SEKAYU, MUBA – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mematangkan langkah strategis untuk memastikan putra-putri daerah menjadi pemain utama di tanah kelahiran sendiri. Melalui inisiasi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Muba, Herryandi Sinulingga, AP., sebuah gagasan besar mengenai pendidikan vokasi non-APBD mulai dirumuskan dalam diskusi santai namun strategis bersama para pelaku industri dan jajaran birokrasi, Minggu (12/4/2026).
Diskusi yang dikemas dalam format "Ngopi Bareng" ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dari berbagai sektor, antara lain Eri Saragih (GM Indah Group/Sektor Sawit), Ahmad Rojes/Bang Ali (Pendiri AKmigas Palembang), serta Dhenri Harahap (Pelaku Sektor Batubara/Dewan Pengupahan Muba). Dari jajaran birokrasi, hadir pula Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Oktarizal dan Kepala Dinas Perkebunan Bustanul Arifin.
Menjalankan Visi Muba Maju Lebih Cepat
Herryandi Sinulingga menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari amanat Bupati Muba HM. Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen untuk mengakselerasi visi Muba Maju Lebih Cepat dan Sejahtera.
"Muba memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, mulai dari migas hingga perkebunan. Namun, tanggung jawab moral kita adalah memastikan SDM kita memiliki kompetensi untuk mengelolanya. Vokasi adalah jawabannya," ujar Herryandi.
Ia menambahkan bahwa fokus utama program ini adalah menciptakan sistem pendidikan vokasi yang mandiri, berkelanjutan, dan tepat sasaran tanpa membebani APBD secara berlebihan.
Kolaborasi Tiga Klaster Industri
Rencana besar ini akan membagi keterlibatan sektor swasta ke dalam tiga klaster utama:
Perkebunan dan Pertanian
Minyak dan Gas Bumi (Migas)
Pertambangan Batu Bara
Melalui sinergi ini, setiap perusahaan didorong untuk menjadi mitra strategis dalam membiayai pelatihan serta pemberian beasiswa. Herryandi menekankan bahwa program ini tetap berpijak pada regulasi lokal, yakni Perda No. 2 Tahun 2020 dan Perbup No. 255 Tahun 2021.
"Syaratnya mutlak: penerima manfaat harus masyarakat ber-KTP Musi Banyuasin. Kita ingin memutus rantai pengangguran dengan sinkronisasi kurikulum atau link and match antara lembaga pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan," tegasnya.
Membangun Kemandirian Lokal
Diskusi tersebut juga merumuskan strategi untuk menggandeng lembaga pelatihan terbaik di Indonesia. Tujuannya agar standar keahlian generasi muda Muba memiliki sertifikasi yang diakui secara global dan kompetensi tinggi.
Dengan adanya dukungan penuh dari pimpinan daerah, diharapkan program vokasi ini mampu mencetak tenaga ahli agribisnis, teknisi pertambangan, hingga ahli migas yang lahir dan besar di Muba.
"Kita ingin melihat anak-anak Muba bekerja dengan bangga di tanah kelahirannya sendiri, bukan sekadar menjadi penonton. Ini adalah investasi SDM jangka panjang untuk masa depan Muba yang cerdas dan mandiri," pungkas Herryandi
SEKAYU – Dalam upaya mempercepat pengetasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal dan penurunan angka pengangguran di Muba ,...
MUBA – Nama Candra Saputra Lesmana bukanlah sosok asing dalam jagat olahraga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dengan rekam jejak lebih dari 15...
Memasuki puncak arus balik lebaran, suasana lalu lintas di jalan lintas Timur (Jalintim) Muba terpantau aman dan lancar. Sejumlah kendaraan baik dari...
SEKAYU, MUBA – Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang 23 Musi Banyuasin kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan 450 paket...
SEKAYU, MUBA – Menyongsong hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M, jemaat Gereja GPIN Sekayu kembali menunjukkan aksi nyata moderasi...