Minggu, 10 Mei 2026 - 02:16 WIB
banner ucapan Sekda revs

Wujudkan Muba Maju Lebih Cepat dan Sejahtera

Senin, 23 Juni 2025
145 views
0
IMG-20250630-WA0264

SEKAYU, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) Tahun 2025–2029, yang secara resmi dibuka oleh Bupati Muba H M Toha di Opproom Pemkab Muba, Senin (23/6/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, antara lain Wakil Bupati Muba Kyai Rohman, Sekda Muba Dr Drs H Apriyadi MSi, Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumai, jajaran Forkopimda, Ketua TP PKK Muba Hj Patimah, Staf Ahli TP PKK Muba Rosada Rohman, para Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Hadir juga Direktur Pembangunan Indonesia Barat, Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Deputi Pembangunan Kementerian Bappenas Dr rer nat Jayadi SSi MSE MA (secara virtual), Kepala Bidang Perekonomian dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Hari Wibawa SP MM, dan Ketua Tim Penyusun RPJMD dari Universitas Sriwijaya Dr Mirza Antoni

Dalam sambutannya, Bupati Toha menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelaraskan janji politik ke dalam dokumen perencanaan RPJMD Muba 2025–2029. Ia juga menekankan bahwa sebelum pelaksanaan Musrenbang ini, telah digelar Forum Konsultasi Publik guna menghimpun berbagai masukan terkait data, isu strategis, serta aspirasi masyarakat.

“Visi pembangunan lima tahun ke depan adalah Maju Lebih Cepat, Bersama Menyejahterakan Musi Banyuasin. Ini mencerminkan semangat percepatan pembangunan yang inklusif dan merata,” tegasnya.

Lanjutnya, untuk mencapai visi tersebut, ditetapkan tujuh misi pembangunan daerah, antara lain, tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani, penguatan SDM, rekonstruksi sosial dan ekonomi, moderasi beragama dan ekonomi keumatan, percepatan infrastruktur, peningkatan peran dunia usaha dan kampus, serta pengelolaan SDA berkelanjutan.

Ia juga memaparkan 22 program prioritas yang akan dijalankan hingga 2029, di antaranya, Sikat Korupsi, Akte dan KTP Gratis Sampai ke Rumah, Satu Desa Rp1,5 Miliar, Beasiswa Prestasi Sampai Sarjana, Bantuan Guru Mengaji (Bajig), Digitalisasi dan Klinik Usaha, Santunan Kematian, serta Ekosistem Industri Halal.

"Dalam proses perencanaan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi aktif dalam proses penyusunan RPJMD ini dan pelaksanaannya nanti. Sehingga misi, tujuan, dan sasaran pembangunan di Muba menjadi lebih cepat dan mensejahterakan seluruh Masyarakat, tambah Toha.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Muba, Agus Arisman ST, menjelaskan bahwa RPJMD ini disusun berdasarkan berbagai regulasi nasional dan daerah, termasuk UU No. 25/2004, UU No. 23/2014, serta Perpres No. 12/2024 tentang RPJMN 2025–2029. Penyusunan juga mempertimbangkan berbagai isu strategis, seperti kemiskinan, kualitas SDM, ketahanan ekonomi, infrastruktur, digitalisasi layanan publik, hingga tantangan lingkungan dan bencana.

Indikator makro tahun 2024 menunjukkan tren positif, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,94%, penurunan angka kemiskinan menjadi 12,88%, dan IPM mencapai 72,27. Target hingga 2029 mencakup kemiskinan di bawah satu digit, peningkatan IPM ke 73,5, serta pertumbuhan ekonomi antara 5,10–5,50%.

"Dari sisi ekonomi, Muba masih didominasi sektor primer, seperti pertambangan, pertanian, dan pengolahan. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, lima tahun ke depan akan difokuskan pada hilirisasi industri, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan empat kawasan strategis, yakni ketahanan pangan, ekonomi halal, energi berkelanjutan, dan pariwisata budaya," ungkap Agus.

Dikatakannya, secara fiskal, Muba memiliki kapasitas fiskal tinggi namun masih didominasi belanja rutin. Pemerintah akan mendorong peningkatan porsi belanja pembangunan serta menggenjot investasi melalui insentif, penyederhanaan perizinan, dan branding daerah.

Dalam hal kewilayahan, tantangan seperti konflik batas dan infrastruktur akan diatasi melalui pengembangan kawasan strategis seperti agropolitan, perkebunan, dan industri. Enam tahapan pembangunan ditetapkan untuk memastikan kesinambungan hingga 2030, dimulai dari persiapan fondasi hingga transformasi dan keberlanjutan.

"RPJMD 2025–2029 ini diselaraskan dengan RPJPD Muba, RPJMD Provinsi Sumsel, dan RPJMN nasional guna memastikan integrasi pembangunan dari pusat ke daerah," pungkasnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan hasil MUSRENBANG RPJMD Kabupaten Muba tahun 2025-2029.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

New Feed

Hati-Hati! Waspadai Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Bupati H. M. Toha

Mon, 9 Jun 2025 12:51:24pm

  SEKAYU, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) mengingatkan masyarakat bahwa terdapat akun Facebook yang mengatasnamakan...

Hari Laut Sedunia DLH Muba Ajak Cintai lingkungan

Sun, 8 Jun 2025 01:44:06pm

  Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Muba Rudianto,S.T menyampaikan bahw tanggal 8 Juni 2025 merupakan Hari Laut Sedunia dimana Sebagi...

Gencar Buru Pelaku Narkoba Beginilah Hasilnya

Sun, 8 Jun 2025 01:06:33pm

Kita merah putih.com - Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Banyuasin kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba. Dua orang...

Jangan Mengunakan Kantong Plastik Bagi hewan kurban???

Sat, 7 Jun 2025 01:28:34pm

Dinas kesehatan kabupaten Musi Banyuasin menghimbau kepada masyarakat agar tidak mengunakan kantong plastik saat membagikan hewan kurban demikianlah...

Sapi Qurban Presiden Prabowo Simental Seberat 802,5 Kg

Fri, 6 Jun 2025 12:43:41pm

WARGA MUBA SEMBELIH SAPI PRESIDEN: Momen Berkah Idul Adha yang Penuh Makna Sungai Angit Muba – Dalam suasana penuh kebersamaan dan keikhlasan,...

Baca Juga