, seseorang harus punya brand atau ciri khas sendiri.

Personal branding bisa diibaratkan kopi yang memiliki brand terkenal. Seperti Kopi Kenangan, Starbuck dan lainnya. Mereka dipilih karena memiliki rasa dan kemasan yang berbeda ketimbang kopi pada umumnya.

“Begitu juga manusia. Masing-masing punya brand. Punya merek. Inilah yang nantinya bisa dipilih. Sebab, orang yang sukses itu lantaran dirinya terpilih,” katanya. Pria kelahiran Palembang tersebut mengatakan, dalam meniti karir di bidang apapun, seseorang harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan orang yang berprofesi serupa.

Saat itulah, seseorang akan dilirik. Dalam karirnya, Helmy menjelaskan dirinya berupaya membangun brand yang berbeda. Sehingga, pekerjaan apapun yang digelutinya, ia bisa meraih kesuksesan.

“Saya ini pembawa acara. Saya punya brand sebagai Helmy Yahya. Begitu juga saat saya terjun sebagai youtuber. Saya punya ciri khas tersendiri, beda dari youtuber lainnya. Dan satu lagi yang harus diingat, rezeki itu tidak akan tertukar,” terangnya.

Helmy menjelaskan, membangun sebuah brand itu memiliki proses dan waktu yang cukup panjang. Namun, ketika sudah ditemukan dan dibranding terus menerus, maka orang lain akan mengenal karakter yang sudah terbentuk itu.

“Cara membranding diri itu beragam. Bisa sekolah yang tinggi, sertifikat lengkap, punya skill yang khusus dan lainnya,” ucapnya. Ia menceritakan, dirinya melalui beragam ujian sebelum menjadi Helmy Yahya yang dikenal kebanyakan orang saat ini.

“Cerita saya sendiri sebagai anak pedagang kaki lima hingga punya karir seperti saat ini. Perjalanan itu tidaklah mudah. Ada prestasi, integritas yang saya capai. Itulah yang membentuk Helmy Yahya saat ini,” ungkapnya.

"Nah, para ASN juga harus melakukan itu. Jika ingin terpilih, harus nyemelo (berbeda) dari yang lain,” jelasnya.

Manusia harus punya brand dan ilmu personal branding 'Dibalik pria sukses banyak mantan yang nyesel' ujar Helmi yang disambut tepuk tangan oleh para peserta workshop.

Jika mau sukses, maka bergaulah dengan yang sukses. “ASN mau sukses bergaulah dengan ASN yang sukses dan orang pendidikan yang sukses,” pesannya.

Dalam workshop hadir General Manager (GM) Sumatera Ekspres (Sumeks) Hj Nurseri Marwah, Kapolres Muba AKBP Erlin Tangjaya SIk, Dandim 0401 Muba Letkol Arh Faris Kurniawan SST MT, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan SH MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi, Asisten Bidang Administrasi Umum Sunaryo SSTP MSi, Seluruh Kepala OPD, Kabag Setda, Camat, Kabid dan Kasi serta Kepala Sekolah dalam lingkungan Pemkab Muba.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Kali Kelima Pemkab Grobogan Terima Opini WTP dari BPK

Mon, 19 Oct 2020 03:39:41am

GROBOGAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kali kelima dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)....

Kapolri Perintahkan Tak Ada Demo dan Opini Medsos Penolak UU Ciptaker

Mon, 19 Oct 2020 03:38:32am

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR) soal antisipasi adanya demonstrasi dan mogok kerja secara...

Satu Dekade Kabupaten Jepara Sabet Opini WTP Berturut-turut

Mon, 19 Oct 2020 03:37:16am

JEPARA – Dalam satu dekade, Jepara meraih penghargaan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Kota Ukir termasuk dari dua...

Buleleng Kembali Kantongi Opini WTP

Mon, 19 Oct 2020 03:36:05am

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Buleleng kembali mencatatkan torehan membanggakan dalam pengelolaan keuangan dengan mengantongi opini Wajar Tanpa...

Pemkab Demak Kembali Raih Opini WTP

Mon, 19 Oct 2020 03:34:37am

RADARSEMARANG.ID, Demak – Pemkab Demak kembali meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)....

Baca Juga