Senin, 5 Oktober 2026 - 01:13 WIB
Bijak Bermedia Sosial

Wujudkan Tata Kelola Bebas Pungli, Dishub, Kejaksaan, dan Polres Tulungagung Bersinergi Bina Ratusan Petugas Parkir

Selasa, 23 Juni 2026
74 views
0
IMG-20260623-WA0039

TULUNGAGUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung menggandeng Kejaksaan Negeri dan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung menggelar kegiatan pembinaan dan sosialisasi terpadu bagi para petugas parkir (juru parkir/jukir) se-Kabupaten Tulungagung. 

Langkah strategis lintas instansi ini diambil guna menciptakan tata kelola perparkiran yang aman, tertib, transparan, serta bersih dari praktik pungutan liar (pungli).Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung Iswahyudi, S.IP., M.Si., Kanit Tipidser Polres Tulungagung Ipda Novi Susanto, S.H., M.H., 

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Daniel De Rozari, S.H., M.H.Li diwakilkan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Tulungagung Dedi Saputra Wijaya, S.H., M.H.,  

Bedah Peran Tiga Instansi demi Kenyamanan PublikDalam forum sosialisasi tersebut, ketiga instansi membedah peran krusial masing-masing dalam membina jukir agar tidak lagi dipandang sebagai pemicu masalah jalanan, melainkan mitra resmi pemerintah daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Iswahyudi, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa sebagai leading sector, Dishub menegaskan kembali pentingnya legalitas jukir. Setiap petugas wajib dilengkapi Surat Tugas atau Kartu Tanda Anggota (KTA) resmi serta atribut lengkap seperti seragam, peluit, dan karcis.

 Jukir juga dibekali edukasi pengaturan lalu lintas agar tidak memicu kemacetan, serta kewajiban mematuhi tarif parkir resmi sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku.Sementara itu dari pihak Kepolisian, Ipda Novi Susanto memaparkan jenis-jenis tindak pidana terkait perparkiran.

 Hal ini mencakup pelanggaran administratif, pungli, pemerasan, hingga ancaman pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

Sebagai langkah pencegahan, Polres Tulungagung mendorong peningkatan pengawasan melalui patroli rutin, pemasangan CCTV, edukasi langsung ke masyarakat, hingga penataan ulang area parkir agar lebih terkontrol.Dari sisi hukum normatif, Kasi Datun Kejaksaan Negeri Tulungagung, Dedi Saputra Wijaya, S.H., M.H., memberikan penyuluhan hukum anti-pungli.

 Ia mengingatkan jukir mengenai sanksi pidana berat jika menarik tarif di atas ketentuan Perda karena tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai pemerasan. Kejaksaan juga menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar retribusi parkir yang dipungut benar-benar masuk ke kas daerah secara transparan tanpa ada kebocoran anggaran

Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung, Daniel De Rozari, S.H., M.H.Li diwakilkan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Tulungagung Dedi Saputra Wijaya, S.H., M.H., menyampaikan bahwa memberikan 6 Rekomendasi Penting yaitu enam poin rekomendasi strategis demi perbaikan menyeluruh tata kelola parkir di Kabupaten Tulungagung, antara lain:

Transparansi Tarif: Kejelasan nominal tarif yang dipasang secara terbuka agar diketahui pengguna jasa.

Pemberian Karcis dan Digitalisasi: Kewajiban merutinkan pemberian karcis fisik serta mulai beralih ke sistem pembayaran digital.

Sanksi Bertingkat: Penerapan sanksi tegas yang meliputi tahap pembinaan, teguran tertulis, pencabutan izin, hingga pelaporan pidana jika ditemukan pelanggaran hukum.

Identitas Petugas Parkir: Kepemilikan tanda pengenal resmi yang jelas saat bertugas di lapangan.

Audit Risiko: Pelaksanaan audit berkala untuk memetakan potensi kebocoran retribusi dan titik rawan kejahatan.

Edukasi kepada Masyarakat: Memberikan pemahaman kepada warga mengenai hak dan kewajibannya saat memarkir kendaraan.

Secara keseluruhan, poin rekomendasi tersebut dirumuskan dengan tujuan utama menciptakan ketertiban layanan, memastikan PAD aman, serta menjamin masyarakat selaku konsumen terlindungi dengan baik.Komitmen Bersama di Lapangan

Melalui bentuk kegiatan sinergitas berupa Focus Group Discussion (FGD) dan penyuluhan bersama ini, para juru parkir diharapkan dapat bertransformasi menjadi petugas yang profesional di lapangan.

Dengan adanya pembinaan berkala ini, para jukir di Kabupaten Tulungagung tidak hanya diandalkan dalam memberikan pelayanan yang ramah kepada pengguna jalan, namun juga ikut andil dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar serta berkontribusi aktif terhadap pembangunan daerah secara legal.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Arus Mudik Lintas Lubuk Linggau–Betung di Muba Lancar, Pos Pengamanan Siaga Penuh

Thu, 19 Mar 2026 01:32:19am

  MUBA, — Arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M dari Kota Lubuk Linggau menuju Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, yang melintasi...

INDAHNYA TOLERANSI DI BUMI SERASAN SEKATE: GPIN SEKAYU TEBAR KASIH JELANG IDUL FITRI 2026

Wed, 18 Mar 2026 12:07:33pm

SEKAYU, MUBA – Menyongsong hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M, jemaat Gereja GPIN Sekayu kembali menunjukkan aksi nyata moderasi...

Mudik Aman Keluarga Bahagia: Polres Musi Banyuasin Lepas Keberangkatan 60 Pemudik Gratis

Wed, 18 Mar 2026 02:28:36am

SEKAYU – Suasana haru dan bahagia mewarnai halaman Mapolres Musi Banyuasin (Muba) hari ini, Rabu (18/03/2026). Sebanyak 60 warga dilepas secara...

PHR Zona 1 Tebar “Energi Sepenuh Hati”, Ajak Ratusan Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di SEBARAN 5.0

Tue, 17 Mar 2026 12:43:46pm

Kita Merah putih.com Suasana ceria menyelimuti sejumlah pusat perbelanjaan di Lhokseumawe, Medan, dan Jambi saat puluhan anak yatim dan dhuafa...

APH Diminta Periksa Rekomendasi Kabag Umum Terkait Pemenangan Lelang Kegiatan kepada Kerabatnya

Tue, 17 Mar 2026 12:36:17pm

MUBA - Konspirasi dan pengkondisian lelang proyek kegiatan nampaknya kini menjadi hal lumrah di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Musi...

Baca Juga